<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Begini Penggunaan APBN untuk Bangun Ibu Kota Baru   </title><description>19,2% dari APBN senilai atau Rp89,4 triliun diperuntukan untuk pembangunan istana negara, bangunan startegis TNI/Polri</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/25/20/2109347/begini-penggunaan-apbn-untuk-bangun-ibu-kota-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/25/20/2109347/begini-penggunaan-apbn-untuk-bangun-ibu-kota-baru"/><item><title>Begini Penggunaan APBN untuk Bangun Ibu Kota Baru   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/25/20/2109347/begini-penggunaan-apbn-untuk-bangun-ibu-kota-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/25/20/2109347/begini-penggunaan-apbn-untuk-bangun-ibu-kota-baru</guid><pubDate>Rabu 25 September 2019 20:41 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/25/20/2109347/begini-penggunaan-apbn-untuk-bangun-ibu-kota-baru-LGCNipnHnY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/25/20/2109347/begini-penggunaan-apbn-untuk-bangun-ibu-kota-baru-LGCNipnHnY.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Yohana)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan dana awal pembangunan ibu kota baru berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini untuk memberikan stimulus agar swasta tertarik ikut dalam proyek infrastruktur di ibu kota baru tersebut.
Nantinya 19,2% dari APBN senilai atau Rp89,4 triliun diperuntukan untuk pembangunan istana negara, bangunan startegis TNI/Polri, gedung legislatif dan yudikatif, pengadaan lahan, ruang terbuka hijau, dan pangkalan militer.
Baca Juga: Ibu Kota Pindah, Sri Mulyani: Anggaran Perjalanan Dinas PNS Akan Meningkat
&amp;ldquo;Kami hampir yakin dalam tahap awal peranan APBN akan lebih besar karena dia jadi penarik minat swasta untuk itu tentu kita akan gunakan instrumen seperti availibity payment, availibility gap fund, project dev fasility dan penjaminan,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara rapat pansus pemindahan ibu kota di Ruang Rapat Komisi II DPR-RI, Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Nantinya anggaran yang berasal dari APBN bersumber dari pemanfaatan aset Badan Milik Negara (BMN). Pemanfaatan aset ini mencakup dua opsi, pertama pemanfaatan BMN dan kedua, pemindah tanganan BMN.
&amp;ldquo;Itu terbuka meskipun pemerintah harus menimbang dan harus bisa dipindah tangankan,&amp;rdquo; ucapnya.
Baca Juga: Bocoran Lokasi Istana Negara hingga Gedung DPR di Ibu Kota Baru
Setelah itu, pembiayaan pemindahan ibu kota akan menggunakan dua skema lainnya. Pertama adalah skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan juga investasi langsung oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ataupun swasta.54,4% dari skema KPBU senilai Rp253,4 triliun untuk membiayai  infrastruktur, rumah dinas pegawai pemerintah, pembangunan infrastruktur  utama, gedung eksekutif, urban transportasi berbasis rel, infrastruktur  perhubungan, sarana pendidikan dan kesehatan serta lembaga  pemasyarakatan.
&amp;ldquo;Tujuannya meringankan beban APBN langsung namun tifak berarti tidak  ada beban. Mungkin bebannya fergeser pada masa yang akan datang,&amp;rdquo;  ucapnya.

Selanjutnya, 26,4% dari investasi langsung senilai Rp123,2  triliun untuk membiayai perumahan umum, lembaga pendidikan, science  technopark, sarana kesehatan, pusat perbelanjaan, dan MICE.
&amp;ldquo;Yang sumber dari swasta ada ruang buat mereka ikut partisipasi yang  secara keuangan menguntungkan mereka terutama perumahan pembangunan  untuk sarana kesehatan pusat belanja dan mice ini peranan swasta bisa  kita tingkatkan dalam faislitas tersebut,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan dana awal pembangunan ibu kota baru berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini untuk memberikan stimulus agar swasta tertarik ikut dalam proyek infrastruktur di ibu kota baru tersebut.
Nantinya 19,2% dari APBN senilai atau Rp89,4 triliun diperuntukan untuk pembangunan istana negara, bangunan startegis TNI/Polri, gedung legislatif dan yudikatif, pengadaan lahan, ruang terbuka hijau, dan pangkalan militer.
Baca Juga: Ibu Kota Pindah, Sri Mulyani: Anggaran Perjalanan Dinas PNS Akan Meningkat
&amp;ldquo;Kami hampir yakin dalam tahap awal peranan APBN akan lebih besar karena dia jadi penarik minat swasta untuk itu tentu kita akan gunakan instrumen seperti availibity payment, availibility gap fund, project dev fasility dan penjaminan,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara rapat pansus pemindahan ibu kota di Ruang Rapat Komisi II DPR-RI, Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Nantinya anggaran yang berasal dari APBN bersumber dari pemanfaatan aset Badan Milik Negara (BMN). Pemanfaatan aset ini mencakup dua opsi, pertama pemanfaatan BMN dan kedua, pemindah tanganan BMN.
&amp;ldquo;Itu terbuka meskipun pemerintah harus menimbang dan harus bisa dipindah tangankan,&amp;rdquo; ucapnya.
Baca Juga: Bocoran Lokasi Istana Negara hingga Gedung DPR di Ibu Kota Baru
Setelah itu, pembiayaan pemindahan ibu kota akan menggunakan dua skema lainnya. Pertama adalah skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan juga investasi langsung oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ataupun swasta.54,4% dari skema KPBU senilai Rp253,4 triliun untuk membiayai  infrastruktur, rumah dinas pegawai pemerintah, pembangunan infrastruktur  utama, gedung eksekutif, urban transportasi berbasis rel, infrastruktur  perhubungan, sarana pendidikan dan kesehatan serta lembaga  pemasyarakatan.
&amp;ldquo;Tujuannya meringankan beban APBN langsung namun tifak berarti tidak  ada beban. Mungkin bebannya fergeser pada masa yang akan datang,&amp;rdquo;  ucapnya.

Selanjutnya, 26,4% dari investasi langsung senilai Rp123,2  triliun untuk membiayai perumahan umum, lembaga pendidikan, science  technopark, sarana kesehatan, pusat perbelanjaan, dan MICE.
&amp;ldquo;Yang sumber dari swasta ada ruang buat mereka ikut partisipasi yang  secara keuangan menguntungkan mereka terutama perumahan pembangunan  untuk sarana kesehatan pusat belanja dan mice ini peranan swasta bisa  kita tingkatkan dalam faislitas tersebut,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
