<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Semua Mahal, Harga Gas di Indonesia USD5/MMBTU</title><description>Diperlukan kehati-hatian ketika menilai harga gas Indonesia cukup kompetitif atau sebaliknya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/29/320/2110660/tak-semua-mahal-harga-gas-di-indonesia-usd5-mmbtu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/29/320/2110660/tak-semua-mahal-harga-gas-di-indonesia-usd5-mmbtu"/><item><title>Tak Semua Mahal, Harga Gas di Indonesia USD5/MMBTU</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/29/320/2110660/tak-semua-mahal-harga-gas-di-indonesia-usd5-mmbtu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/29/320/2110660/tak-semua-mahal-harga-gas-di-indonesia-usd5-mmbtu</guid><pubDate>Minggu 29 September 2019 18:38 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/29/320/2110660/tak-semua-mahal-harga-gas-di-indonesia-usd5-mmbtu-OGX16xsK3j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tak Semua Harga Gas di Indonesia Mahal (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/29/320/2110660/tak-semua-mahal-harga-gas-di-indonesia-usd5-mmbtu-OGX16xsK3j.jpg</image><title>Tak Semua Harga Gas di Indonesia Mahal (Foto: Okezone.com)</title></images><description> 
JAKARTA - Pemerintah meminta para pelaku industri ketika membandingkan harga gas di Indonesia dengan negara lainnya, dapat melihat hal ini secara keseluruhan dengan pembanding yang sama atau apple to apple.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pengusaha Minta Harga Gas Diturunkan Jadi USD6 per MMBTU
Wakil Menteri Energi Arcandra Tahar mengatakan, diperlukan kehati-hatian ketika menilai harga gas Indonesia cukup kompetitif atau sebaliknya. Ini penting karena terkadang pelaku industri hanya melihat harga gas ini hanya dari satu sisi semata.

&quot;Kadang-kadang kita melihat hanya satu sisi. 'Pak di Malaysia harga gas hanya USD7 per mmbtu. Kenapa kita USD9 per mmbtu.' Ini cuma perumpamaan. Ada tidak kita punya harga gas yang cuma USD5? Ada. Kita punya gas yang harganya USD9? Ada,&quot; ungkap Wamen ESDM seperti dilansir situs Ditjen Migas, Jakarta, Minggu (29/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Industri Keramik Minta Harga Jual Gas Disamakan USD7,98/MMBTU
Sewaktu membandingkan harga gas, lanjut dia, sebaiknya dilihat secara apple to apple. Misalnya, harga gas tersebut merupakan harga di hulu migas atau sudah termasuk harga di midstream.

&quot;Selain itu, apakah harga gas ini adalah harga gas LNG? Apakah harga ini yang sudah disubsidi oleh negara? Untuk itu mari kita lihat satu per satu sewaktu membandingkan sebuah harga gas,&quot; tambah Arcandra.
&amp;nbsp;Hal lain yang juga perlu diperhatikan ketika membandingkan harga gas adalah jangka waktu kontrak jual beli gas diteken.

Meski bukan hal yang mudah untuk menyediakan harga gas yang murah,  Pemerintah tetap berkewajiban menyediakan harga gas yang dapat diterima  oleh semua pihak, termasuk pelaku industri dan BUMN. Salah satu  contohnya adalah penurunan harga gas pipa Arun-Belawan sebesar USD1 per  mmbtu dan Jambaran Tiung Biru dari semula USD9 per mmbtu menjadi USD7,6  per mmbtu.

&quot;Kita sangat concern dengan industri agar bisa kompetitif menghasilkan produknya,&quot; kata Wamen.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2017/01/24/32565/194893_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Jokowi Pimpin Ratas Harga Gas Industri&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</description><content:encoded> 
JAKARTA - Pemerintah meminta para pelaku industri ketika membandingkan harga gas di Indonesia dengan negara lainnya, dapat melihat hal ini secara keseluruhan dengan pembanding yang sama atau apple to apple.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pengusaha Minta Harga Gas Diturunkan Jadi USD6 per MMBTU
Wakil Menteri Energi Arcandra Tahar mengatakan, diperlukan kehati-hatian ketika menilai harga gas Indonesia cukup kompetitif atau sebaliknya. Ini penting karena terkadang pelaku industri hanya melihat harga gas ini hanya dari satu sisi semata.

&quot;Kadang-kadang kita melihat hanya satu sisi. 'Pak di Malaysia harga gas hanya USD7 per mmbtu. Kenapa kita USD9 per mmbtu.' Ini cuma perumpamaan. Ada tidak kita punya harga gas yang cuma USD5? Ada. Kita punya gas yang harganya USD9? Ada,&quot; ungkap Wamen ESDM seperti dilansir situs Ditjen Migas, Jakarta, Minggu (29/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Industri Keramik Minta Harga Jual Gas Disamakan USD7,98/MMBTU
Sewaktu membandingkan harga gas, lanjut dia, sebaiknya dilihat secara apple to apple. Misalnya, harga gas tersebut merupakan harga di hulu migas atau sudah termasuk harga di midstream.

&quot;Selain itu, apakah harga gas ini adalah harga gas LNG? Apakah harga ini yang sudah disubsidi oleh negara? Untuk itu mari kita lihat satu per satu sewaktu membandingkan sebuah harga gas,&quot; tambah Arcandra.
&amp;nbsp;Hal lain yang juga perlu diperhatikan ketika membandingkan harga gas adalah jangka waktu kontrak jual beli gas diteken.

Meski bukan hal yang mudah untuk menyediakan harga gas yang murah,  Pemerintah tetap berkewajiban menyediakan harga gas yang dapat diterima  oleh semua pihak, termasuk pelaku industri dan BUMN. Salah satu  contohnya adalah penurunan harga gas pipa Arun-Belawan sebesar USD1 per  mmbtu dan Jambaran Tiung Biru dari semula USD9 per mmbtu menjadi USD7,6  per mmbtu.

&quot;Kita sangat concern dengan industri agar bisa kompetitif menghasilkan produknya,&quot; kata Wamen.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2017/01/24/32565/194893_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Jokowi Pimpin Ratas Harga Gas Industri&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
