<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Malam-Malam Menteri Basuki Saksikan Uji Beban Tol Layang Jakarta-Cikampek</title><description>Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau uji beban Tol Jakarta-Cikampek Elevated II</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/23/320/2108444/malam-malam-menteri-basuki-saksikan-uji-beban-tol-layang-jakarta-cikampek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/23/320/2108444/malam-malam-menteri-basuki-saksikan-uji-beban-tol-layang-jakarta-cikampek"/><item><title>Malam-Malam Menteri Basuki Saksikan Uji Beban Tol Layang Jakarta-Cikampek</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/23/320/2108444/malam-malam-menteri-basuki-saksikan-uji-beban-tol-layang-jakarta-cikampek</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/23/320/2108444/malam-malam-menteri-basuki-saksikan-uji-beban-tol-layang-jakarta-cikampek</guid><pubDate>Senin 23 September 2019 23:21 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/23/320/2108444/malam-malam-menteri-basuki-saksikan-uji-beban-tol-layang-jakarta-cikampek-yQqd3gr3RZ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/23/320/2108444/malam-malam-menteri-basuki-saksikan-uji-beban-tol-layang-jakarta-cikampek-yQqd3gr3RZ.jpeg</image><title>Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>CIKARANG - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau uji beban Tol Jakarta-Cikampek Elevated II, malam ini. Uji beban ini sebagai rangkaian dari persiapan operasional jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated II.
Dalam acara peninjauan tersebut turut hadir Direktur Jenderal Bina Marga Sugiyartanto hingga Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit. Selain itu, hadir juga Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dessy Arriyani, Direktur Utama Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra.
Baca Juga: Pengaspalan Masih Jadi PR Tol Layang Jakarta-Cikampek
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, uji beban yang dilakukan pada malam hari ini meliputi dua hal. Pertama adalah uji statis dan uji dinamis.
Uji statis sendiri dilakukan dengan caa kendaraan berat ini berhenti di tengah-tengah jalan tol. Hal ini dilakukan untuk menguji seberapa statisnya girder dari konstruksi jalan tol Jakarta-Cikampek elevated II.

Sementara uji dinamis adalah dilakukan dengan cara kendaraan berat dijalankan pada jalan tol. Namun jalannya kendaraan    ditetapkan dalam kecepatan yang lambat.
Baca Juga: Ke Bandung Makin Cepat Lewat Tol Layang Jakarta-Cikampek
&amp;ldquo;Kita malam ini sesuai dengan rencana melakukan uji beban baik dinamis maupun statis. Masing-masing 26 ton. Ada 16 truk,&amp;rdquo; ujarnya saat meninjau uju beban di jan tol Jakarta Cikampek Elevtaed II, Cikarang, Jawa Barat, Senin (23/9/2019)
Pada malam hari ini, ada sekitar 16 truk yang digunakan untuk melakukan uji statis dan dinamis. Masing-masing truk tersebut memiliki muatan 26 ton.&amp;ldquo;Pertama kita liat uji dinamis. Kedua itu uji statis masing-masing dua truk lima truk enam truk kemudian 16 truk,&amp;rdquo; ucapnya
Jika uji beban ini lancar maka pengoperasian jalan tol Jakarta  Cikampek ini bisa dilakukan pada November 2019. Saat ini progres  pengerjaan konstruksi dari tol layang terpanjang di Indonesia ini  sebesar 96,5%.
&amp;ldquo;Hasilnya ini baru satu tipikal 37 kilo akan dicari ruas ruas uni  apakah panjang 120 apakah girder I 120. Misalnya bentang 75 meter  hasilnya tadi pertama dari segi kelenturan lebih kaku. Secara umum ruas  ini safe,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>CIKARANG - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau uji beban Tol Jakarta-Cikampek Elevated II, malam ini. Uji beban ini sebagai rangkaian dari persiapan operasional jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated II.
Dalam acara peninjauan tersebut turut hadir Direktur Jenderal Bina Marga Sugiyartanto hingga Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit. Selain itu, hadir juga Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dessy Arriyani, Direktur Utama Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra.
Baca Juga: Pengaspalan Masih Jadi PR Tol Layang Jakarta-Cikampek
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, uji beban yang dilakukan pada malam hari ini meliputi dua hal. Pertama adalah uji statis dan uji dinamis.
Uji statis sendiri dilakukan dengan caa kendaraan berat ini berhenti di tengah-tengah jalan tol. Hal ini dilakukan untuk menguji seberapa statisnya girder dari konstruksi jalan tol Jakarta-Cikampek elevated II.

Sementara uji dinamis adalah dilakukan dengan cara kendaraan berat dijalankan pada jalan tol. Namun jalannya kendaraan    ditetapkan dalam kecepatan yang lambat.
Baca Juga: Ke Bandung Makin Cepat Lewat Tol Layang Jakarta-Cikampek
&amp;ldquo;Kita malam ini sesuai dengan rencana melakukan uji beban baik dinamis maupun statis. Masing-masing 26 ton. Ada 16 truk,&amp;rdquo; ujarnya saat meninjau uju beban di jan tol Jakarta Cikampek Elevtaed II, Cikarang, Jawa Barat, Senin (23/9/2019)
Pada malam hari ini, ada sekitar 16 truk yang digunakan untuk melakukan uji statis dan dinamis. Masing-masing truk tersebut memiliki muatan 26 ton.&amp;ldquo;Pertama kita liat uji dinamis. Kedua itu uji statis masing-masing dua truk lima truk enam truk kemudian 16 truk,&amp;rdquo; ucapnya
Jika uji beban ini lancar maka pengoperasian jalan tol Jakarta  Cikampek ini bisa dilakukan pada November 2019. Saat ini progres  pengerjaan konstruksi dari tol layang terpanjang di Indonesia ini  sebesar 96,5%.
&amp;ldquo;Hasilnya ini baru satu tipikal 37 kilo akan dicari ruas ruas uni  apakah panjang 120 apakah girder I 120. Misalnya bentang 75 meter  hasilnya tadi pertama dari segi kelenturan lebih kaku. Secara umum ruas  ini safe,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
