<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aksi Demo Susulan Jadi Perhatian Investor Pekan Ini</title><description>Demo yang di ikuti aksi tidak terpuji menimbulkan keluarnya dana Asing dari pasar saham dan beralih ke SBN</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/30/278/2110863/aksi-demo-susulan-jadi-perhatian-investor-pekan-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/30/278/2110863/aksi-demo-susulan-jadi-perhatian-investor-pekan-ini"/><item><title>Aksi Demo Susulan Jadi Perhatian Investor Pekan Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/30/278/2110863/aksi-demo-susulan-jadi-perhatian-investor-pekan-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/30/278/2110863/aksi-demo-susulan-jadi-perhatian-investor-pekan-ini</guid><pubDate>Senin 30 September 2019 07:50 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/30/278/2110863/aksi-demo-susulan-jadi-perhatian-investor-pekan-ini-KqUcFXEHSb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investor Saham Waspadai Aksi Demo Susulan. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/30/278/2110863/aksi-demo-susulan-jadi-perhatian-investor-pekan-ini-KqUcFXEHSb.jpg</image><title>Investor Saham Waspadai Aksi Demo Susulan. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Meredanya aksi demo di dalam negeri menjadi sentimen yang positif. Hanya saja ancaman aksi susulan masih menjadi perhatian pasar.
Menurut Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee,biarpun tidak berpengaruh signifikan terhadap pasar, tetapi demo yang di ikuti aksi tidak terpuji menimbulkan keluarnya dana Asing dari pasar saham  dan beralih ke SBN.
&amp;ldquo;Kami perkirakan IHSG berpeluang melemah pada perdagangan Senin dengan support di level 6.191 sampai 6.165 dan resistance di level 6.219 sampai 6.256,&amp;rdquo; terangnya, dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/9/2019).
Baca Juga: Ada 9 Sektor Usaha Perusahaan Tercatat di BEI
Selama sepekan IHSG berpeluang konsolidasi menguat dengan resistance di level 6.282 sampai 6.318 dan support di level 6.165 sampai 6.986.
Meski demikian, investor tengah memperhatikan kelanjutan dari perang dagang AS-China. Di mana tensi perang dagang sempat mereda setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan perdagangan AS China yang sudah berlangsung 15 bulan bisa terjadi lebih cepat dari harapan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/09/27/58896/301984_medium.jpg&quot; alt=&quot;HMI Sikapi Kematian 2 Mahasiswa dalam Demo di Kendari&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Selain itu Amerika secara sementara membebaskan lebih dari 400 tipe dari produk &amp;ndash; produk China yang terpukul oleh tarif impor senilai USD250 miliar selama tahun ini. Isu perang dagang naik turun dan mempengaruhi pasar di mana sebelumnya Persiden AS  Donald Trump di depan Majelis Umum PBB menuding China menyalahgunakan sistem perdagangan internasional.
&amp;ldquo;Pasar saham global khususnya Amerika sangat terpengaruh oleh isu perang dagang,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga: Ini Loh Proses Go Public
Penyelidikan  impeachment  oleh partai Demokrat terhadap presiden Donald Trump. Hal ini menyusul pernyataan Ketua DPR Nancy Pelosi mengumumkan bahwa DPR akan meluncurkan penyelidikan resmi terhadap pemakzulan Trump. Hal ini terjadi setelah munculnya transkrip percakapan Trump dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.
Ada indikasi Trump menggunakan ancaman pemotongan bantuan ekonomi ke Ukraina untuk menghasilkan informasi yang merusak calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden. Jika rencana impeachment ini dikhawatirkan bisa menutup peluang Donald Trump terpilih lagi pada 2020. Presiden Trump mungkin akan berhati-hati dalam negosiasi perang dagang dan bersikap lebih keras dalam negosiasi perang dagang dengan China sehingga meningkatkan kemungkinan resesi global pada tahun depan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/09/27/58896/301986_medium.jpg&quot; alt=&quot;HMI Sikapi Kematian 2 Mahasiswa dalam Demo di Kendari&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dari zona Euro perhatian masih tertuju pada Brexit dan suhu politik di Negara tersebut. Tantangan PM Inggris Boris Johnson kepada kubu oposisi  Partai Buruh, untuk menggulingkannya melalui mosi tidak percaya dan memicu pemilu dini. Sebelumnya PM Boris Johnson menghadapi desakan untuk mengundurkan diri setelah keputusan Mahkamah Agung yang menyatakan bahwa tindakannya menunda parlemen sebelum Brexit merupakan pelanggaran hukum.
Panasnya suhu politik Inggris menjelang keputusan Brexit  dikhawatirkan menghasilkan keputusan yang tidak optimal. Bila Inggris  keluar zona Euro tanpa sebuah kesepakatan yang baik berpeluang memicu  resesi di zona Euro.
&amp;ldquo;Pasar mencerna peluang resesi di kawasan tersebut menyusul data yang  tidak terlalu baik. Data Markit komposit PMI (indeks pembelian manajer)  Jerman berada di posisi 49,1 pada September turun dari 51,7 pada bulan  Agustus. Elemen manufaktur berada di level 41,4,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/09/24/58842/301664_medium.jpg&quot; alt=&quot;Demo di Gedung DPRD Kota Malang Ricuh, 3 Orang Terluka&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Itu adalah ukuran terendah bagi Jerman selama lebih dari satu decade  di mana angka di bawah 50 mengindikasikan kontraksi. Data yang jelek  juga di tunjukan oleh Zona Euro di mana Indeks Pembelian Manajer (PMI)  Komposit Zona Euro versi IHS Markit turun di 50,4 pada September lebih  rendah di bandingkan 51,9 pada Agustus.
Hal ini menurunkan harapan bahwa data yang terburuk sudah berlalu.  Penurunan yang berkelanjutan dalam aktivitas manufaktur berisiko  menginfeksi seluruh perekonomian kata Presiden Bank Sentral Eropa Mario  Draghi. Kekhawatiran resesi Zona Euro punya pengaruh kepada perdagangan  pasar saham.</description><content:encoded>JAKARTA - Meredanya aksi demo di dalam negeri menjadi sentimen yang positif. Hanya saja ancaman aksi susulan masih menjadi perhatian pasar.
Menurut Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee,biarpun tidak berpengaruh signifikan terhadap pasar, tetapi demo yang di ikuti aksi tidak terpuji menimbulkan keluarnya dana Asing dari pasar saham  dan beralih ke SBN.
&amp;ldquo;Kami perkirakan IHSG berpeluang melemah pada perdagangan Senin dengan support di level 6.191 sampai 6.165 dan resistance di level 6.219 sampai 6.256,&amp;rdquo; terangnya, dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/9/2019).
Baca Juga: Ada 9 Sektor Usaha Perusahaan Tercatat di BEI
Selama sepekan IHSG berpeluang konsolidasi menguat dengan resistance di level 6.282 sampai 6.318 dan support di level 6.165 sampai 6.986.
Meski demikian, investor tengah memperhatikan kelanjutan dari perang dagang AS-China. Di mana tensi perang dagang sempat mereda setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan perdagangan AS China yang sudah berlangsung 15 bulan bisa terjadi lebih cepat dari harapan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/09/27/58896/301984_medium.jpg&quot; alt=&quot;HMI Sikapi Kematian 2 Mahasiswa dalam Demo di Kendari&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Selain itu Amerika secara sementara membebaskan lebih dari 400 tipe dari produk &amp;ndash; produk China yang terpukul oleh tarif impor senilai USD250 miliar selama tahun ini. Isu perang dagang naik turun dan mempengaruhi pasar di mana sebelumnya Persiden AS  Donald Trump di depan Majelis Umum PBB menuding China menyalahgunakan sistem perdagangan internasional.
&amp;ldquo;Pasar saham global khususnya Amerika sangat terpengaruh oleh isu perang dagang,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga: Ini Loh Proses Go Public
Penyelidikan  impeachment  oleh partai Demokrat terhadap presiden Donald Trump. Hal ini menyusul pernyataan Ketua DPR Nancy Pelosi mengumumkan bahwa DPR akan meluncurkan penyelidikan resmi terhadap pemakzulan Trump. Hal ini terjadi setelah munculnya transkrip percakapan Trump dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.
Ada indikasi Trump menggunakan ancaman pemotongan bantuan ekonomi ke Ukraina untuk menghasilkan informasi yang merusak calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden. Jika rencana impeachment ini dikhawatirkan bisa menutup peluang Donald Trump terpilih lagi pada 2020. Presiden Trump mungkin akan berhati-hati dalam negosiasi perang dagang dan bersikap lebih keras dalam negosiasi perang dagang dengan China sehingga meningkatkan kemungkinan resesi global pada tahun depan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/09/27/58896/301986_medium.jpg&quot; alt=&quot;HMI Sikapi Kematian 2 Mahasiswa dalam Demo di Kendari&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dari zona Euro perhatian masih tertuju pada Brexit dan suhu politik di Negara tersebut. Tantangan PM Inggris Boris Johnson kepada kubu oposisi  Partai Buruh, untuk menggulingkannya melalui mosi tidak percaya dan memicu pemilu dini. Sebelumnya PM Boris Johnson menghadapi desakan untuk mengundurkan diri setelah keputusan Mahkamah Agung yang menyatakan bahwa tindakannya menunda parlemen sebelum Brexit merupakan pelanggaran hukum.
Panasnya suhu politik Inggris menjelang keputusan Brexit  dikhawatirkan menghasilkan keputusan yang tidak optimal. Bila Inggris  keluar zona Euro tanpa sebuah kesepakatan yang baik berpeluang memicu  resesi di zona Euro.
&amp;ldquo;Pasar mencerna peluang resesi di kawasan tersebut menyusul data yang  tidak terlalu baik. Data Markit komposit PMI (indeks pembelian manajer)  Jerman berada di posisi 49,1 pada September turun dari 51,7 pada bulan  Agustus. Elemen manufaktur berada di level 41,4,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/09/24/58842/301664_medium.jpg&quot; alt=&quot;Demo di Gedung DPRD Kota Malang Ricuh, 3 Orang Terluka&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Itu adalah ukuran terendah bagi Jerman selama lebih dari satu decade  di mana angka di bawah 50 mengindikasikan kontraksi. Data yang jelek  juga di tunjukan oleh Zona Euro di mana Indeks Pembelian Manajer (PMI)  Komposit Zona Euro versi IHS Markit turun di 50,4 pada September lebih  rendah di bandingkan 51,9 pada Agustus.
Hal ini menurunkan harapan bahwa data yang terburuk sudah berlalu.  Penurunan yang berkelanjutan dalam aktivitas manufaktur berisiko  menginfeksi seluruh perekonomian kata Presiden Bank Sentral Eropa Mario  Draghi. Kekhawatiran resesi Zona Euro punya pengaruh kepada perdagangan  pasar saham.</content:encoded></item></channel></rss>
