<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ibu Kota Baru Pakai Jargas, Impor LPG Bakal Berkurang Drastis</title><description>Ada saat ini gas bumi telah menjadi aset strategis untuk mendorong produks</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/29/470/2110638/ibu-kota-baru-pakai-jargas-impor-lpg-bakal-berkurang-drastis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/29/470/2110638/ibu-kota-baru-pakai-jargas-impor-lpg-bakal-berkurang-drastis"/><item><title>Ibu Kota Baru Pakai Jargas, Impor LPG Bakal Berkurang Drastis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/29/470/2110638/ibu-kota-baru-pakai-jargas-impor-lpg-bakal-berkurang-drastis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/29/470/2110638/ibu-kota-baru-pakai-jargas-impor-lpg-bakal-berkurang-drastis</guid><pubDate>Minggu 29 September 2019 12:23 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/29/470/2110638/ibu-kota-baru-pakai-jargas-impor-lpg-bakal-berkurang-drastis-y9i9ZBvmuc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ibu Kota Baru Pakai Jargas (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/29/470/2110638/ibu-kota-baru-pakai-jargas-impor-lpg-bakal-berkurang-drastis-y9i9ZBvmuc.jpg</image><title>Ibu Kota Baru Pakai Jargas (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, pada saat ini gas bumi telah menjadi aset strategis untuk mendorong produksi dan menguatkan kebangkitan sektor manufaktur.
&amp;nbsp;Baca Juga: Modernnya Ibu Kota Baru, dari Sistem Kelistrikan hingga Tak Ada Gas Elpiji
Sesuai materi yang disampaikan bahwa arahan Presiden RI Joko Widodo mengenai pengembangan infrastruktur harus berdampak langsung terhadap pengembangan wilayah dan meningkatkan nilai tambah. Itu sebabnya, pembangunan infrastruktur akan menjadi salah satu kunci utama dalam memperkuat pengembangan wilayah ekonomi baru melalui pemanfaatan gas bumi di dalam negeri.

&amp;ldquo;Gas bumi bukan lagi sebagai komoditas. Tapi harus menjadi alat produksi yang memperkuat sektor industri dan perekonomian nasional,&quot; ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (29/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Tak Ada Kabel Listrik yang Menjutai dan Gas Elpiji di Ibu Kota Baru, Ini Faktanya
Sementara itu, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mendukung penguatan industri petrokimia melalui penyediaan gas bumi yang terbukti lebih efisien dan ramah lingkungan, dengan mengoptimalkan produksi gas di dalam negeri.

Sebagai subholding gas bumi, PGN juga akan mendukung pengembangan infrastruktur gas bumi di ibu kota baru yang bakal dibangun di Kalimantan Timur.
&amp;nbsp;Direktur Utama PGN Gigih Prakoso menjelaskan, pembangunan  infrastruktur gas bumi ibaratnya sebuah perlombaan maraton yang memiliki  durasi jangka panjang, sehingga membutuhkan daya tahan yang kuat. Itu  sebabnya, PGN terus mengembangkan berbagai strategi agar pembangunan  infrastruktur gas sejalan dengan peningkatan pasokan gas dan penguatan  pasar gas bumi.

&quot;Selama lebih dari setengah abad, kami melakukan berbagai inisiatif  agar gas bumi dapat dinikmati oleh lebih banyak pelaku usaha dan  masyarakat. Sektor Petrokimia sebagai salah satu usaha strategis,  termasuk salah satu prioritas pelayanan PGN,&quot; jelas Gigih.

Dengan perubahan kondisi bisnis gas bumi dan semakin meningkatnya  kebutuhan LNG, PGN berupaya untuk menjawab tantangan akses gas bumi dan  sesuai dengan wilayah goegrafis kepulauan di Indonesia.

Berbagai infrastruktur dibangun PGN, meliputi fasilitas terminal dan  regasifikasi LNG, pipa transmisi, jaringan distribusi gas bumi, dan SPBG  yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia.

&amp;ldquo;Cluster petrokimia di Indonesia Timur adalah salah satu segmen  industri yang membutuhkan gas bumi dalam volume besar,&quot; kata Menteri  Perindustrian Airlangga Hartarto.
&amp;nbsp;Gigih menambahkan, PGN juga terus mengembangkan infrastruktur   distribusi baru di beberapa daerah yang mulai tumbuh sektor industrinya.   Misalnya di wilayah Kendal, Semarang dan Ungaran. Pasokan gas ke   wilayah Jawa Tengah ini akan berasal dari Blok Jambaran Tiung Biru di   Bojonegoro, Jawa Timur. Untuk mengirimkan gas dari blok tersebut, PGN   melalui anak usahanya Pertagas, sedang dalam penyelesaian pipa transmisi   sepanjang 267 km dari Gresik-Semarang.

&quot;Kami percaya bahwa pemanfaatan gas bumi akan mendorong daya saing   sektor industri kita. Karena itulah pembangunan infrastruktur akan tetap   menjadi komitmen PGN dalam jangka panjang,&quot; tambahnya.

Gigih mengatakan, PGN juga siap mendukung pembangunan infrastruktur   gas bumi di ibu kota baru yang akan di bangun pemerintah di Kalimantan   Timur. Dengan pengalaman PGN dalam membangun dan mengelola proyek   jaringan gas (Jargas), pemanfatan gas bumi di ibu kota baru akan jauh   lebih efisien dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

&quot;PGN siap untuk membantu pemerintah menyiapkan infrastruktur di ibu   kota baru untuk menjadi smart city yang berbasis pada energi bersih gas   bumi. Proyek jargas yang selama ini telah berjalan terbukti efektif   mengurangi biaya energi rumah tangga,&quot; katanya.

Pembangunan gas kota diproyeksi akan menciptakan penghematan LPG   sebesar Rp157,8 miliar per tahun sehingga bisa membuat penghematan   pengeluaran masyarakat sebesar Rp386 miliar per tahun. Pemerintah dapat   mengurangi impor LPG sebesar 320.222 ribu ton per tahunnya dan   pengurangan defisit neraca perdagangan migas mencapai Rp1,4 triliun per   tahun.

Saat ini, total jaringan pipa gas yang dibangun dan dikelola PGN   lebih dari 10.000 kilometer dan melayani lebih dari 300.000 konsumen   berbagai segmen pasar. PGN juga mengelola jaringan gas milik pemerintah   sepanjang 3.800 kilometer di berbagai daerah.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, pada saat ini gas bumi telah menjadi aset strategis untuk mendorong produksi dan menguatkan kebangkitan sektor manufaktur.
&amp;nbsp;Baca Juga: Modernnya Ibu Kota Baru, dari Sistem Kelistrikan hingga Tak Ada Gas Elpiji
Sesuai materi yang disampaikan bahwa arahan Presiden RI Joko Widodo mengenai pengembangan infrastruktur harus berdampak langsung terhadap pengembangan wilayah dan meningkatkan nilai tambah. Itu sebabnya, pembangunan infrastruktur akan menjadi salah satu kunci utama dalam memperkuat pengembangan wilayah ekonomi baru melalui pemanfaatan gas bumi di dalam negeri.

&amp;ldquo;Gas bumi bukan lagi sebagai komoditas. Tapi harus menjadi alat produksi yang memperkuat sektor industri dan perekonomian nasional,&quot; ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (29/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Tak Ada Kabel Listrik yang Menjutai dan Gas Elpiji di Ibu Kota Baru, Ini Faktanya
Sementara itu, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mendukung penguatan industri petrokimia melalui penyediaan gas bumi yang terbukti lebih efisien dan ramah lingkungan, dengan mengoptimalkan produksi gas di dalam negeri.

Sebagai subholding gas bumi, PGN juga akan mendukung pengembangan infrastruktur gas bumi di ibu kota baru yang bakal dibangun di Kalimantan Timur.
&amp;nbsp;Direktur Utama PGN Gigih Prakoso menjelaskan, pembangunan  infrastruktur gas bumi ibaratnya sebuah perlombaan maraton yang memiliki  durasi jangka panjang, sehingga membutuhkan daya tahan yang kuat. Itu  sebabnya, PGN terus mengembangkan berbagai strategi agar pembangunan  infrastruktur gas sejalan dengan peningkatan pasokan gas dan penguatan  pasar gas bumi.

&quot;Selama lebih dari setengah abad, kami melakukan berbagai inisiatif  agar gas bumi dapat dinikmati oleh lebih banyak pelaku usaha dan  masyarakat. Sektor Petrokimia sebagai salah satu usaha strategis,  termasuk salah satu prioritas pelayanan PGN,&quot; jelas Gigih.

Dengan perubahan kondisi bisnis gas bumi dan semakin meningkatnya  kebutuhan LNG, PGN berupaya untuk menjawab tantangan akses gas bumi dan  sesuai dengan wilayah goegrafis kepulauan di Indonesia.

Berbagai infrastruktur dibangun PGN, meliputi fasilitas terminal dan  regasifikasi LNG, pipa transmisi, jaringan distribusi gas bumi, dan SPBG  yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia.

&amp;ldquo;Cluster petrokimia di Indonesia Timur adalah salah satu segmen  industri yang membutuhkan gas bumi dalam volume besar,&quot; kata Menteri  Perindustrian Airlangga Hartarto.
&amp;nbsp;Gigih menambahkan, PGN juga terus mengembangkan infrastruktur   distribusi baru di beberapa daerah yang mulai tumbuh sektor industrinya.   Misalnya di wilayah Kendal, Semarang dan Ungaran. Pasokan gas ke   wilayah Jawa Tengah ini akan berasal dari Blok Jambaran Tiung Biru di   Bojonegoro, Jawa Timur. Untuk mengirimkan gas dari blok tersebut, PGN   melalui anak usahanya Pertagas, sedang dalam penyelesaian pipa transmisi   sepanjang 267 km dari Gresik-Semarang.

&quot;Kami percaya bahwa pemanfaatan gas bumi akan mendorong daya saing   sektor industri kita. Karena itulah pembangunan infrastruktur akan tetap   menjadi komitmen PGN dalam jangka panjang,&quot; tambahnya.

Gigih mengatakan, PGN juga siap mendukung pembangunan infrastruktur   gas bumi di ibu kota baru yang akan di bangun pemerintah di Kalimantan   Timur. Dengan pengalaman PGN dalam membangun dan mengelola proyek   jaringan gas (Jargas), pemanfatan gas bumi di ibu kota baru akan jauh   lebih efisien dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

&quot;PGN siap untuk membantu pemerintah menyiapkan infrastruktur di ibu   kota baru untuk menjadi smart city yang berbasis pada energi bersih gas   bumi. Proyek jargas yang selama ini telah berjalan terbukti efektif   mengurangi biaya energi rumah tangga,&quot; katanya.

Pembangunan gas kota diproyeksi akan menciptakan penghematan LPG   sebesar Rp157,8 miliar per tahun sehingga bisa membuat penghematan   pengeluaran masyarakat sebesar Rp386 miliar per tahun. Pemerintah dapat   mengurangi impor LPG sebesar 320.222 ribu ton per tahunnya dan   pengurangan defisit neraca perdagangan migas mencapai Rp1,4 triliun per   tahun.

Saat ini, total jaringan pipa gas yang dibangun dan dikelola PGN   lebih dari 10.000 kilometer dan melayani lebih dari 300.000 konsumen   berbagai segmen pasar. PGN juga mengelola jaringan gas milik pemerintah   sepanjang 3.800 kilometer di berbagai daerah.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
