<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Posisi Investasi Internasional Indonesia Merangkak Naik</title><description>Bank Indonesia (BI) melaporkan Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia mencatat peningkatan kewajiban neto,</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/27/20/2110033/posisi-investasi-internasional-indonesia-merangkak-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/27/20/2110033/posisi-investasi-internasional-indonesia-merangkak-naik"/><item><title>   Posisi Investasi Internasional Indonesia Merangkak Naik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/27/20/2110033/posisi-investasi-internasional-indonesia-merangkak-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/27/20/2110033/posisi-investasi-internasional-indonesia-merangkak-naik</guid><pubDate>Jum'at 27 September 2019 13:59 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/27/20/2110033/posisi-investasi-internasional-indonesia-merangkak-naik-r4IFf0SA4N.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Posisi Investasi Internasional Indonesia Naik (Foto: Okezone.com/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/27/20/2110033/posisi-investasi-internasional-indonesia-merangkak-naik-r4IFf0SA4N.jpg</image><title>Posisi Investasi Internasional Indonesia Naik (Foto: Okezone.com/Yohana)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia mencatat peningkatan kewajiban neto, didorong terutama oleh peningkatan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN).

PII Indonesia pada akhir triwulan II 2019 mencatat kewajiban neto sebesar USD330,3 miliar (31,0% terhadap PDB), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan posisi kewajiban neto pada akhir triwulan sebelumnya sebesar USD329,2 miliar (31,3% terhadap PDB).
&amp;nbsp;Baca Juga: Posisi Investasi Internasional RI Tembus USD331,2 Miliar
Peningkatan kewajiban neto PII Indonesia tersebut sejalan dengan peningkatan posisi KFLN yang sedikit lebih besar dibandingkan dengan peningkatan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN). Demikian seperti dilansir keterangan resmi BI, Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Posisi KFLN Indonesia meningkat terutama didorong oleh besarnya aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio. Hal tersebut didukung oleh prospek perekonomian domestik yang baik dan imbal hasil investasi aset keuangan domestik yang tetap menarik. Posisi KFLN naik 0,4% (qtq) atau sebesar USD2,9 miliar menjadi USD691,2 miliar pada akhir triwulan II 2019.
&amp;nbsp;Baca Juga: Neraca Pembayaran 2019 Terjaga, BI: Bisa Menopang Ketahanan Eksternal
Peningkatan posisi KFLN juga dipengaruhi oleh faktor pelemahan dolar AS terhadap Rupiah yang berdampak pada peningkatan nilai instrumen investasi berdenominasi Rupiah. Meskipun demikian, peningkatan posisi KFLN lebih lanjut tertahan oleh faktor revaluasi negatif instrumen finansial domestik sejalan dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama triwulan laporan.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/18/55421/280678_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Posisi AFLN Indonesia juga meningkat terutama didorong oleh transaksi  perolehan AFLN dalam bentuk aset investasi langsung dan investasi  lainnya.

Pada akhir triwulan II 2019, posisi AFLN tumbuh 0,5% (qtq) atau  sebesar USD1,9 miliar menjadi USD361,0 miliar. Posisi AFLN yang  meningkat juga dipengaruhi oleh kenaikan harga obligasi dan rerata  indeks saham negara-negara penempatan AFLN serta faktor pelemahan dolar  AS terhadap beberapa mata uang utama penempatan investasi.

Bank Indonesia memandang perkembangan PII Indonesia pada triwulan II  2019 masih tetap sehat. Hal ini tercermin dari struktur kewajiban neto  PII Indonesia yang masih didominasi oleh instrumen berjangka panjang.

Meski demikian, Bank Indonesia akan tetap mewaspadai risiko kewajiban  neto PII terhadap perekonomian Indonesia. Ke depan, kinerja PII  Indonesia diperkirakan semakin baik sejalan dengan stabilitas ekonomi  yang terjaga, didukung oleh penguatan koordinasi antara Bank Indonesia  dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk mendorong momentum  pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan permintaan domestik, ekspor,  pariwisata, dan aliran masuk modal asing termasuk Penanaman Modal Asing  (PMA).
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/01/18/55421/280679_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia mencatat peningkatan kewajiban neto, didorong terutama oleh peningkatan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN).

PII Indonesia pada akhir triwulan II 2019 mencatat kewajiban neto sebesar USD330,3 miliar (31,0% terhadap PDB), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan posisi kewajiban neto pada akhir triwulan sebelumnya sebesar USD329,2 miliar (31,3% terhadap PDB).
&amp;nbsp;Baca Juga: Posisi Investasi Internasional RI Tembus USD331,2 Miliar
Peningkatan kewajiban neto PII Indonesia tersebut sejalan dengan peningkatan posisi KFLN yang sedikit lebih besar dibandingkan dengan peningkatan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN). Demikian seperti dilansir keterangan resmi BI, Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Posisi KFLN Indonesia meningkat terutama didorong oleh besarnya aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio. Hal tersebut didukung oleh prospek perekonomian domestik yang baik dan imbal hasil investasi aset keuangan domestik yang tetap menarik. Posisi KFLN naik 0,4% (qtq) atau sebesar USD2,9 miliar menjadi USD691,2 miliar pada akhir triwulan II 2019.
&amp;nbsp;Baca Juga: Neraca Pembayaran 2019 Terjaga, BI: Bisa Menopang Ketahanan Eksternal
Peningkatan posisi KFLN juga dipengaruhi oleh faktor pelemahan dolar AS terhadap Rupiah yang berdampak pada peningkatan nilai instrumen investasi berdenominasi Rupiah. Meskipun demikian, peningkatan posisi KFLN lebih lanjut tertahan oleh faktor revaluasi negatif instrumen finansial domestik sejalan dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama triwulan laporan.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/18/55421/280678_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Posisi AFLN Indonesia juga meningkat terutama didorong oleh transaksi  perolehan AFLN dalam bentuk aset investasi langsung dan investasi  lainnya.

Pada akhir triwulan II 2019, posisi AFLN tumbuh 0,5% (qtq) atau  sebesar USD1,9 miliar menjadi USD361,0 miliar. Posisi AFLN yang  meningkat juga dipengaruhi oleh kenaikan harga obligasi dan rerata  indeks saham negara-negara penempatan AFLN serta faktor pelemahan dolar  AS terhadap beberapa mata uang utama penempatan investasi.

Bank Indonesia memandang perkembangan PII Indonesia pada triwulan II  2019 masih tetap sehat. Hal ini tercermin dari struktur kewajiban neto  PII Indonesia yang masih didominasi oleh instrumen berjangka panjang.

Meski demikian, Bank Indonesia akan tetap mewaspadai risiko kewajiban  neto PII terhadap perekonomian Indonesia. Ke depan, kinerja PII  Indonesia diperkirakan semakin baik sejalan dengan stabilitas ekonomi  yang terjaga, didukung oleh penguatan koordinasi antara Bank Indonesia  dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk mendorong momentum  pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan permintaan domestik, ekspor,  pariwisata, dan aliran masuk modal asing termasuk Penanaman Modal Asing  (PMA).
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/01/18/55421/280679_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
