<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>'Jeritan' Greta Thunberg soal Ambisi Ekonomi Sita Perhatian KTT Iklim PBB   </title><description>Aktivis perubahan iklim berusia 16 tahun asal Swedia, Greta Thunberg, angkat bicara soal forum KTT Iklim PBB</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/24/320/2108809/jeritan-greta-thunberg-soal-ambisi-ekonomi-sita-perhatian-ktt-iklim-pbb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/24/320/2108809/jeritan-greta-thunberg-soal-ambisi-ekonomi-sita-perhatian-ktt-iklim-pbb"/><item><title>'Jeritan' Greta Thunberg soal Ambisi Ekonomi Sita Perhatian KTT Iklim PBB   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/24/320/2108809/jeritan-greta-thunberg-soal-ambisi-ekonomi-sita-perhatian-ktt-iklim-pbb</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/24/320/2108809/jeritan-greta-thunberg-soal-ambisi-ekonomi-sita-perhatian-ktt-iklim-pbb</guid><pubDate>Selasa 24 September 2019 18:59 WIB</pubDate><dc:creator>Rizqa Leony Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/24/320/2108809/jeritan-greta-thunberg-soal-ambisi-ekonomi-sita-perhatian-ktt-iklim-pbb-LH3XGsNdB4.png" expression="full" type="image/jpeg">Aktivis Perubahan Iklim Greta Angkat Bicara di KTT Iklim PBB. (Foto: Okezone.com/Twitter/ABC News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/24/320/2108809/jeritan-greta-thunberg-soal-ambisi-ekonomi-sita-perhatian-ktt-iklim-pbb-LH3XGsNdB4.png</image><title>Aktivis Perubahan Iklim Greta Angkat Bicara di KTT Iklim PBB. (Foto: Okezone.com/Twitter/ABC News)</title></images><description>JAKARTA - Aktivis perubahan iklim berusia 16 tahun asal Swedia, Greta Thunberg, angkat bicara soal forum KTT Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dia mengaku kecewa mendalam terhadap pemimpin dunia.
&quot;Ini semua salah. Anda semua datang kepada generasi muda untuk memberi kami harapan. Beraninya kau! Telah mencuri impian dan masa kecil saya dengan omong kosong Anda,&quot; ujar Greta, dikutip dari akun Twitter resmi ABC News, Jakarta, Selasa (24/9/2019).
Baca Juga: Perubahan Iklim Picu Kerugian Ekonomi Global hingga USD2,4 Triliun di 2030
KTT iklim adalah bagian dari Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) yang direncanakan untuk membahas lompatan dalam ambisi nasional kolektif. Hal ini tidak jauh berbeda dengan Paris Climate Agreement, yaitu perjanjian 2016 di mana Trump bersumpah untuk menarik AS pada tahun 2017.
Konferensi ini diselenggarakan di New York dan dihadiri oleh para pemimpin dunia yang menyuarakan berbagai janji terkait upaya-upaya pencegahan perubahan iklim. Dalam konferensi tersebut, beberapa negara berjanji akan melarang penggunaan batu bara dalam 10 tahun. Sedangkan negara lainnya menyebut berbagai pencapaian tentang netralitas iklim per tahun 2050.

Anehnya, Presiden AS Donald Trump hanya datang selama beberapa saat dan tidak berbicara di dalam pertemuan tersebut. Dia hanya datang mendengarkan beberapa pendapat dan langsung meninggalkan ruangan tanpa mengucapkan satu patah kata pun.
Baca Juga: Pengusaha Minta Pemerintah Antisipasi Penurunan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global
Trump dan pejabat administrasi lainnya telah mengisyaratkan bahwa mereka tidak melihat perubahan iklim sebagai krisis seacara langsung. Kepala Badan Perlindungan Lingkungan Andrew Wheeler mengatakan kualitas air dan polusi laut adalah ancaman global yang lebih besar.Dalam konferensi tersebut, AS mengaku telah mengurangi emisi gas  rumah kaca secara signifikan dari 2005 hingga 2017, dan juru bicara  mengatakan negara itu telah pemimpin dunia dalam teknologi energi  inovatif. Greta Thunberg, yang berperan dalam memimpin gerakan pemogokan  iklim global, mengatakan tindakan Trump pada perubahan iklim dapat  dilihat sebagai kurangnya komitmen dari AS dan mempengaruhi  negara-negara lain untuk menetapkan tujuan.
Greta awalnya menyatakan bahwa saat itu seharusnya dia berada di  sekolah, bukan berbicara di pertemuan tersebut. Dengan emosional, ia  menyampaikan bahwa saat ini orang-orang menderita, orang-orang sekarat,  seluruh ekosistem runtuh, dan masyarakat telah berada di fase awal  kepunahan besar-besaran.
Sedangkan, ia merasa bahwa yang dibicarakan para pemimpin hanyalah  soal uang dan dongeng soal pertumbuhan ekonomi. &quot;Pesanku adalah, kami  akan terus mengawasimu,&quot; ujar Greta.</description><content:encoded>JAKARTA - Aktivis perubahan iklim berusia 16 tahun asal Swedia, Greta Thunberg, angkat bicara soal forum KTT Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dia mengaku kecewa mendalam terhadap pemimpin dunia.
&quot;Ini semua salah. Anda semua datang kepada generasi muda untuk memberi kami harapan. Beraninya kau! Telah mencuri impian dan masa kecil saya dengan omong kosong Anda,&quot; ujar Greta, dikutip dari akun Twitter resmi ABC News, Jakarta, Selasa (24/9/2019).
Baca Juga: Perubahan Iklim Picu Kerugian Ekonomi Global hingga USD2,4 Triliun di 2030
KTT iklim adalah bagian dari Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) yang direncanakan untuk membahas lompatan dalam ambisi nasional kolektif. Hal ini tidak jauh berbeda dengan Paris Climate Agreement, yaitu perjanjian 2016 di mana Trump bersumpah untuk menarik AS pada tahun 2017.
Konferensi ini diselenggarakan di New York dan dihadiri oleh para pemimpin dunia yang menyuarakan berbagai janji terkait upaya-upaya pencegahan perubahan iklim. Dalam konferensi tersebut, beberapa negara berjanji akan melarang penggunaan batu bara dalam 10 tahun. Sedangkan negara lainnya menyebut berbagai pencapaian tentang netralitas iklim per tahun 2050.

Anehnya, Presiden AS Donald Trump hanya datang selama beberapa saat dan tidak berbicara di dalam pertemuan tersebut. Dia hanya datang mendengarkan beberapa pendapat dan langsung meninggalkan ruangan tanpa mengucapkan satu patah kata pun.
Baca Juga: Pengusaha Minta Pemerintah Antisipasi Penurunan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global
Trump dan pejabat administrasi lainnya telah mengisyaratkan bahwa mereka tidak melihat perubahan iklim sebagai krisis seacara langsung. Kepala Badan Perlindungan Lingkungan Andrew Wheeler mengatakan kualitas air dan polusi laut adalah ancaman global yang lebih besar.Dalam konferensi tersebut, AS mengaku telah mengurangi emisi gas  rumah kaca secara signifikan dari 2005 hingga 2017, dan juru bicara  mengatakan negara itu telah pemimpin dunia dalam teknologi energi  inovatif. Greta Thunberg, yang berperan dalam memimpin gerakan pemogokan  iklim global, mengatakan tindakan Trump pada perubahan iklim dapat  dilihat sebagai kurangnya komitmen dari AS dan mempengaruhi  negara-negara lain untuk menetapkan tujuan.
Greta awalnya menyatakan bahwa saat itu seharusnya dia berada di  sekolah, bukan berbicara di pertemuan tersebut. Dengan emosional, ia  menyampaikan bahwa saat ini orang-orang menderita, orang-orang sekarat,  seluruh ekosistem runtuh, dan masyarakat telah berada di fase awal  kepunahan besar-besaran.
Sedangkan, ia merasa bahwa yang dibicarakan para pemimpin hanyalah  soal uang dan dongeng soal pertumbuhan ekonomi. &quot;Pesanku adalah, kami  akan terus mengawasimu,&quot; ujar Greta.</content:encoded></item></channel></rss>
