<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejarah Perkeretaapian Indonesia, Dimulai dari Pencangkulan Jalur di Daerah Ini</title><description>Saat ini dunia perkeretaapian Indonesia sudah jauh lebih canggih dan maju.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/29/320/2110643/sejarah-perkeretaapian-indonesia-dimulai-dari-pencangkulan-jalur-di-daerah-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/29/320/2110643/sejarah-perkeretaapian-indonesia-dimulai-dari-pencangkulan-jalur-di-daerah-ini"/><item><title>Sejarah Perkeretaapian Indonesia, Dimulai dari Pencangkulan Jalur di Daerah Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/29/320/2110643/sejarah-perkeretaapian-indonesia-dimulai-dari-pencangkulan-jalur-di-daerah-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/29/320/2110643/sejarah-perkeretaapian-indonesia-dimulai-dari-pencangkulan-jalur-di-daerah-ini</guid><pubDate>Minggu 29 September 2019 13:28 WIB</pubDate><dc:creator>Rizqa Leony Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/29/320/2110643/sejarah-perkeretaapian-indonesia-dimulai-dari-pencangkulan-jalur-di-daerah-ini-dAjpLcG2e9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sejarah Perkeretaapian Indonesia (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/29/320/2110643/sejarah-perkeretaapian-indonesia-dimulai-dari-pencangkulan-jalur-di-daerah-ini-dAjpLcG2e9.jpg</image><title>Sejarah Perkeretaapian Indonesia (Foto: Okezone.com)</title></images><description> 
JAKARTA - Saat ini dunia perkeretaapian Indonesia sudah jauh lebih canggih dan maju jika dibandingkan saat dulu. Perkembangan moda transportasi ini nyatanya dimulai saat Indonesia tengah mengalami sistem tanam paksa.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ada Kereta Istimewa Jakarta-Bandung, Tarifnya Bikin Geleng-Geleng Kepala
Untuk itu, pada 28 September 2019 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional atau juga hari jadi PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang ke-74. Lalu bagaimana sejarah perkeretaapian di Indonesia?

Mengutip instagram Kementerian BUMN, Jakarta, Minggu (29/9/2019), sejarah perkeretaapian di Indonesia dimulai ketika pencangkulan pertama jalur kereta api Semarang-Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta) di Desa Kemijen oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda Mr LAJ Baron Sloet Van de Beele tanggal 17 Juni 1864. Pembangunan ini dilakukan dari Kemijen menuju desa Tanggung sejauh 26 Km.

&amp;nbsp;Baca Juga: Peninggalan Belanda, Kini Okupansi Jalur Kereta Cianjur-Ciranjang 58%
Visi KAI adalah menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada pelayanan pelanggan dan memenuhi harapan stakeholders.

&quot;#SobatBUMN tanggal 28 September 2019 adalah Hari Jadi PT Kereta Api Indonesia @keretaapikita yang ke-74,&quot; tulis akun Instagram @kementerianbumn.
&amp;nbsp;Hingga akhirnya perusahaan yang dulunya bernama Djawatan Kereta Api  Republik Indonesia (DKARI) ini resmi berdiri pada 28 September 1945.  Peristiwa ini menegaskan bahwa mulai tanggal 28 September 1945 kekuasaan  perkeretaapian berada di tangan bangsa Indonesia

Pada tahun 2010 nama PT KA berubah menjadi PT Kereta Api Indonesia  (Persero) (PT KAI). Hingga saat ini, visi KAI adalah menjadi penyedia  jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada pelayanan pelanggan dan  memenuhi harapan stakeholders.

Tak hanya itu, dalam unggahannya di Instagram, Kementerian BUMN juga  menyertakan pantun yang dibuat khusus dalam rangka HUT ke-74 PT KAI dari  Balai Pustaka.

 
Ramai stasiun seindah plaza
 
Kereta berjalan menjemput harapan
 
74 tahun Kereta Api Indonesia
 
Makin terdepan utamakan pelanggan
&amp;nbsp;</description><content:encoded> 
JAKARTA - Saat ini dunia perkeretaapian Indonesia sudah jauh lebih canggih dan maju jika dibandingkan saat dulu. Perkembangan moda transportasi ini nyatanya dimulai saat Indonesia tengah mengalami sistem tanam paksa.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ada Kereta Istimewa Jakarta-Bandung, Tarifnya Bikin Geleng-Geleng Kepala
Untuk itu, pada 28 September 2019 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional atau juga hari jadi PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang ke-74. Lalu bagaimana sejarah perkeretaapian di Indonesia?

Mengutip instagram Kementerian BUMN, Jakarta, Minggu (29/9/2019), sejarah perkeretaapian di Indonesia dimulai ketika pencangkulan pertama jalur kereta api Semarang-Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta) di Desa Kemijen oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda Mr LAJ Baron Sloet Van de Beele tanggal 17 Juni 1864. Pembangunan ini dilakukan dari Kemijen menuju desa Tanggung sejauh 26 Km.

&amp;nbsp;Baca Juga: Peninggalan Belanda, Kini Okupansi Jalur Kereta Cianjur-Ciranjang 58%
Visi KAI adalah menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada pelayanan pelanggan dan memenuhi harapan stakeholders.

&quot;#SobatBUMN tanggal 28 September 2019 adalah Hari Jadi PT Kereta Api Indonesia @keretaapikita yang ke-74,&quot; tulis akun Instagram @kementerianbumn.
&amp;nbsp;Hingga akhirnya perusahaan yang dulunya bernama Djawatan Kereta Api  Republik Indonesia (DKARI) ini resmi berdiri pada 28 September 1945.  Peristiwa ini menegaskan bahwa mulai tanggal 28 September 1945 kekuasaan  perkeretaapian berada di tangan bangsa Indonesia

Pada tahun 2010 nama PT KA berubah menjadi PT Kereta Api Indonesia  (Persero) (PT KAI). Hingga saat ini, visi KAI adalah menjadi penyedia  jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada pelayanan pelanggan dan  memenuhi harapan stakeholders.

Tak hanya itu, dalam unggahannya di Instagram, Kementerian BUMN juga  menyertakan pantun yang dibuat khusus dalam rangka HUT ke-74 PT KAI dari  Balai Pustaka.

 
Ramai stasiun seindah plaza
 
Kereta berjalan menjemput harapan
 
74 tahun Kereta Api Indonesia
 
Makin terdepan utamakan pelanggan
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
