<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Curhat Sri Mulyani ke DPR: APBN 2020 Dihadapkan Dinamika Global hingga Geopolitik   </title><description>Selama proses penyusunan APBN 2020, pemerintah dihadapkan dengan dinamika perekonomian dan geopolitik global yang sangat tinggi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/24/20/2108690/curhat-sri-mulyani-ke-dpr-apbn-2020-dihadapkan-dinamika-global-hingga-geopolitik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/24/20/2108690/curhat-sri-mulyani-ke-dpr-apbn-2020-dihadapkan-dinamika-global-hingga-geopolitik"/><item><title>Curhat Sri Mulyani ke DPR: APBN 2020 Dihadapkan Dinamika Global hingga Geopolitik   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/24/20/2108690/curhat-sri-mulyani-ke-dpr-apbn-2020-dihadapkan-dinamika-global-hingga-geopolitik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/24/20/2108690/curhat-sri-mulyani-ke-dpr-apbn-2020-dihadapkan-dinamika-global-hingga-geopolitik</guid><pubDate>Selasa 24 September 2019 15:10 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/24/20/2108690/curhat-sri-mulyani-ke-dpr-apbn-2020-dihadapkan-dinamika-global-hingga-geopolitik-xhZSRaW3Pr.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pengesahan RUU APBN 2020 di Sidang Paripurna DPR. (Foto: Okezone.com/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/24/20/2108690/curhat-sri-mulyani-ke-dpr-apbn-2020-dihadapkan-dinamika-global-hingga-geopolitik-xhZSRaW3Pr.jpeg</image><title>Pengesahan RUU APBN 2020 di Sidang Paripurna DPR. (Foto: Okezone.com/Yohana)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, selama proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020, pemerintah dihadapkan dengan dinamika perekonomian dan geopolitik global yang sangat tinggi. Hal itu disampaikannya kepada DPR dalam Rapat Paripurna mengenai UU APBN 2020.
Baca Juga: RUU APBN 2020 Disahkan Jadi UU di Tengah Aksi Demo
Dia menjelaskan, APBN 2020 disusun ketika meningkatnya ketidakpastian perang dagang yang berlarut-larut dan eskalatif antara Amerika Serikat dan Tiongkok sebagai dua ekonomi terbesar dunia. Sehingga menimbulkan ketidakpastian ekonomi global yang semakin sulit diprediksi.
&quot;Kondisi ini berdampak pada perlambatan ekonomi di banyak negara di dunia dan ketidakpastian harga komoditas yang cenderung melemah,&quot; ujar Sri Mulyani kepada anggota DPR RI dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Sementara itu, kondisi geopolitik juga bergejolak di kawasan Asia dan Timur Tengah. Kondisi ini semakin membebani tekanan pada ekonomi global yang tengah melemah.
Baca Juga: Dibawa ke Rapat Paripurna, Besok APBN 2020 Disahkan Jadi Undang-Undang
Oleh sebab itu, lanjut Sri Mulyani, dalam menghadapi ancaman pelemahan ekonomi dan dinamika global tersebut peranan APBN sebagai instrumen counter cyclical menjadi sangat penting. Seperti yang dilakukan pada tahun 2019, APBN diposisikan sebagai instrumen stimulus perekonomian melalui kebijakan belanja dan insentif fiskal bagi kegiatan dunia usaha, melanjutkan pemerataan pembangunan, serta memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat.
Tak hanya itu, pelonggaran fiskal secara terukur juga diperlukan untuk menetralisir pengaruh perlemahan global dan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tahun 2019.&quot;Sejalan dengan langkah tersebut, kebijakan fiskal tahun 2020 juga  tetap diarahkan agar menjaga stimulasi ekonomi secara terarah dan  terukur untuk menjaga perekonomian tumbuh di atas 5 persen,&quot; jelasnya.
Selain itu, APBN 2020 juga diarahkan untuk menjaga pencapaian  pembangunan seperti pengurangan kemiskinan, penciptaan kesempatan kerja  dan perbaikan pemerataan ekonomi.
Kebijakan fiskal tahun depan juga untuk terus memperkuat fondasi dan  daya saing ekonomi agar tidak terdampak secara negatif oleh gejolak  global melalui perbaikan kualitas SDM, memperkuat institusi, memperkuat  industri dengan memberikan insentif fiskal.
&quot;Serta diarahkan untuk memperbaiki kualitas belanja negara agar makin efektif, efisien dan produktif,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, selama proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020, pemerintah dihadapkan dengan dinamika perekonomian dan geopolitik global yang sangat tinggi. Hal itu disampaikannya kepada DPR dalam Rapat Paripurna mengenai UU APBN 2020.
Baca Juga: RUU APBN 2020 Disahkan Jadi UU di Tengah Aksi Demo
Dia menjelaskan, APBN 2020 disusun ketika meningkatnya ketidakpastian perang dagang yang berlarut-larut dan eskalatif antara Amerika Serikat dan Tiongkok sebagai dua ekonomi terbesar dunia. Sehingga menimbulkan ketidakpastian ekonomi global yang semakin sulit diprediksi.
&quot;Kondisi ini berdampak pada perlambatan ekonomi di banyak negara di dunia dan ketidakpastian harga komoditas yang cenderung melemah,&quot; ujar Sri Mulyani kepada anggota DPR RI dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Sementara itu, kondisi geopolitik juga bergejolak di kawasan Asia dan Timur Tengah. Kondisi ini semakin membebani tekanan pada ekonomi global yang tengah melemah.
Baca Juga: Dibawa ke Rapat Paripurna, Besok APBN 2020 Disahkan Jadi Undang-Undang
Oleh sebab itu, lanjut Sri Mulyani, dalam menghadapi ancaman pelemahan ekonomi dan dinamika global tersebut peranan APBN sebagai instrumen counter cyclical menjadi sangat penting. Seperti yang dilakukan pada tahun 2019, APBN diposisikan sebagai instrumen stimulus perekonomian melalui kebijakan belanja dan insentif fiskal bagi kegiatan dunia usaha, melanjutkan pemerataan pembangunan, serta memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat.
Tak hanya itu, pelonggaran fiskal secara terukur juga diperlukan untuk menetralisir pengaruh perlemahan global dan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tahun 2019.&quot;Sejalan dengan langkah tersebut, kebijakan fiskal tahun 2020 juga  tetap diarahkan agar menjaga stimulasi ekonomi secara terarah dan  terukur untuk menjaga perekonomian tumbuh di atas 5 persen,&quot; jelasnya.
Selain itu, APBN 2020 juga diarahkan untuk menjaga pencapaian  pembangunan seperti pengurangan kemiskinan, penciptaan kesempatan kerja  dan perbaikan pemerataan ekonomi.
Kebijakan fiskal tahun depan juga untuk terus memperkuat fondasi dan  daya saing ekonomi agar tidak terdampak secara negatif oleh gejolak  global melalui perbaikan kualitas SDM, memperkuat institusi, memperkuat  industri dengan memberikan insentif fiskal.
&quot;Serta diarahkan untuk memperbaiki kualitas belanja negara agar makin efektif, efisien dan produktif,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
