<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sensus Penduduk 2020, Masyarakat Bisa Update Data Sendiri</title><description>Indonesia akan mulai melakukan sensus penduduk pada tahun 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/26/320/2109756/sensus-penduduk-2020-masyarakat-bisa-update-data-sendiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/26/320/2109756/sensus-penduduk-2020-masyarakat-bisa-update-data-sendiri"/><item><title>Sensus Penduduk 2020, Masyarakat Bisa Update Data Sendiri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/26/320/2109756/sensus-penduduk-2020-masyarakat-bisa-update-data-sendiri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/26/320/2109756/sensus-penduduk-2020-masyarakat-bisa-update-data-sendiri</guid><pubDate>Kamis 26 September 2019 19:05 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/26/320/2109756/sensus-penduduk-2020-masyarakat-bisa-update-data-sendiri-wdAKG1CGsy.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BPS Suhariyanto (Foto: Okezone/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/26/320/2109756/sensus-penduduk-2020-masyarakat-bisa-update-data-sendiri-wdAKG1CGsy.jpeg</image><title>Kepala BPS Suhariyanto (Foto: Okezone/Yohana)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia akan mulai melakukan sensus penduduk pada tahun 2020. Sensus yang dilakukan setiap 10 tahun sekali ini akan menjadi sensus penduduk yang ke-7 dilakukan oleh Indonesia.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menjelaskan, pada sensus penduduk 2020 terdapat perbedaan mendasar dari sensus tahun-tahun sebelumnya. Tahun depan bakal memanfaatkan data registrasi penduduk yang disebut Combined Method (Metode Kombinasi).
Baca juga: RI Bisa Keluar dari Jebakan Negara Berkembang Berkat Usia Penduduk Produktif
Dengan Metode Kombinasi ini, data administrasi yang tersedia pada Direktorat Jenderal Kependudukan Dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Ducakpil Kemendagri) akan dikombinasikan dengan pencacahan lapangan, baik melalui pendataan mandiri (Sensus Penduduk Online) maupun door-to-door.
&quot;Dengan demikian, kita harapkan saling menguntungkan antara BPS dan Dukcapil terkait update data terkini. Sehingga ke depan data Dukcapil dan sensus penduduk menjadi satu, memberikan kualitas data pendudukan yang lebih bagus,&quot; ungkap dia dalam Kick Off Publisitas Sensus Penduduk 2020 di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (26/9/2019).
Baca Juga: Menteri Bambang Minta BKKBN Ubah Slogan Keluarga Berencana Tidak Lagi &quot;2 Anak Lebih Baik&quot;
Dia mengatakan, poin penting dari kerjasama kedua lembaga itu adalah data jumlah kependudukan baik de jure yakni menurut KTP dan de facto menurut tempat tinggal. Kedua data tersebut memiliki poin penting terkait perekonomian Indonesia.
&quot;Karena kalau bicara pertumbuhan ekonomi itu didasarkan de facto bukan de jure,&quot; katanya.Selain itu, perubahan mendasar dalam sensus penduduk 2020 adalah  multiple data collection. BPS juga akan melakukan pendataan dengan  melibatkan masyarakat untuk memberikan informasinya secara aktif.
Maksudnya, melalui Sensus Penduduk Online yang akan diberlakukan pada  Februari 2019, masyarakat dapat memasukkan data dirinya. &quot;Nantinya akan  diimbau seluruh masyarakat untuk update diri sendiri di Sensus Penduduk  Online,&quot; ujarnya.
Baca juga: RI Bisa Keluar dari Jebakan Negara Berkembang Berkat Usia Penduduk Produktif
Suhariyanto mengakui, mengaplikasikan hal baru tersebut tentu tidak  mudah, namun tetap perlu dilakukan. Sehingga diharapkan dengan  terbangunnya kesadaran masyarakat mengenai sensus penduduk, pada  tahun-tahun mendatang tak perlu ada lagi sensus secara konvensional,  yakni door-to-door.
&quot;Ini memang sebuah upaya berat tapi kita membangkitkan kesadaran  masyarakat, tapi kalau kita tidak berupaya pada sesuatu yang baru maka  kapan lagi mencoba? Diharapkan di 2030 nanti seluruh penduduk Indonesia  bisa meng-update dirinya sehingga tidak perlu lagi dilakukan sensus  penduduk. Kalau itu bisa kita lakukan tentu sangat luar biasa,&quot; jelas  dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia akan mulai melakukan sensus penduduk pada tahun 2020. Sensus yang dilakukan setiap 10 tahun sekali ini akan menjadi sensus penduduk yang ke-7 dilakukan oleh Indonesia.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menjelaskan, pada sensus penduduk 2020 terdapat perbedaan mendasar dari sensus tahun-tahun sebelumnya. Tahun depan bakal memanfaatkan data registrasi penduduk yang disebut Combined Method (Metode Kombinasi).
Baca juga: RI Bisa Keluar dari Jebakan Negara Berkembang Berkat Usia Penduduk Produktif
Dengan Metode Kombinasi ini, data administrasi yang tersedia pada Direktorat Jenderal Kependudukan Dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Ducakpil Kemendagri) akan dikombinasikan dengan pencacahan lapangan, baik melalui pendataan mandiri (Sensus Penduduk Online) maupun door-to-door.
&quot;Dengan demikian, kita harapkan saling menguntungkan antara BPS dan Dukcapil terkait update data terkini. Sehingga ke depan data Dukcapil dan sensus penduduk menjadi satu, memberikan kualitas data pendudukan yang lebih bagus,&quot; ungkap dia dalam Kick Off Publisitas Sensus Penduduk 2020 di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (26/9/2019).
Baca Juga: Menteri Bambang Minta BKKBN Ubah Slogan Keluarga Berencana Tidak Lagi &quot;2 Anak Lebih Baik&quot;
Dia mengatakan, poin penting dari kerjasama kedua lembaga itu adalah data jumlah kependudukan baik de jure yakni menurut KTP dan de facto menurut tempat tinggal. Kedua data tersebut memiliki poin penting terkait perekonomian Indonesia.
&quot;Karena kalau bicara pertumbuhan ekonomi itu didasarkan de facto bukan de jure,&quot; katanya.Selain itu, perubahan mendasar dalam sensus penduduk 2020 adalah  multiple data collection. BPS juga akan melakukan pendataan dengan  melibatkan masyarakat untuk memberikan informasinya secara aktif.
Maksudnya, melalui Sensus Penduduk Online yang akan diberlakukan pada  Februari 2019, masyarakat dapat memasukkan data dirinya. &quot;Nantinya akan  diimbau seluruh masyarakat untuk update diri sendiri di Sensus Penduduk  Online,&quot; ujarnya.
Baca juga: RI Bisa Keluar dari Jebakan Negara Berkembang Berkat Usia Penduduk Produktif
Suhariyanto mengakui, mengaplikasikan hal baru tersebut tentu tidak  mudah, namun tetap perlu dilakukan. Sehingga diharapkan dengan  terbangunnya kesadaran masyarakat mengenai sensus penduduk, pada  tahun-tahun mendatang tak perlu ada lagi sensus secara konvensional,  yakni door-to-door.
&quot;Ini memang sebuah upaya berat tapi kita membangkitkan kesadaran  masyarakat, tapi kalau kita tidak berupaya pada sesuatu yang baru maka  kapan lagi mencoba? Diharapkan di 2030 nanti seluruh penduduk Indonesia  bisa meng-update dirinya sehingga tidak perlu lagi dilakukan sensus  penduduk. Kalau itu bisa kita lakukan tentu sangat luar biasa,&quot; jelas  dia.</content:encoded></item></channel></rss>
