<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Defisit APBN 2019 Kian Melebar, Tembus Rp199 Triliun</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan realisasi defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp199,1 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/24/20/2108772/defisit-apbn-2019-kian-melebar-tembus-rp199-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/24/20/2108772/defisit-apbn-2019-kian-melebar-tembus-rp199-triliun"/><item><title>Defisit APBN 2019 Kian Melebar, Tembus Rp199 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/24/20/2108772/defisit-apbn-2019-kian-melebar-tembus-rp199-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/24/20/2108772/defisit-apbn-2019-kian-melebar-tembus-rp199-triliun</guid><pubDate>Selasa 24 September 2019 17:25 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/24/20/2108772/defisit-apbn-2019-kian-melebar-tembus-rp199-triliun-Or0mpe3pQK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Defisit APBN 2019 Kian Melebar (Foto: Okezone.com/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/24/20/2108772/defisit-apbn-2019-kian-melebar-tembus-rp199-triliun-Or0mpe3pQK.jpg</image><title>Defisit APBN 2019 Kian Melebar (Foto: Okezone.com/Yohana)</title></images><description> 
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan realisasi defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp199,1 triliun hingga akhir Agustus 2019. Angka itu setara dengan 1,24% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
&amp;nbsp;Baca Juga: Penerimaan Perpajakan Rp810 Triliun, Sri Mulyani: Masih di Bawah 50%
Realisasi defisit ini mengalami peningkatan bila dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp150,5 triliun atau 1,02% terhadap PDB.
&quot;Total defisit anggaran saat ini memang lebih besar dibandingkan defisit tahun lalu. Ada kenaikan defisit yang cukup besar yaitu 32,2%,&quot; ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (24/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani Sindir Pejabat 'Malas', Tanya Anggaran via WA
Defisit APBN hingga Agustus 2019 didorong pertumbuhan pendapatan yang lebih rendah dari laju pertumbuhan belanja negara.
Pendapatan negara tercatat sebesar Rp1.899,3  triliun atau 54,9% dari target APBN 2019 yang sebesar Rp2.165,1 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 3,2% dibandingkan periode akhir Agustus 2018 sebesar Rp1.152,9 triliun.
&amp;nbsp;Sedangkan realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp1.388,3  triliun atau sudah 56,4% dari pagu APBN 2019 sebesar Rp2.461,1.  Realisasi ini tumbuh sebesar 6,5% dibandingkan realisasi APBN pada  periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.303,4 triliun.
&quot;Pertumbuhan belanja negara itu mengalami pertumbuhan yang lebih  lemah sedikit dibandingkan periode tahun lalu yang tumbuh 8,8%,&quot;  katanya.
Keseimbangan primer hingga akhir Agustus 2019 pun tercatat defisit  sebesar Rp26,6 triliun, menurun 326,9% dari realiasi periode sama di  tahun lalu yang mengalami surplus sebesar Rp11,7 triliun.
Adapun untuk realisasi pembiayaan anggaran hingga Agustus 2019  sebesar Rp280,3 triliun atau mencapai 94,7% dari pagu APBN 2019 yang  sebesar Rp296 triliun. Pembiayaan ini lebih tinggi 4,8% dari periode  sama tahun lalu sebesar Rp267,5 triliun.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan realisasi defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp199,1 triliun hingga akhir Agustus 2019. Angka itu setara dengan 1,24% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
&amp;nbsp;Baca Juga: Penerimaan Perpajakan Rp810 Triliun, Sri Mulyani: Masih di Bawah 50%
Realisasi defisit ini mengalami peningkatan bila dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp150,5 triliun atau 1,02% terhadap PDB.
&quot;Total defisit anggaran saat ini memang lebih besar dibandingkan defisit tahun lalu. Ada kenaikan defisit yang cukup besar yaitu 32,2%,&quot; ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (24/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani Sindir Pejabat 'Malas', Tanya Anggaran via WA
Defisit APBN hingga Agustus 2019 didorong pertumbuhan pendapatan yang lebih rendah dari laju pertumbuhan belanja negara.
Pendapatan negara tercatat sebesar Rp1.899,3  triliun atau 54,9% dari target APBN 2019 yang sebesar Rp2.165,1 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 3,2% dibandingkan periode akhir Agustus 2018 sebesar Rp1.152,9 triliun.
&amp;nbsp;Sedangkan realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp1.388,3  triliun atau sudah 56,4% dari pagu APBN 2019 sebesar Rp2.461,1.  Realisasi ini tumbuh sebesar 6,5% dibandingkan realisasi APBN pada  periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.303,4 triliun.
&quot;Pertumbuhan belanja negara itu mengalami pertumbuhan yang lebih  lemah sedikit dibandingkan periode tahun lalu yang tumbuh 8,8%,&quot;  katanya.
Keseimbangan primer hingga akhir Agustus 2019 pun tercatat defisit  sebesar Rp26,6 triliun, menurun 326,9% dari realiasi periode sama di  tahun lalu yang mengalami surplus sebesar Rp11,7 triliun.
Adapun untuk realisasi pembiayaan anggaran hingga Agustus 2019  sebesar Rp280,3 triliun atau mencapai 94,7% dari pagu APBN 2019 yang  sebesar Rp296 triliun. Pembiayaan ini lebih tinggi 4,8% dari periode  sama tahun lalu sebesar Rp267,5 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
