<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   BI Beberkan Bukti Fintech 'Sikat' Layanan Perbankan</title><description>Bank Indonesia menyebut industri financial technology (fintech) mulai menjajah bisnis perbankan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/23/320/2108298/bi-beberkan-bukti-fintech-sikat-layanan-perbankan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/23/320/2108298/bi-beberkan-bukti-fintech-sikat-layanan-perbankan"/><item><title>   BI Beberkan Bukti Fintech 'Sikat' Layanan Perbankan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/23/320/2108298/bi-beberkan-bukti-fintech-sikat-layanan-perbankan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/23/320/2108298/bi-beberkan-bukti-fintech-sikat-layanan-perbankan</guid><pubDate>Senin 23 September 2019 17:27 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/23/320/2108298/bi-beberkan-bukti-fintech-sikat-layanan-perbankan-0gQeS8mUZU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fintech Sikat Bank (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/23/320/2108298/bi-beberkan-bukti-fintech-sikat-layanan-perbankan-0gQeS8mUZU.jpg</image><title>Fintech Sikat Bank (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia menyebut industri financial technology (fintech) mulai menjajah bisnis perbankan. Hal ini dibuktikan dengan sudah tersediannya beberapa layanan perbankan di perusahaan fintech ini.
Baca Juga: Bos OJK: Data Fintech Perlu Dilindungi oleh UU
Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mengatakan, salah satu contohnnya adalah transaksi pengiriman uang yang saat ini sudah tidak lagi mengandalkan perbankan. Pasalnya sudah ada aplikasi uang elektronik yang memberikan kemudahan.

&quot;Memang fintech share-nya masih kecil, tapi kita lihat potensinya dari itu, growth-nya sangat tinggi. Teknologi, preverensi dari masyarakat dan otoritas,&quot; ujar Fili saat ditemui di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Senin (23/9/2019).
Baca Juga: Sri Mulyani Bocorkan Cara Pajaki Fintech
Fili menjelaskan, memang saat ini perbankan masih mendominasi hingga 80% layanan dan akses keuangan. Namun, pertumbuhan fintech yang meningkat sangat cepat harus menjadi perhatian khusus.

Berdasarkan data Bank Indonesia, layanan transfer perbankan juga  terus mengalami penurunan. Sedangkan layanan uang eletronik terus  meningkat.

&quot;Jangan dibandingkan (fintech) dengan perbankan. Tapi kalau dulu  hampir 55% transfer bank, sekarang turun jadi 46%. Justru sekarang uang  elektronik (porsi) 23% dari 11%,&quot; ucapnya.

Meskipun begitu lanjut Fili, perbankan tidak perlu curiga akan  kehadiran dan menjamurnya fintech pembayaran. Namun ia juga mengingatkan  agar fintech lebih berhati-hati dalam melakukan inovasi.

&quot;Pemain baru fintech gak usah curiga, karena masing-masing interlink  perbankan. Fintech meng-create inovasi, tapi enggak boleh bablas, harus  ada kehati-hatian. Termasuk juga customer protection,&amp;rdquo; kata Fili.
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia menyebut industri financial technology (fintech) mulai menjajah bisnis perbankan. Hal ini dibuktikan dengan sudah tersediannya beberapa layanan perbankan di perusahaan fintech ini.
Baca Juga: Bos OJK: Data Fintech Perlu Dilindungi oleh UU
Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mengatakan, salah satu contohnnya adalah transaksi pengiriman uang yang saat ini sudah tidak lagi mengandalkan perbankan. Pasalnya sudah ada aplikasi uang elektronik yang memberikan kemudahan.

&quot;Memang fintech share-nya masih kecil, tapi kita lihat potensinya dari itu, growth-nya sangat tinggi. Teknologi, preverensi dari masyarakat dan otoritas,&quot; ujar Fili saat ditemui di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Senin (23/9/2019).
Baca Juga: Sri Mulyani Bocorkan Cara Pajaki Fintech
Fili menjelaskan, memang saat ini perbankan masih mendominasi hingga 80% layanan dan akses keuangan. Namun, pertumbuhan fintech yang meningkat sangat cepat harus menjadi perhatian khusus.

Berdasarkan data Bank Indonesia, layanan transfer perbankan juga  terus mengalami penurunan. Sedangkan layanan uang eletronik terus  meningkat.

&quot;Jangan dibandingkan (fintech) dengan perbankan. Tapi kalau dulu  hampir 55% transfer bank, sekarang turun jadi 46%. Justru sekarang uang  elektronik (porsi) 23% dari 11%,&quot; ucapnya.

Meskipun begitu lanjut Fili, perbankan tidak perlu curiga akan  kehadiran dan menjamurnya fintech pembayaran. Namun ia juga mengingatkan  agar fintech lebih berhati-hati dalam melakukan inovasi.

&quot;Pemain baru fintech gak usah curiga, karena masing-masing interlink  perbankan. Fintech meng-create inovasi, tapi enggak boleh bablas, harus  ada kehati-hatian. Termasuk juga customer protection,&amp;rdquo; kata Fili.
</content:encoded></item></channel></rss>
