<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kredit Perbankan Bisa Tumbuh Double Digit hingga Akhir Tahun?</title><description>Bank Indonesia (BI) memperkirakan kredit perbankan masih akan tetap tumbuh double digit hingga akhir tahun ini</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/27/20/2110244/kredit-perbankan-bisa-tumbuh-double-digit-hingga-akhir-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/27/20/2110244/kredit-perbankan-bisa-tumbuh-double-digit-hingga-akhir-tahun"/><item><title>Kredit Perbankan Bisa Tumbuh Double Digit hingga Akhir Tahun?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/27/20/2110244/kredit-perbankan-bisa-tumbuh-double-digit-hingga-akhir-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/27/20/2110244/kredit-perbankan-bisa-tumbuh-double-digit-hingga-akhir-tahun</guid><pubDate>Jum'at 27 September 2019 19:56 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/27/20/2110244/kredit-perbankan-bisa-tumbuh-double-digit-hingga-akhir-tahun-Qh2mlieEjY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Pertumbuhan Kredit. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/27/20/2110244/kredit-perbankan-bisa-tumbuh-double-digit-hingga-akhir-tahun-Qh2mlieEjY.jpg</image><title>Ilustrasi Pertumbuhan Kredit. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>BALI - Bank Indonesia (BI) memperkirakan kredit perbankan masih akan tetap tumbuh double digit hingga akhir tahun ini, meski terjadi perlambatan ekonomi global.
&quot;Ekonomi Indonesia masih tetap tumbuh yang ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Dan pertumbuhan kredit perbankan diprakirakan masih dalam kisaran 10% hingga 12% (yoy) pada 2019 dan 11 hingga 13% (yoy) pada 2020,&quot; ujar Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjanarko di Bali,  Jumat  (27/9/2019).
Baca Juga: LPS Buka-bukaan Alasan Bunga Kredit Tak Kunjung Turun
Dia menjelaskan, konsumsi swasta tumbuh terbatas, meskipun konsumsi rumah tangga tumbuh stabil didukung oleh penyaluran bantuan sosial pemerintah.

&quot;Bank sentral memang telah mengantisipasi adanya perlambatan ekonomi global dengan memberikan stimulus dengan melonggarkan kebijakan moneter salah satunya penurunan suku bunga dan pelonggaran Rasio Loan to Value / Financing to Value (LTV/FTV),&quot; ungkap dia.
Baca Juga: LPS Kembali Turunkan Suku Bunga Penjaminan 25 Bps
Kemudian, lanjut dia ke depannya, bauran kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dan Pemerintah diprakirakan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia.&quot;Sehingga berada di bawah titik tengah kisaran 5,0-5,4% pada 2019 dan  meningkat menuju titik tengah kisaran 5,1-5,5% pada tahun 2020,&quot;  pungkas dia
Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan kredit  perbankan hingga Agustus 2019 masih tumbuh sebesar 8,59% yoy, yang  didorong oleh kredit investasi  yang tetap tumbuh double digit di level  12,72% yoy.</description><content:encoded>BALI - Bank Indonesia (BI) memperkirakan kredit perbankan masih akan tetap tumbuh double digit hingga akhir tahun ini, meski terjadi perlambatan ekonomi global.
&quot;Ekonomi Indonesia masih tetap tumbuh yang ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Dan pertumbuhan kredit perbankan diprakirakan masih dalam kisaran 10% hingga 12% (yoy) pada 2019 dan 11 hingga 13% (yoy) pada 2020,&quot; ujar Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjanarko di Bali,  Jumat  (27/9/2019).
Baca Juga: LPS Buka-bukaan Alasan Bunga Kredit Tak Kunjung Turun
Dia menjelaskan, konsumsi swasta tumbuh terbatas, meskipun konsumsi rumah tangga tumbuh stabil didukung oleh penyaluran bantuan sosial pemerintah.

&quot;Bank sentral memang telah mengantisipasi adanya perlambatan ekonomi global dengan memberikan stimulus dengan melonggarkan kebijakan moneter salah satunya penurunan suku bunga dan pelonggaran Rasio Loan to Value / Financing to Value (LTV/FTV),&quot; ungkap dia.
Baca Juga: LPS Kembali Turunkan Suku Bunga Penjaminan 25 Bps
Kemudian, lanjut dia ke depannya, bauran kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dan Pemerintah diprakirakan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia.&quot;Sehingga berada di bawah titik tengah kisaran 5,0-5,4% pada 2019 dan  meningkat menuju titik tengah kisaran 5,1-5,5% pada tahun 2020,&quot;  pungkas dia
Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan kredit  perbankan hingga Agustus 2019 masih tumbuh sebesar 8,59% yoy, yang  didorong oleh kredit investasi  yang tetap tumbuh double digit di level  12,72% yoy.</content:encoded></item></channel></rss>
