<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>8 Fakta Kereta Semicepat, Tarif Rp400.000 hingga Anggaran Rp60 Triliun</title><description>Berikut beberapa fakta perihal kereta semi cepat Jakarta-Surabaya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/29/320/2110452/8-fakta-kereta-semicepat-tarif-rp400-000-hingga-anggaran-rp60-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/29/320/2110452/8-fakta-kereta-semicepat-tarif-rp400-000-hingga-anggaran-rp60-triliun"/><item><title>8 Fakta Kereta Semicepat, Tarif Rp400.000 hingga Anggaran Rp60 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/29/320/2110452/8-fakta-kereta-semicepat-tarif-rp400-000-hingga-anggaran-rp60-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/29/320/2110452/8-fakta-kereta-semicepat-tarif-rp400-000-hingga-anggaran-rp60-triliun</guid><pubDate>Minggu 29 September 2019 09:15 WIB</pubDate><dc:creator>Adhyasta Dirgantara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/28/320/2110452/8-fakta-kereta-semicepat-tarif-rp400-000-hingga-anggaran-rp60-triliun-iPHJ5buqMT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Kereta Cepat (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/28/320/2110452/8-fakta-kereta-semicepat-tarif-rp400-000-hingga-anggaran-rp60-triliun-iPHJ5buqMT.jpg</image><title>Ilustrasi Kereta Cepat (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Kereta semicepat Jakarta-Surabaya akan segera dilaksanakan. Bahkan, pengerjaan proyek ini sudah masuk ke babak baru, yaitu tahap studi awal. Sebelumnya, proyek ini terus berkutat di tahap pra kajian alias feasibility study (FS) sejak 2017.
Studi awal dimulai dengan ditandainya penandatanganan Summary Record on Java North Line Upgrading antara pemerintah Indonesia dengan Jepang. Pasalnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, pemerintah lebih mendukung Jepang untuk menangani proyek kereta api semi cepat Jakarta-Surabaya.
Baca Juga: Tarif Kereta Semicepat Jakarta-Surabaya Cuma Rp400.000
Dengan demikian, tak ada celah bagi perusahaan asal China yakni China Railway Construction Coorporation Limited yang berniat investasi di proyek itu. &quot;Saya pikir agak sulit (China). Karena Jepang ingin benar-benar untuk masuk situ dan kita juga lihat Jepang ini long investor di Indonesia. Saya kira sudah cukup maju mereka (Jepang) itu,&quot; kata Luhut saat ditemui di DPR RI, Jakarta.
Meski demikian, Luhut menekankan, untuk Jepang tidak boleh bertindak semaunya dalam menggarap proyek ini. Dia ingin Jepang tidak membatasi pihak yang menggarap proyek ini hanya berasal dari negaranya.

Kereta semi cepat Jakarta-Surabaya akan dimulai pembangunannya pada 2022. Sehingga proyek ini bisa rampung dan beroperasi pada 2025. Dimulai dengan menyelesaikan proyek Jakarta-Cirebon, menghabiskan dana hingga triliunan, serta memangkas waktu yang cukup signifikan, berikut beberapa fakta perihal kereta semi cepat Jakarta-Surabaya.
1. Melakukan sterilisasi 500 perlintasan jalan dan kereta
Pemerintah Indonesia dengan Jepang, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan sterilisasi terhadap 500 perlintasan jalan dan kereta. Sterilisasi dilakukan dalam rangka mendukung proyek The Java Northline Upgrading Project yang akan mengembangkan jalur kereta api semi cepat Jakarta-Surabaya.&amp;ldquo;Kami ditugasi untuk memperbaiki atau mensterilkan kurang lebih  sekitar 500 perlintasan sebidang dengan jalan raya di sepanjang  perlintasan rel kereta semi cepat Jakarta-Surabaya,&amp;rdquo; kata Menteri PUPR  Basuki Hadimuljono usai menyaksikan penandatanganan kerjasama  pembangunan kereta api semi cepat Jakarta-Surabaya dilansir dari laman  Setkab.
Kementerian PUPR, jelas Basuki, akan membangun flyover dan underpass  hingga jembatan penyeberangan orang (JPO) termasuk perbaikan jalan  lingkungan di sekitarnya, dengan menggunakan teknologi dan produk dalam  negeri. Penggunaan produk lokal digunakan karena lebih hemat dalam biaya  pengerjaan dan lebih cepat waktu penyelesaiannya.
Baca Juga: Dibangun 2022, Kereta Semicepat Jakarta-Surabaya Ditargetkan Rampung 2025
2. Tarif 'hanya' Rp400.000
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, tarif Kereta  Semicepat Jakarta Surabaya diperkirakan sebesar Rp400.000 per penumpang.  Diharapkan tarif tersebut bisa dijangkau oleh masyarakat.
&amp;ldquo;Kita belum detail berbicara tentang tiket, tapi ada satu asumsi  bahwa kurang lebih Rp400.000 itu menjadi suatu nilai yang sangat  diminati,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta.
3. Tidak ada subsidi tarif
Budi mengaku akan mencari skema yang tepat agar harga tiket moda  transportasi itu bisa terjangkau bagi masyarakat. Namun, dia memastikan  pemerintah tak bisa mensubsidi harga tiket Kereta Semicepat  Jakarta-Surabaya.
Baca Juga: 500 Lintasan Sebidang Ditutup demi Kereta Semicepat Jakarta-Surabaya
&amp;ldquo;Kita akan optimasikan antara berapa investasi dan berapa yang kita bebankan. Kalau ini tidak mungkin subsidi,&amp;rdquo; ucapnya.
4. Proyek mencapai Rp60 triliun
Kementerian Perhubungan masih melakukan kajian mendalam terkait  pendanaan Kereta Semicepat Jakarta-Surabaya. Diperkirakan total  investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan Kereta Semicepat  Jakarta-Surabaya sebesar Rp60 triliun.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan perkiraan nilai  investasi tersebut masih bersifat sementara. Pasalnya, pemerintah masih  menunggu preparatory survey dari Badan Kerja Sama Internasional Jepang  (JICA) dan Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) yang rampung  Oktober 2020.
&quot;Semula kita memberikan satu nilai Rp60 triliun, harapan kita tidak  lebih jauh dari itu, tapi tentunya ada suatu proses studi yang detail  yang bisa dipertanggung jawabkan, proses inilah yang kita hendak  lakukan,&quot; ujarnya saat ditemui di Hotel Pullman, Jakarta.5. Ancam bisnis pesawat
Budi menargetkan, kereta semi cepat Jakarta-Surabaya bisa mengangkut 9   juta penumpang dalam satu tahun. Karena memang dirinya berharap kereta   semi cepat Jakarta-Surabaya bisa menjadi alternatif transportasi bagi   masyarakat.
&amp;ldquo;Artinya ada moda (transportasi) baru untuk alternatif dan mampu berkompetisi dengan pesawat udara,&amp;rdquo; ucapnya.
Baca Juga: Ke Cirebon Bisa Naik Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya pada 2024
Bahkan, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyebut kereta semicepat   Jakarta-Surabaya akan menjadi transportasi yang digandrungi  masyarakat.  Dirinya percaya kehadiran kereta ini menjadi pesaing utama  maskapai  penerbangan. &quot;Persaingan itu ada tiga kalau kita bicara di  dalam negara,  apabila kita bisa memproduksi sesuatu lebih baik, bisa  memproduksi  lebih murah, dan bisa memproduksi lebih cepat,&quot; ujarnya  saat ditemui di  JCC Senayan, Jakarta.
Dengan begitu, industri penerbangan tidak hanya bersaing dengan usaha   yang sama-sama bergerak dalam satu sektor. Karena itu, JK menyerukan   semuanya untuk berlomba-lomba memperbaiki layanan.
Baca Juga: Kereta Jakarta-Surabaya Masuk Tahap Konstruksi hingga Desain Kecepatan
&quot;Bukan lagi persaingan antara Garuda Citilink dengan Lion, tapi   persaingan antara kereta api dengan pesawat. Dan semua akan memperbaiki   sistem,&amp;rdquo; kata JK.
6. Targetkan Jakarta-Cirebon terlebih dahulu
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, sebagai tahap awal   dirinya menargetkan pembangunan bisa dilakukan terlebih dulu untuk rute   Jakarta-Cirebon. Ditargetkan pada 2024 masyarakat sudah bisa  menggunakan  moda transportasi tersebut hingga Cirebon.
&amp;ldquo;Kita mengharapkan proyek ini cepat. Direncanakan di 2024 segmen   Jakarta-Cirebon selesai,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara penandatanganan &amp;ldquo;Summary   Record on Java North Line Upgrading Project&amp;rdquo; antara Pemerintah Indonesia   dan Jepang di Hotel Pullman, Jakarta.7. Pangkas waktu perjalanan 3,5 jam
Budi berharap dengan adanya kereta semi cepat ini bisa memangkas    waktu dari Jakarta ke Surabaya. Diperkirkan, dengan menggunakan kereta    ini bisa membawa penumpang dari Jakarta ke Surabaya hanya dengan waktu    5,5 jam.
&amp;ldquo;Kita harapkan Jakarta-Surabaya jadi 5,5 jam, artinya akan berkurang    3,5 jam. (Moda transportasi ini) bisa jadi alternatif dan bisa  bersaing   dengan moda lain,&amp;rdquo; jelasnya.
8. Tidak ingin proyek ini sama  dengan MRT Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan    menyatakan, dirinya tidak ingn proyek kereta Jakarta-Surabaya seperti    proses pembangunan MRT Jakarta. Di mana, pada saat itu proses    pembangunan didominasi oleh berbagai kontraktor asal Jepang.
&quot;Tapi Jepang juga enggak boleh semau dia, jadi kita harus lihat,    jangan seperti MRT yang dikunci banget. Kita juga ada punya kebebasan    lokal konten teknologi transfer seperti itu lah,&quot; ujar Luhut.</description><content:encoded>JAKARTA - Kereta semicepat Jakarta-Surabaya akan segera dilaksanakan. Bahkan, pengerjaan proyek ini sudah masuk ke babak baru, yaitu tahap studi awal. Sebelumnya, proyek ini terus berkutat di tahap pra kajian alias feasibility study (FS) sejak 2017.
Studi awal dimulai dengan ditandainya penandatanganan Summary Record on Java North Line Upgrading antara pemerintah Indonesia dengan Jepang. Pasalnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, pemerintah lebih mendukung Jepang untuk menangani proyek kereta api semi cepat Jakarta-Surabaya.
Baca Juga: Tarif Kereta Semicepat Jakarta-Surabaya Cuma Rp400.000
Dengan demikian, tak ada celah bagi perusahaan asal China yakni China Railway Construction Coorporation Limited yang berniat investasi di proyek itu. &quot;Saya pikir agak sulit (China). Karena Jepang ingin benar-benar untuk masuk situ dan kita juga lihat Jepang ini long investor di Indonesia. Saya kira sudah cukup maju mereka (Jepang) itu,&quot; kata Luhut saat ditemui di DPR RI, Jakarta.
Meski demikian, Luhut menekankan, untuk Jepang tidak boleh bertindak semaunya dalam menggarap proyek ini. Dia ingin Jepang tidak membatasi pihak yang menggarap proyek ini hanya berasal dari negaranya.

Kereta semi cepat Jakarta-Surabaya akan dimulai pembangunannya pada 2022. Sehingga proyek ini bisa rampung dan beroperasi pada 2025. Dimulai dengan menyelesaikan proyek Jakarta-Cirebon, menghabiskan dana hingga triliunan, serta memangkas waktu yang cukup signifikan, berikut beberapa fakta perihal kereta semi cepat Jakarta-Surabaya.
1. Melakukan sterilisasi 500 perlintasan jalan dan kereta
Pemerintah Indonesia dengan Jepang, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan sterilisasi terhadap 500 perlintasan jalan dan kereta. Sterilisasi dilakukan dalam rangka mendukung proyek The Java Northline Upgrading Project yang akan mengembangkan jalur kereta api semi cepat Jakarta-Surabaya.&amp;ldquo;Kami ditugasi untuk memperbaiki atau mensterilkan kurang lebih  sekitar 500 perlintasan sebidang dengan jalan raya di sepanjang  perlintasan rel kereta semi cepat Jakarta-Surabaya,&amp;rdquo; kata Menteri PUPR  Basuki Hadimuljono usai menyaksikan penandatanganan kerjasama  pembangunan kereta api semi cepat Jakarta-Surabaya dilansir dari laman  Setkab.
Kementerian PUPR, jelas Basuki, akan membangun flyover dan underpass  hingga jembatan penyeberangan orang (JPO) termasuk perbaikan jalan  lingkungan di sekitarnya, dengan menggunakan teknologi dan produk dalam  negeri. Penggunaan produk lokal digunakan karena lebih hemat dalam biaya  pengerjaan dan lebih cepat waktu penyelesaiannya.
Baca Juga: Dibangun 2022, Kereta Semicepat Jakarta-Surabaya Ditargetkan Rampung 2025
2. Tarif 'hanya' Rp400.000
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, tarif Kereta  Semicepat Jakarta Surabaya diperkirakan sebesar Rp400.000 per penumpang.  Diharapkan tarif tersebut bisa dijangkau oleh masyarakat.
&amp;ldquo;Kita belum detail berbicara tentang tiket, tapi ada satu asumsi  bahwa kurang lebih Rp400.000 itu menjadi suatu nilai yang sangat  diminati,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta.
3. Tidak ada subsidi tarif
Budi mengaku akan mencari skema yang tepat agar harga tiket moda  transportasi itu bisa terjangkau bagi masyarakat. Namun, dia memastikan  pemerintah tak bisa mensubsidi harga tiket Kereta Semicepat  Jakarta-Surabaya.
Baca Juga: 500 Lintasan Sebidang Ditutup demi Kereta Semicepat Jakarta-Surabaya
&amp;ldquo;Kita akan optimasikan antara berapa investasi dan berapa yang kita bebankan. Kalau ini tidak mungkin subsidi,&amp;rdquo; ucapnya.
4. Proyek mencapai Rp60 triliun
Kementerian Perhubungan masih melakukan kajian mendalam terkait  pendanaan Kereta Semicepat Jakarta-Surabaya. Diperkirakan total  investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan Kereta Semicepat  Jakarta-Surabaya sebesar Rp60 triliun.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan perkiraan nilai  investasi tersebut masih bersifat sementara. Pasalnya, pemerintah masih  menunggu preparatory survey dari Badan Kerja Sama Internasional Jepang  (JICA) dan Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) yang rampung  Oktober 2020.
&quot;Semula kita memberikan satu nilai Rp60 triliun, harapan kita tidak  lebih jauh dari itu, tapi tentunya ada suatu proses studi yang detail  yang bisa dipertanggung jawabkan, proses inilah yang kita hendak  lakukan,&quot; ujarnya saat ditemui di Hotel Pullman, Jakarta.5. Ancam bisnis pesawat
Budi menargetkan, kereta semi cepat Jakarta-Surabaya bisa mengangkut 9   juta penumpang dalam satu tahun. Karena memang dirinya berharap kereta   semi cepat Jakarta-Surabaya bisa menjadi alternatif transportasi bagi   masyarakat.
&amp;ldquo;Artinya ada moda (transportasi) baru untuk alternatif dan mampu berkompetisi dengan pesawat udara,&amp;rdquo; ucapnya.
Baca Juga: Ke Cirebon Bisa Naik Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya pada 2024
Bahkan, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyebut kereta semicepat   Jakarta-Surabaya akan menjadi transportasi yang digandrungi  masyarakat.  Dirinya percaya kehadiran kereta ini menjadi pesaing utama  maskapai  penerbangan. &quot;Persaingan itu ada tiga kalau kita bicara di  dalam negara,  apabila kita bisa memproduksi sesuatu lebih baik, bisa  memproduksi  lebih murah, dan bisa memproduksi lebih cepat,&quot; ujarnya  saat ditemui di  JCC Senayan, Jakarta.
Dengan begitu, industri penerbangan tidak hanya bersaing dengan usaha   yang sama-sama bergerak dalam satu sektor. Karena itu, JK menyerukan   semuanya untuk berlomba-lomba memperbaiki layanan.
Baca Juga: Kereta Jakarta-Surabaya Masuk Tahap Konstruksi hingga Desain Kecepatan
&quot;Bukan lagi persaingan antara Garuda Citilink dengan Lion, tapi   persaingan antara kereta api dengan pesawat. Dan semua akan memperbaiki   sistem,&amp;rdquo; kata JK.
6. Targetkan Jakarta-Cirebon terlebih dahulu
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, sebagai tahap awal   dirinya menargetkan pembangunan bisa dilakukan terlebih dulu untuk rute   Jakarta-Cirebon. Ditargetkan pada 2024 masyarakat sudah bisa  menggunakan  moda transportasi tersebut hingga Cirebon.
&amp;ldquo;Kita mengharapkan proyek ini cepat. Direncanakan di 2024 segmen   Jakarta-Cirebon selesai,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara penandatanganan &amp;ldquo;Summary   Record on Java North Line Upgrading Project&amp;rdquo; antara Pemerintah Indonesia   dan Jepang di Hotel Pullman, Jakarta.7. Pangkas waktu perjalanan 3,5 jam
Budi berharap dengan adanya kereta semi cepat ini bisa memangkas    waktu dari Jakarta ke Surabaya. Diperkirkan, dengan menggunakan kereta    ini bisa membawa penumpang dari Jakarta ke Surabaya hanya dengan waktu    5,5 jam.
&amp;ldquo;Kita harapkan Jakarta-Surabaya jadi 5,5 jam, artinya akan berkurang    3,5 jam. (Moda transportasi ini) bisa jadi alternatif dan bisa  bersaing   dengan moda lain,&amp;rdquo; jelasnya.
8. Tidak ingin proyek ini sama  dengan MRT Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan    menyatakan, dirinya tidak ingn proyek kereta Jakarta-Surabaya seperti    proses pembangunan MRT Jakarta. Di mana, pada saat itu proses    pembangunan didominasi oleh berbagai kontraktor asal Jepang.
&quot;Tapi Jepang juga enggak boleh semau dia, jadi kita harus lihat,    jangan seperti MRT yang dikunci banget. Kita juga ada punya kebebasan    lokal konten teknologi transfer seperti itu lah,&quot; ujar Luhut.</content:encoded></item></channel></rss>
