<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tol Tanggul Semarang-Demak Jadi 'Sirip' Trans Jawa   </title><description>Pembangunan jalan Tol Tanggul Laut Semarang-Demak akan dimulai pada tahun ini</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/23/320/2108404/tol-tanggul-semarang-demak-jadi-sirip-trans-jawa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/23/320/2108404/tol-tanggul-semarang-demak-jadi-sirip-trans-jawa"/><item><title>Tol Tanggul Semarang-Demak Jadi 'Sirip' Trans Jawa   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/23/320/2108404/tol-tanggul-semarang-demak-jadi-sirip-trans-jawa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/23/320/2108404/tol-tanggul-semarang-demak-jadi-sirip-trans-jawa</guid><pubDate>Senin 23 September 2019 20:47 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/23/320/2108404/tol-tanggul-semarang-demak-jadi-sirip-trans-jawa-tIPA7GrqHc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan Tol. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/23/320/2108404/tol-tanggul-semarang-demak-jadi-sirip-trans-jawa-tIPA7GrqHc.jpg</image><title>Jalan Tol. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pembangunan jalan Tol Tanggul Laut Semarang-Demak akan dimulai pada tahun ini. Hal ini ditandai dengan penandatangan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) Semarang-Demak pada hari ini.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Tol Semarang-Demak nantinya menjadi titik awal dari pembangunan Jalan Tol Trans Jawa bagian utara. Sebab, pemerintah akan membangun jalan tol dari Semarang hingga Surabaya melalui sisi pantai utara jawa (Pantura).
Baca Juga: Sri Mulyani Senang Kota Kecilnya Dibangun Tol Tanggul Rob
&quot;Hari ini kita akan mulai pelaksanaan tol dari Semarang ke arah Surabaya di jalur utara. Project awalnya yang kita bangun Semarang-Demak dengan total 27 km,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (23/9/2019).
Menurut Basuki, memang Tol Trans Jawa saat ini sudah beroperasi full hingga Surabaya. Namun, jalan tol utama ini masih membutuhkan Tol sirip-sirip penghubung ke daerah-daerah sekitar.

Oleh karena itu, pemerintah akan mempercepat pembangunan jalan tol Semarang hingga Demak. Nantinya dari Demak akan dibangun lagi jalan tol menuju ke Tuban.
&quot;Akan diteruskan dari Demak sampai ke Tuban, sudah ada pemrakarsanya juga. Sampai Kudus, Pati, Rembang, Ngasem ke Tuban,&quot; jelasnya.
Baca Juga: Akhirnya, Proyek Tol Tanggul Rob Semarang-Demak Rp15,3 Triliun Diteken
Oleh karenanya lanjut Basuki,  dirinya meminta dukungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar merestui pembangunan Tol Trans Jawa bagian utara ini. Misalnya dari sisi penjaminan pembiayaannya.
Khusus Semarang-Demak, Menteri Basuki mengakui jika ada keterlambatan pembangunan Tol Semarang-Demak. Pasalnya, ada kebutuhan waktu tambahan untuk mengkaji integrasi dengan tanggul laut.
&amp;ldquo;Karena kita pasti akan butuh sirip-siripnya (Tol Trans Jawa),&amp;ldquo; ucapnya.Sebagai informasi, Pembangunan Tol Semarang-Demak membutuhkan  investasi sebesar Rp 15,3 triliun untuk pembangunan ruas sepanjang 27  Km. Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak membutuhkan lahan seluas  1.887.000 meter persegi. Lahan dibagi menjadi dua seksi, yaitu seksi I  Kota Semarang dan Seksi II Kabupaten Demak.
Jalan tol ini diintegrasikan dengan tanggul laut di pantai utara Kota  Semarang, mulai dari wilayah Kaligawe hingga Kali Sayung di Kabupaten  Demak. Tanggul laut ini berfungsi untuk mengatasi banjir, rob dan  penurunan (subsidence) di Semarang Utara bagian timur khususnya kawasan  Kaligawe sampai Sayung.
Jalan Tol Semarang-Demak direncanakan memiliki empat simpang susun  yaitu SS Kaligawe, SS Terboyo, SS Sayung dan SS Demak. Menteri PUPR  Basuki Hadimuljono sudah menetapkan Konsorsium PT PP (Persero) Tbk, PT  Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Misi Mulia Metrical sebagai pemenang  lelang proyek Tol Semarang-Demak.
Penetapan itu berdasarkan surat keputusan Nomor PB.02.01-Mn/1347  perihal Penetapan Pemenang Pada Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol  Semarang-Demak yang Terintegrasi Dengan Pembangunan Tanggul Laut Kota  Semarang. Surat itu diteken per 17 Juli 2019.</description><content:encoded>JAKARTA - Pembangunan jalan Tol Tanggul Laut Semarang-Demak akan dimulai pada tahun ini. Hal ini ditandai dengan penandatangan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) Semarang-Demak pada hari ini.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Tol Semarang-Demak nantinya menjadi titik awal dari pembangunan Jalan Tol Trans Jawa bagian utara. Sebab, pemerintah akan membangun jalan tol dari Semarang hingga Surabaya melalui sisi pantai utara jawa (Pantura).
Baca Juga: Sri Mulyani Senang Kota Kecilnya Dibangun Tol Tanggul Rob
&quot;Hari ini kita akan mulai pelaksanaan tol dari Semarang ke arah Surabaya di jalur utara. Project awalnya yang kita bangun Semarang-Demak dengan total 27 km,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (23/9/2019).
Menurut Basuki, memang Tol Trans Jawa saat ini sudah beroperasi full hingga Surabaya. Namun, jalan tol utama ini masih membutuhkan Tol sirip-sirip penghubung ke daerah-daerah sekitar.

Oleh karena itu, pemerintah akan mempercepat pembangunan jalan tol Semarang hingga Demak. Nantinya dari Demak akan dibangun lagi jalan tol menuju ke Tuban.
&quot;Akan diteruskan dari Demak sampai ke Tuban, sudah ada pemrakarsanya juga. Sampai Kudus, Pati, Rembang, Ngasem ke Tuban,&quot; jelasnya.
Baca Juga: Akhirnya, Proyek Tol Tanggul Rob Semarang-Demak Rp15,3 Triliun Diteken
Oleh karenanya lanjut Basuki,  dirinya meminta dukungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar merestui pembangunan Tol Trans Jawa bagian utara ini. Misalnya dari sisi penjaminan pembiayaannya.
Khusus Semarang-Demak, Menteri Basuki mengakui jika ada keterlambatan pembangunan Tol Semarang-Demak. Pasalnya, ada kebutuhan waktu tambahan untuk mengkaji integrasi dengan tanggul laut.
&amp;ldquo;Karena kita pasti akan butuh sirip-siripnya (Tol Trans Jawa),&amp;ldquo; ucapnya.Sebagai informasi, Pembangunan Tol Semarang-Demak membutuhkan  investasi sebesar Rp 15,3 triliun untuk pembangunan ruas sepanjang 27  Km. Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak membutuhkan lahan seluas  1.887.000 meter persegi. Lahan dibagi menjadi dua seksi, yaitu seksi I  Kota Semarang dan Seksi II Kabupaten Demak.
Jalan tol ini diintegrasikan dengan tanggul laut di pantai utara Kota  Semarang, mulai dari wilayah Kaligawe hingga Kali Sayung di Kabupaten  Demak. Tanggul laut ini berfungsi untuk mengatasi banjir, rob dan  penurunan (subsidence) di Semarang Utara bagian timur khususnya kawasan  Kaligawe sampai Sayung.
Jalan Tol Semarang-Demak direncanakan memiliki empat simpang susun  yaitu SS Kaligawe, SS Terboyo, SS Sayung dan SS Demak. Menteri PUPR  Basuki Hadimuljono sudah menetapkan Konsorsium PT PP (Persero) Tbk, PT  Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Misi Mulia Metrical sebagai pemenang  lelang proyek Tol Semarang-Demak.
Penetapan itu berdasarkan surat keputusan Nomor PB.02.01-Mn/1347  perihal Penetapan Pemenang Pada Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol  Semarang-Demak yang Terintegrasi Dengan Pembangunan Tanggul Laut Kota  Semarang. Surat itu diteken per 17 Juli 2019.</content:encoded></item></channel></rss>
