<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sederet Alasan Bisnis Air Minum Harus Ikuti Industri 4.0</title><description>Pelaku industri pengolahan air mulai mengimplementasi peta jalan revolusi industri 4.0.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/23/320/2108270/sederet-alasan-bisnis-air-minum-harus-ikuti-industri-4-0</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/23/320/2108270/sederet-alasan-bisnis-air-minum-harus-ikuti-industri-4-0"/><item><title>Sederet Alasan Bisnis Air Minum Harus Ikuti Industri 4.0</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/23/320/2108270/sederet-alasan-bisnis-air-minum-harus-ikuti-industri-4-0</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/23/320/2108270/sederet-alasan-bisnis-air-minum-harus-ikuti-industri-4-0</guid><pubDate>Senin 23 September 2019 16:41 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/23/320/2108270/sederet-alasan-bisnis-air-minum-harus-ikuti-industri-4-0-FF2inqe8mS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengolahan Air (Foto: Okezone.com/Dede)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/23/320/2108270/sederet-alasan-bisnis-air-minum-harus-ikuti-industri-4-0-FF2inqe8mS.jpg</image><title>Pengolahan Air (Foto: Okezone.com/Dede)</title></images><description>JAKARTA - Pelaku industri pengolahan air mulai mengimplementasi peta jalan revolusi industri 4.0 berbasis teknologi cloud di sektor hulu, proses antara, dan hilir.

Salah satu manfaat utama penerapan teknologi cloud computing, keputusan bisnis di sektor  industri pengolahan air dapat diambil lebih real time guna mengoptimalkan proses produksi  dan meningkatkan layanan bagi pelanggan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Rampung 2021, Proyek SPAM Senilai Rp1,6 Triliun di Pekanbaru Dimulai
Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Supriadi menjelaskan bagi   produsen pengolahan air, digitalisasi dapat meningkatkan kompetensi. Sedangkan dari sisi hilir, informasi kepuasan pelanggan dapat menjadi basis peningkatan kualitas layanan ke depan.

&amp;ldquo;Penerapan teknologi revolusi industri 4.0 ini dilakukan di sektor hulu, proses, dan hilir dari industri. Misalnya di sektor pengolahan air  minum, di mana penempatan sensor-sensor menjadi bagian dari program digitalisasi dapat menentukan suplai air, kualitas, dan kuantitas air secara real time,&amp;rdquo; kata Supriadi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (23/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Proyek Air Minum Dumai Senilai Rp489 Miliar Segera Dibangun
Supriadi menjelaskan revolusi industri 4.0 memang mendorong penerapan teknologi terbaru yang real time berbasis  internet of things (iot)  dan  cloud computing.

&quot;Syarat dari revolusi industri 4.0 itu terkait real time, iot, dan cloud computing. Data-data bisa disimpan di cloud computing, dan dimanfaatkan sebagai bahan analisis untuk menentukan keputusan bisnis secara real time,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;nbsp;Dengan pemanfaatan secara real time dan tersimpan di cloud, lanjut  dia, faktor keamanan siber (cyber security) juga mesti   diperhatikan.  Tujuannya agar pemanfaatan data dari program digitalisasi dapat  dioptimalkan secara lebih bertanggung jawab dan menghindari kebocoran  data.

Dia menilai implementasi teknologi dalam   kerangka revolusi industri  4.0 dinilai   menjadilangkah strategis pengubah (game changer) daya  saing industri yang sesuai dengan trensaat ini.

Kemenperin telah melakukan assesment yang menghasilkan temuan bahwa  parapelaku   industri nasional termasuk sektor  pengolahan   air  mulai  menerapkan  konsep 4.0, bukan hanya untuk menerapkan teknologi terbaru,  tapi juga untuk meningkatkan daya saingdan produktivitas, guna  mengakselerasi pertumbuhan industri dan ekonomi secara nasional.

Sementara Ketua Departemen Infokom Persatuan Perusahaan Air Minum  Seluruh Indonesia (Perpamsi) Zoelfi Loebis menjelaskan pelaku industri  pengolahan air minum membutuhkan dukungan dalam penerapan   revolusi   industri  4.0.

&quot;Termasuk dukungan cloud computing sebagai pilar revolusi industri 4.0,&amp;rdquo; paparnya.

Dia mengharapkan seminar tren industri 4.0 di sektor air dapat  menambah wawasan dan pemahaman baru bagi pelaku industri pengolahan air  minum terkait peta jalan revolusi industri 4.0.

&amp;ldquo;Kami berharap dengan adanya seminar ini, pelaku industri dapat lebih  paham tentang peta jalan dan langkah strategis yang dapat diterapkan  secara riil,&amp;rdquo; ujarnya
&amp;nbsp;VP Product Management, Cloud &amp;amp; UC   Telkomtelstra Arief   Rakhmatsyah menjelaskan dalam implementasi revolusi industri 4.0,   otomatis fundamental utamanya adalah layanan cloud.

&amp;ldquo;Kita tidak bisa bicara yang lain dalam kerangka revolusiindustri 4.0, jika masih menggunakan computing model lama,&amp;rdquo; paparnya.

Menurut Arief, cloud sebagai salah satu teknologi paling maju telah   diterima secara luas disebagian besar industri di Indonesia terutama   sektor keuangan.  Teknologi cloud   dapat membantu dalam memberikan   langkah-langkah berbasis hasil lebih banyak,   membantu inovasi dan   dapat diukur di sejumlah kriteria, seperti peningkatan efisiensi dan   penghematan biaya.

&amp;ldquo;Ini selaras  dengan diskusi  di industri air  tentang perlunya   pindah ke industry 4.0 pada akselerasi yang lebih cepat untuk   mengimbangi teknologi digital di mana perusahaan utilitas di Indonesia   perlu mengadopsi dan mengadaptasi hal-hal seperti keterlibatan pelanggan   online, sensor cerdas, dan penggunaan analitik yang lebih baik,&amp;rdquo;   katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pelaku industri pengolahan air mulai mengimplementasi peta jalan revolusi industri 4.0 berbasis teknologi cloud di sektor hulu, proses antara, dan hilir.

Salah satu manfaat utama penerapan teknologi cloud computing, keputusan bisnis di sektor  industri pengolahan air dapat diambil lebih real time guna mengoptimalkan proses produksi  dan meningkatkan layanan bagi pelanggan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Rampung 2021, Proyek SPAM Senilai Rp1,6 Triliun di Pekanbaru Dimulai
Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Supriadi menjelaskan bagi   produsen pengolahan air, digitalisasi dapat meningkatkan kompetensi. Sedangkan dari sisi hilir, informasi kepuasan pelanggan dapat menjadi basis peningkatan kualitas layanan ke depan.

&amp;ldquo;Penerapan teknologi revolusi industri 4.0 ini dilakukan di sektor hulu, proses, dan hilir dari industri. Misalnya di sektor pengolahan air  minum, di mana penempatan sensor-sensor menjadi bagian dari program digitalisasi dapat menentukan suplai air, kualitas, dan kuantitas air secara real time,&amp;rdquo; kata Supriadi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (23/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Proyek Air Minum Dumai Senilai Rp489 Miliar Segera Dibangun
Supriadi menjelaskan revolusi industri 4.0 memang mendorong penerapan teknologi terbaru yang real time berbasis  internet of things (iot)  dan  cloud computing.

&quot;Syarat dari revolusi industri 4.0 itu terkait real time, iot, dan cloud computing. Data-data bisa disimpan di cloud computing, dan dimanfaatkan sebagai bahan analisis untuk menentukan keputusan bisnis secara real time,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;nbsp;Dengan pemanfaatan secara real time dan tersimpan di cloud, lanjut  dia, faktor keamanan siber (cyber security) juga mesti   diperhatikan.  Tujuannya agar pemanfaatan data dari program digitalisasi dapat  dioptimalkan secara lebih bertanggung jawab dan menghindari kebocoran  data.

Dia menilai implementasi teknologi dalam   kerangka revolusi industri  4.0 dinilai   menjadilangkah strategis pengubah (game changer) daya  saing industri yang sesuai dengan trensaat ini.

Kemenperin telah melakukan assesment yang menghasilkan temuan bahwa  parapelaku   industri nasional termasuk sektor  pengolahan   air  mulai  menerapkan  konsep 4.0, bukan hanya untuk menerapkan teknologi terbaru,  tapi juga untuk meningkatkan daya saingdan produktivitas, guna  mengakselerasi pertumbuhan industri dan ekonomi secara nasional.

Sementara Ketua Departemen Infokom Persatuan Perusahaan Air Minum  Seluruh Indonesia (Perpamsi) Zoelfi Loebis menjelaskan pelaku industri  pengolahan air minum membutuhkan dukungan dalam penerapan   revolusi   industri  4.0.

&quot;Termasuk dukungan cloud computing sebagai pilar revolusi industri 4.0,&amp;rdquo; paparnya.

Dia mengharapkan seminar tren industri 4.0 di sektor air dapat  menambah wawasan dan pemahaman baru bagi pelaku industri pengolahan air  minum terkait peta jalan revolusi industri 4.0.

&amp;ldquo;Kami berharap dengan adanya seminar ini, pelaku industri dapat lebih  paham tentang peta jalan dan langkah strategis yang dapat diterapkan  secara riil,&amp;rdquo; ujarnya
&amp;nbsp;VP Product Management, Cloud &amp;amp; UC   Telkomtelstra Arief   Rakhmatsyah menjelaskan dalam implementasi revolusi industri 4.0,   otomatis fundamental utamanya adalah layanan cloud.

&amp;ldquo;Kita tidak bisa bicara yang lain dalam kerangka revolusiindustri 4.0, jika masih menggunakan computing model lama,&amp;rdquo; paparnya.

Menurut Arief, cloud sebagai salah satu teknologi paling maju telah   diterima secara luas disebagian besar industri di Indonesia terutama   sektor keuangan.  Teknologi cloud   dapat membantu dalam memberikan   langkah-langkah berbasis hasil lebih banyak,   membantu inovasi dan   dapat diukur di sejumlah kriteria, seperti peningkatan efisiensi dan   penghematan biaya.

&amp;ldquo;Ini selaras  dengan diskusi  di industri air  tentang perlunya   pindah ke industry 4.0 pada akselerasi yang lebih cepat untuk   mengimbangi teknologi digital di mana perusahaan utilitas di Indonesia   perlu mengadopsi dan mengadaptasi hal-hal seperti keterlibatan pelanggan   online, sensor cerdas, dan penggunaan analitik yang lebih baik,&amp;rdquo;   katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
