<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wanita Pertama yang Berprofesi sebagai Pelaut, Begini Pengorbanannya</title><description>Menjadi pelaut bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, para pelaut biasanya harus berkutat dengan laut yang ganas di atas kapal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/21/320/2107453/wanita-pertama-yang-berprofesi-sebagai-pelaut-begini-pengorbanannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/21/320/2107453/wanita-pertama-yang-berprofesi-sebagai-pelaut-begini-pengorbanannya"/><item><title>Wanita Pertama yang Berprofesi sebagai Pelaut, Begini Pengorbanannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/21/320/2107453/wanita-pertama-yang-berprofesi-sebagai-pelaut-begini-pengorbanannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/21/320/2107453/wanita-pertama-yang-berprofesi-sebagai-pelaut-begini-pengorbanannya</guid><pubDate>Sabtu 21 September 2019 06:04 WIB</pubDate><dc:creator>Adhyasta Dirgantara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/20/320/2107453/wanita-pertama-yang-berprofesi-sebagai-pelaut-begini-pengorbanannya-vtqLLUAPlo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nakhoda Wanita (Foto: Okezone.com/Feby Novalius)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/20/320/2107453/wanita-pertama-yang-berprofesi-sebagai-pelaut-begini-pengorbanannya-vtqLLUAPlo.jpg</image><title>Nakhoda Wanita (Foto: Okezone.com/Feby Novalius)</title></images><description>JAKARTA - Menjadi pelaut bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, para pelaut biasanya harus berkutat dengan laut yang ganas di atas kapal.

Apalagi jika yang menjadi kapten kapal adalah seorang wanita. Mereka berpotensi meninggalkan keluarganya berbulan-bulan bahkan tahunan.

Salah satu contohnya adalah Entin Kartini. Ia merupakan perempuan pertama Indonesia yang menjadi nahkoda kapal.

Berbagai hal berisiko pun ia lakukan demi menjalani profesinya sebagai seorang pelaut. Mulai dari meninggalkan anaknya yang masih kecil hingga menghadapi badai taifun.

Baca Selengkapnya: Kisah Nakhoda Wanita Pertama RI, Kartini Rela Tinggalkan Anak hingga Hadapi Amukan Badai</description><content:encoded>JAKARTA - Menjadi pelaut bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, para pelaut biasanya harus berkutat dengan laut yang ganas di atas kapal.

Apalagi jika yang menjadi kapten kapal adalah seorang wanita. Mereka berpotensi meninggalkan keluarganya berbulan-bulan bahkan tahunan.

Salah satu contohnya adalah Entin Kartini. Ia merupakan perempuan pertama Indonesia yang menjadi nahkoda kapal.

Berbagai hal berisiko pun ia lakukan demi menjalani profesinya sebagai seorang pelaut. Mulai dari meninggalkan anaknya yang masih kecil hingga menghadapi badai taifun.

Baca Selengkapnya: Kisah Nakhoda Wanita Pertama RI, Kartini Rela Tinggalkan Anak hingga Hadapi Amukan Badai</content:encoded></item></channel></rss>
