<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wanita Ini Jadi Sosok di Balik Kesuksesan Grab Menjadi Decacorn</title><description>Tan Hooi Ling merupakan salah satu pendiri Grab, aplikasi startup yang telah menjadi decacorn pertama di Asia Tenggara</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/24/320/2108676/wanita-ini-jadi-sosok-di-balik-kesuksesan-grab-menjadi-decacorn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/24/320/2108676/wanita-ini-jadi-sosok-di-balik-kesuksesan-grab-menjadi-decacorn"/><item><title>Wanita Ini Jadi Sosok di Balik Kesuksesan Grab Menjadi Decacorn</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/24/320/2108676/wanita-ini-jadi-sosok-di-balik-kesuksesan-grab-menjadi-decacorn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/24/320/2108676/wanita-ini-jadi-sosok-di-balik-kesuksesan-grab-menjadi-decacorn</guid><pubDate>Selasa 24 September 2019 15:04 WIB</pubDate><dc:creator>Delia Citra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/24/320/2108676/wanita-ini-jadi-sosok-di-balik-kesuksesan-grab-menjadi-decacorn-XAG5P0uh95.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cofounder Grab Tan Hooi. (Foto: Okezone.com/Forbes)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/24/320/2108676/wanita-ini-jadi-sosok-di-balik-kesuksesan-grab-menjadi-decacorn-XAG5P0uh95.jpg</image><title>Cofounder Grab Tan Hooi. (Foto: Okezone.com/Forbes)</title></images><description>JAKARTA - Tan Hooi Ling merupakan salah satu pendiri Grab, aplikasi startup yang telah menjadi decacorn pertama di Asia Tenggara. Wanita berusia 35 tahun yang merupakan warga negara Malaysia ini memimpin perusahaan bersama rekannya Anthony Tan.
Grab kini telah mengumpulkan lebih dari USD 9 miliar atau sekitar Rp126 triliun sejak diluncurkan pada 2012. Setengah dari dana yang dikumpulkan Grab tersebut dijaring pada Maret 2019 senilai USD4,5 miliar dari Softbank Vision Fund, Alibaba Microsoft dan 26 investor lainnya.
Baca Juga: Grab Bakal Akuisisi Dana Demi Tandingi Gojek?
Suntikan dana ini membuat nilai Grab sebagai perusahaan mencapai USD14 miliar. Grab juga juga bersiap melakukan pendanaan Seri H dengan target dana USD2 miliar yang direncanakan akan rampung sebelum berakhirnya tahun ini.

Sebagai Chief Operating Officer di Grab, Tan Hooi Ling fokus pada peningkatan pangsa pasar Grab di delapan negara dan 336 kota. Salah satunya adalah dengan akuisisi operasional Uber di Asia Tenggara yang nilainya mencapai miliaran dolar AS.
Dengan akuisisi tersebut, market share Grab di Indonesia yang merupakan pasar tersbesar di Asia Tenggara naik tajam menjadi 60% pada pertengahan 2018 dari awalnya menjadi 30% di awal 2017.
Baca Juga: SoftBank Gencar Investasi ke Grab Indonesia, Siapa Sih Bosnya?
Sang ayah yang merupakan seorang insinyur sipil membuat Tan terinspirasi belajar teknik mesin di University of Bath di Inggris. Setelah itu dia menjadi insinyur di perusahaan farmasi raksasa, Eli Lilly di London.
Tan pindah ke perusahaan konsultan McKinsey di Malaysia. Di sana Tan mendapat sponsor untuk mendapat gelar MBA dari Harvard. Di kampus tersebut, dirinya bertemu dengan salah satu pendiri Grab, Anthony Tan.Meskipun dia bekerja di Salesforce, San Francisco setelah lulus, Tan  menghabiskan waktu luangnya untuk mengembangkan Grab bersama Anthony  Tan. Bahkan liburannya di Kuala Lumpur diputuskan untuk membangun tim.
Peran Tan tidaklah sedikit di Grab. Berkat dia, Grab kini memiliki  nilai USD25 miliar atau Rp350 triliun. Grab juga telah menjadi bagian  dari payment market Asia yang mencapai USD500 miliar.
Di Singapura, Grab tengah menunggu untuk mendapatkan lisensi digital  bank dari otoritas moneternya. Fintech Grab Financial Group menyokong  banyaknya jumlah download aplikasi Grab yang mencapai 152 juta.
Pada 2018, Grab bermitra dengan Credit Saison Jepang untuk  menyediakan layanan pinjaman, dan bermitra dengan Mastercard untuk  layanan prabayar. Di luar fintech, Tan mencari layanan vertikal lainnya  termasuk layanan video, pemesanan perjalanan dan layanan kesehatan, yang  ingin dijual di seluruh Asia Tenggara.</description><content:encoded>JAKARTA - Tan Hooi Ling merupakan salah satu pendiri Grab, aplikasi startup yang telah menjadi decacorn pertama di Asia Tenggara. Wanita berusia 35 tahun yang merupakan warga negara Malaysia ini memimpin perusahaan bersama rekannya Anthony Tan.
Grab kini telah mengumpulkan lebih dari USD 9 miliar atau sekitar Rp126 triliun sejak diluncurkan pada 2012. Setengah dari dana yang dikumpulkan Grab tersebut dijaring pada Maret 2019 senilai USD4,5 miliar dari Softbank Vision Fund, Alibaba Microsoft dan 26 investor lainnya.
Baca Juga: Grab Bakal Akuisisi Dana Demi Tandingi Gojek?
Suntikan dana ini membuat nilai Grab sebagai perusahaan mencapai USD14 miliar. Grab juga juga bersiap melakukan pendanaan Seri H dengan target dana USD2 miliar yang direncanakan akan rampung sebelum berakhirnya tahun ini.

Sebagai Chief Operating Officer di Grab, Tan Hooi Ling fokus pada peningkatan pangsa pasar Grab di delapan negara dan 336 kota. Salah satunya adalah dengan akuisisi operasional Uber di Asia Tenggara yang nilainya mencapai miliaran dolar AS.
Dengan akuisisi tersebut, market share Grab di Indonesia yang merupakan pasar tersbesar di Asia Tenggara naik tajam menjadi 60% pada pertengahan 2018 dari awalnya menjadi 30% di awal 2017.
Baca Juga: SoftBank Gencar Investasi ke Grab Indonesia, Siapa Sih Bosnya?
Sang ayah yang merupakan seorang insinyur sipil membuat Tan terinspirasi belajar teknik mesin di University of Bath di Inggris. Setelah itu dia menjadi insinyur di perusahaan farmasi raksasa, Eli Lilly di London.
Tan pindah ke perusahaan konsultan McKinsey di Malaysia. Di sana Tan mendapat sponsor untuk mendapat gelar MBA dari Harvard. Di kampus tersebut, dirinya bertemu dengan salah satu pendiri Grab, Anthony Tan.Meskipun dia bekerja di Salesforce, San Francisco setelah lulus, Tan  menghabiskan waktu luangnya untuk mengembangkan Grab bersama Anthony  Tan. Bahkan liburannya di Kuala Lumpur diputuskan untuk membangun tim.
Peran Tan tidaklah sedikit di Grab. Berkat dia, Grab kini memiliki  nilai USD25 miliar atau Rp350 triliun. Grab juga telah menjadi bagian  dari payment market Asia yang mencapai USD500 miliar.
Di Singapura, Grab tengah menunggu untuk mendapatkan lisensi digital  bank dari otoritas moneternya. Fintech Grab Financial Group menyokong  banyaknya jumlah download aplikasi Grab yang mencapai 152 juta.
Pada 2018, Grab bermitra dengan Credit Saison Jepang untuk  menyediakan layanan pinjaman, dan bermitra dengan Mastercard untuk  layanan prabayar. Di luar fintech, Tan mencari layanan vertikal lainnya  termasuk layanan video, pemesanan perjalanan dan layanan kesehatan, yang  ingin dijual di seluruh Asia Tenggara.</content:encoded></item></channel></rss>
