<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bisnis Jastip Nakal Terbongkar, Ternyata Begini Aksinya Gelapkan iPhone 11</title><description>Fenomena jasa titip (jastip) semakin hari semakin menjamur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/27/320/2110148/bisnis-jastip-nakal-terbongkar-ternyata-begini-aksinya-gelapkan-iphone-11</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/27/320/2110148/bisnis-jastip-nakal-terbongkar-ternyata-begini-aksinya-gelapkan-iphone-11"/><item><title>Bisnis Jastip Nakal Terbongkar, Ternyata Begini Aksinya Gelapkan iPhone 11</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/27/320/2110148/bisnis-jastip-nakal-terbongkar-ternyata-begini-aksinya-gelapkan-iphone-11</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/27/320/2110148/bisnis-jastip-nakal-terbongkar-ternyata-begini-aksinya-gelapkan-iphone-11</guid><pubDate>Jum'at 27 September 2019 16:42 WIB</pubDate><dc:creator>Adhyasta Dirgantara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/27/320/2110148/bisnis-jastip-nakal-terbongkar-ternyata-begini-aksinya-gelapkan-iphone-11-ydMG7BrUvb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bea Cukai soal Bisnis Jastip (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/27/320/2110148/bisnis-jastip-nakal-terbongkar-ternyata-begini-aksinya-gelapkan-iphone-11-ydMG7BrUvb.jpg</image><title>Bea Cukai soal Bisnis Jastip (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Fenomena jasa titip (jastip) semakin hari semakin menjamur. Sebab, banyak orang yang bisa mendapatkan barang-barang mewah dari luar negeri tanpa harus mengunjungi negara tersebut secara langsung.
Baca Juga: Bea Cukai Beberkan Bahayanya Bisnis Jastip
Namun, rupanya banyak pebisnis yang terjun di dunia jastip yang nakal. Pasalnya, mereka selalu mengakali barang dagangan mereka dengan berbagai macam cara. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi.

&quot;Sekarang ini batasan untuk barang kiriman yaitu USD75 per pengiriman. Kemudian, banyak yang mengakali dengan melakukan splitting,&quot; ujar Heru di Gedung Sulawesi Kantor Pusat Bea Cukai, Jumat (27/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Ada 422 Transaksi Jastip hingga September 2019, Terbanyak dari 6 Negara Ini
&quot;Kepada barang-barang pribadi penumpang, diberi pembebasan bea masuk sebanyak USD500 per orang. Diberikan fasilitas kepada barang pribadi penumpang, bukan barang-barang dagangan,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;2 hari lalu, Bea Cukai baru saja mengamankan 14 orang dari Amsterdam,  Belanda di Soekarno-Hatta. Mereka tertangkap jadi salah satu contoh  pelaku jastip yang melanggar aturan.

&quot;2 hari lalu, orang ini pergi ke Amsterdam lewat Cengkareng. Ada  orang yang pesan tiket untuk 14 orang. koper mereka berbeda, tapi satu  flight. Mereka mengaku berasal dari akun ig @titipdongkak. Padahal  barang mewah yang mereka bawa itu cuma milik 1 orang (si pemodal).  Caranya adalah beliin 14 orang tiket dan disuruh beli barang ke luar.  Kemudian dititip-titipin seolah-olah koper itu milik dia,&quot; kata Heru  sembari menjelaskan motifnya.
&amp;nbsp;
&quot;Apa yang mereka lakukan itu menghindari bea masuk dan pajak impor.  Masing-masing dari mereka ada yang bawa cincin, iPhone, sepatu, pakaian,  dan seterusnya,&quot; tandasnya.

Perlu diketahui, barang-barang yang menjadi favorit para konsumen  bisnis jastip sangat beragam. Mulai dari IPhone 11, tas berbagai merk  terutama tas ibu-ibu, pakaian yang kelas mewah, kalung dan cincin,  sepatu, serta kosmetik (meskipun peminatnya tidak terlalu banyak).
</description><content:encoded>JAKARTA - Fenomena jasa titip (jastip) semakin hari semakin menjamur. Sebab, banyak orang yang bisa mendapatkan barang-barang mewah dari luar negeri tanpa harus mengunjungi negara tersebut secara langsung.
Baca Juga: Bea Cukai Beberkan Bahayanya Bisnis Jastip
Namun, rupanya banyak pebisnis yang terjun di dunia jastip yang nakal. Pasalnya, mereka selalu mengakali barang dagangan mereka dengan berbagai macam cara. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi.

&quot;Sekarang ini batasan untuk barang kiriman yaitu USD75 per pengiriman. Kemudian, banyak yang mengakali dengan melakukan splitting,&quot; ujar Heru di Gedung Sulawesi Kantor Pusat Bea Cukai, Jumat (27/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Ada 422 Transaksi Jastip hingga September 2019, Terbanyak dari 6 Negara Ini
&quot;Kepada barang-barang pribadi penumpang, diberi pembebasan bea masuk sebanyak USD500 per orang. Diberikan fasilitas kepada barang pribadi penumpang, bukan barang-barang dagangan,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;2 hari lalu, Bea Cukai baru saja mengamankan 14 orang dari Amsterdam,  Belanda di Soekarno-Hatta. Mereka tertangkap jadi salah satu contoh  pelaku jastip yang melanggar aturan.

&quot;2 hari lalu, orang ini pergi ke Amsterdam lewat Cengkareng. Ada  orang yang pesan tiket untuk 14 orang. koper mereka berbeda, tapi satu  flight. Mereka mengaku berasal dari akun ig @titipdongkak. Padahal  barang mewah yang mereka bawa itu cuma milik 1 orang (si pemodal).  Caranya adalah beliin 14 orang tiket dan disuruh beli barang ke luar.  Kemudian dititip-titipin seolah-olah koper itu milik dia,&quot; kata Heru  sembari menjelaskan motifnya.
&amp;nbsp;
&quot;Apa yang mereka lakukan itu menghindari bea masuk dan pajak impor.  Masing-masing dari mereka ada yang bawa cincin, iPhone, sepatu, pakaian,  dan seterusnya,&quot; tandasnya.

Perlu diketahui, barang-barang yang menjadi favorit para konsumen  bisnis jastip sangat beragam. Mulai dari IPhone 11, tas berbagai merk  terutama tas ibu-ibu, pakaian yang kelas mewah, kalung dan cincin,  sepatu, serta kosmetik (meskipun peminatnya tidak terlalu banyak).
</content:encoded></item></channel></rss>
