<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Basuki Bujuk Investor Pasar Modal Biayai Pembangunan Tol</title><description>Basuki Hadimuljono berharap investor pasar modal ikut berperan dalam pembangunan  jalan tol.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/30/278/2111075/menteri-basuki-bujuk-investor-pasar-modal-biayai-pembangunan-tol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/30/278/2111075/menteri-basuki-bujuk-investor-pasar-modal-biayai-pembangunan-tol"/><item><title>Menteri Basuki Bujuk Investor Pasar Modal Biayai Pembangunan Tol</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/30/278/2111075/menteri-basuki-bujuk-investor-pasar-modal-biayai-pembangunan-tol</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/30/278/2111075/menteri-basuki-bujuk-investor-pasar-modal-biayai-pembangunan-tol</guid><pubDate>Senin 30 September 2019 16:02 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/30/278/2111075/menteri-basuki-bujuk-investor-pasar-modal-biayai-pembangunan-tol-byFLpl5mas.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Foto: Kementerian PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/30/278/2111075/menteri-basuki-bujuk-investor-pasar-modal-biayai-pembangunan-tol-byFLpl5mas.jpg</image><title>Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Foto: Kementerian PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berharap investor pasar modal ikut berperan dalam pembangunan  jalan tol. Sebab, pembangunan jalan tol memiliki peran penting sebagai &amp;ldquo;backbone&amp;rdquo; dalam konektivitas antar wilayah dan efisiensi biaya logistik di Indonesia.
&amp;ldquo;Saya berharap partisipasi dunia usaha khususnya investor dan lembaga pembiayaan, pasar modal, para analis di perusahaan sekuritas, akan dapat terus membantu tersedianya pelayanan konektivitas bagi masyarakat,&amp;rdquo; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dilansir dari laman Kementerian PUPR, Senin (30/9/2019).
Baca Juga: Jangan Meleng, Ada Tilang Elektronik di 8 Titik Jalan Tol Jabotabek
Hingga akhir tahun 2019, panjang jalan beroperasi ditargetkan lebih kurang 1.500 Km atau melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 sepanjang 1.000 Km. Pada kuartal II tahun 2020, dengan tantangan dalam pengadaan lahan, Kementerian PUPR jalan tol yang akan selesai akan bertambah menjadi 1.852 Km.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/09/06/58661/300402_medium.jpg&quot; alt=&quot;Melihat Pembangunan Seksi 1-3 Tol Cisumdawu  &quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Pembangunan jalan tol dalam lima tahun ke depan akan terus dilanjutkan dengan target sekitar 2.500 Km dengan perkiraan investasi Rp250-375 triliun. Dalam pembangunannya, Pemerintah akan menggunakan pembiayaan dari investasi badan usaha maupun Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pasar modal diharapkan dapat berperan menjadi sumber pembiayaan jangka panjang dalam investasi jalan tol.
Dengan besarnya kebutuhan investasi, Menteri Basuki menantang Asosiasi Emiten Indonesia dan perusahaan sekuritas, agar pasar modal lebih berkontribusi dalam pengembangan jalan tol dengan dukungan inovasi produk pembiayaan untuk dapat memenuhi kebutuhan modal investor jalan tol.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berharap investor pasar modal ikut berperan dalam pembangunan  jalan tol. Sebab, pembangunan jalan tol memiliki peran penting sebagai &amp;ldquo;backbone&amp;rdquo; dalam konektivitas antar wilayah dan efisiensi biaya logistik di Indonesia.
&amp;ldquo;Saya berharap partisipasi dunia usaha khususnya investor dan lembaga pembiayaan, pasar modal, para analis di perusahaan sekuritas, akan dapat terus membantu tersedianya pelayanan konektivitas bagi masyarakat,&amp;rdquo; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dilansir dari laman Kementerian PUPR, Senin (30/9/2019).
Baca Juga: Jangan Meleng, Ada Tilang Elektronik di 8 Titik Jalan Tol Jabotabek
Hingga akhir tahun 2019, panjang jalan beroperasi ditargetkan lebih kurang 1.500 Km atau melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 sepanjang 1.000 Km. Pada kuartal II tahun 2020, dengan tantangan dalam pengadaan lahan, Kementerian PUPR jalan tol yang akan selesai akan bertambah menjadi 1.852 Km.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/09/06/58661/300402_medium.jpg&quot; alt=&quot;Melihat Pembangunan Seksi 1-3 Tol Cisumdawu  &quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Pembangunan jalan tol dalam lima tahun ke depan akan terus dilanjutkan dengan target sekitar 2.500 Km dengan perkiraan investasi Rp250-375 triliun. Dalam pembangunannya, Pemerintah akan menggunakan pembiayaan dari investasi badan usaha maupun Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pasar modal diharapkan dapat berperan menjadi sumber pembiayaan jangka panjang dalam investasi jalan tol.
Dengan besarnya kebutuhan investasi, Menteri Basuki menantang Asosiasi Emiten Indonesia dan perusahaan sekuritas, agar pasar modal lebih berkontribusi dalam pengembangan jalan tol dengan dukungan inovasi produk pembiayaan untuk dapat memenuhi kebutuhan modal investor jalan tol.</content:encoded></item></channel></rss>
