<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kota Tampak Lebih Maju tapi Menyimpan 6 Masalah, Apa Saja?</title><description>Setiap wilayah memiliki persoalan masing-masing. Mulai dari banjir, sampah hingga kemacetan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/23/470/2108157/kota-tampak-lebih-maju-tapi-menyimpan-6-masalah-apa-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/23/470/2108157/kota-tampak-lebih-maju-tapi-menyimpan-6-masalah-apa-saja"/><item><title>Kota Tampak Lebih Maju tapi Menyimpan 6 Masalah, Apa Saja?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/23/470/2108157/kota-tampak-lebih-maju-tapi-menyimpan-6-masalah-apa-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/23/470/2108157/kota-tampak-lebih-maju-tapi-menyimpan-6-masalah-apa-saja</guid><pubDate>Senin 23 September 2019 13:14 WIB</pubDate><dc:creator>Maghfira Nursyabila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/23/470/2108157/kota-tampak-lebih-maju-tapi-menyimpan-6-masalah-apa-saja-FidjNdWRL1.png" expression="full" type="image/jpeg">6 Masalah di Perkotaan (Foto: Instagram/DJPK)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/23/470/2108157/kota-tampak-lebih-maju-tapi-menyimpan-6-masalah-apa-saja-FidjNdWRL1.png</image><title>6 Masalah di Perkotaan (Foto: Instagram/DJPK)</title></images><description> 
JAKARTA - Setiap wilayah memiliki persoalan masing-masing. Mulai dari banjir, sampah hingga kemacetan. Apa saja dan bagaimanakah solusinya?

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan memberikan informasi mengenai langkah-langkah untuk menghadapi permasalahan yang ada di wilayah perkotaan.



&quot;Setiap kawasan memiliki permasalahannya masing-masing. Tak terkecuali dengan perkotaan. Apa saja permasalahan di wilayah perkotaan dan apa langkah pemerintah untuk membantu daerah-daerah perkotaan tersebut mengatasinya? Mari sama-sama kita simak infografis di atas,&quot; demikian seperti dikutip dalam akun Instagram @ditjenpk, Senin (23/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Proyek Prestisius, Bekraf Buruh Rp100 Triliun untuk Bangun Kota Kreatif


Berikut permasalahan di perkotaan, sekilas tampak lebih maju namun menyimpan masalah tersendiri.



1. Permasalahan yang terjadi biasanya karena tingkat pertumbuhan penduduk perkotaan yang hampir 2 kali lipat dari pertumbuhan penduduk nasional



2. Kualitas dan konektivitas antar infrastruktur kurang memadai



3. Minimnya ketersediaan ruang publik
&amp;nbsp;Baca Juga: Kalahkan Singapura, Tokyo Kembali Dinobatkan sebagai Kota Teraman di Dunia


4. Kuantitas sampah dan polusi semakin meningkat



5. Perekonomian informasi yang tidak terkendali



6. Minimnya langkah antisipasi dan mitigasi bencana
&amp;nbsp;DJPK menyatakan bahwa untuk mengatasi permasalahan di perkotaan  dengan cara melakukan pinjaman kepada Pemda untuk tahun 2015-2020.



Pinjaman yang dilakukan berupa pembuatan Mass Rapid Transit (MRT)  Jakarta dengan jumlah pinjaman mencapai JPY63,9 miliar atau setara  dengan Rp8,3 triliun yang bertujuan untuk mengurangi kemacetan di  perkotaan.

&amp;nbsp;
Selanjutnya, dana itu juga digunakan untuk Urban Water Supply &amp;amp;  Sanitation Project di Bogor dengan jumlah pinjaman mencapai Rp87,0  miliar yang bertujuan untuk peningkatan sistem penyediaan air minum.

Lalu, ada Urban Sector Development Reform Project di Banda Aceh &amp;amp;  Palopo dengan jumlah pinjaman Rp86,1 miliar untuk pembangunan  Infrastruktur (pasar, tempat pelelangan ikan).



Yang terakhir dana sebesar USD69,3 juta atau setara dengan Rp9,7  triliun untuk sebuah Urgent Flood Mitigation Project di Jakarta sebagai  normalisasi sungai untuk mengatasi banjir.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Setiap wilayah memiliki persoalan masing-masing. Mulai dari banjir, sampah hingga kemacetan. Apa saja dan bagaimanakah solusinya?

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan memberikan informasi mengenai langkah-langkah untuk menghadapi permasalahan yang ada di wilayah perkotaan.



&quot;Setiap kawasan memiliki permasalahannya masing-masing. Tak terkecuali dengan perkotaan. Apa saja permasalahan di wilayah perkotaan dan apa langkah pemerintah untuk membantu daerah-daerah perkotaan tersebut mengatasinya? Mari sama-sama kita simak infografis di atas,&quot; demikian seperti dikutip dalam akun Instagram @ditjenpk, Senin (23/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Proyek Prestisius, Bekraf Buruh Rp100 Triliun untuk Bangun Kota Kreatif


Berikut permasalahan di perkotaan, sekilas tampak lebih maju namun menyimpan masalah tersendiri.



1. Permasalahan yang terjadi biasanya karena tingkat pertumbuhan penduduk perkotaan yang hampir 2 kali lipat dari pertumbuhan penduduk nasional



2. Kualitas dan konektivitas antar infrastruktur kurang memadai



3. Minimnya ketersediaan ruang publik
&amp;nbsp;Baca Juga: Kalahkan Singapura, Tokyo Kembali Dinobatkan sebagai Kota Teraman di Dunia


4. Kuantitas sampah dan polusi semakin meningkat



5. Perekonomian informasi yang tidak terkendali



6. Minimnya langkah antisipasi dan mitigasi bencana
&amp;nbsp;DJPK menyatakan bahwa untuk mengatasi permasalahan di perkotaan  dengan cara melakukan pinjaman kepada Pemda untuk tahun 2015-2020.



Pinjaman yang dilakukan berupa pembuatan Mass Rapid Transit (MRT)  Jakarta dengan jumlah pinjaman mencapai JPY63,9 miliar atau setara  dengan Rp8,3 triliun yang bertujuan untuk mengurangi kemacetan di  perkotaan.

&amp;nbsp;
Selanjutnya, dana itu juga digunakan untuk Urban Water Supply &amp;amp;  Sanitation Project di Bogor dengan jumlah pinjaman mencapai Rp87,0  miliar yang bertujuan untuk peningkatan sistem penyediaan air minum.

Lalu, ada Urban Sector Development Reform Project di Banda Aceh &amp;amp;  Palopo dengan jumlah pinjaman Rp86,1 miliar untuk pembangunan  Infrastruktur (pasar, tempat pelelangan ikan).



Yang terakhir dana sebesar USD69,3 juta atau setara dengan Rp9,7  triliun untuk sebuah Urgent Flood Mitigation Project di Jakarta sebagai  normalisasi sungai untuk mengatasi banjir.</content:encoded></item></channel></rss>
