<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tingkatkan Daya Saing, Sektor Logistik Harus Berbenah di Industri 4.0</title><description>Sektor logistik merupakan salah satu sektor yang berkembang pesat di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/30/320/2111203/tingkatkan-daya-saing-sektor-logistik-harus-berbenah-di-industri-4-0</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/30/320/2111203/tingkatkan-daya-saing-sektor-logistik-harus-berbenah-di-industri-4-0"/><item><title>Tingkatkan Daya Saing, Sektor Logistik Harus Berbenah di Industri 4.0</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/30/320/2111203/tingkatkan-daya-saing-sektor-logistik-harus-berbenah-di-industri-4-0</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/30/320/2111203/tingkatkan-daya-saing-sektor-logistik-harus-berbenah-di-industri-4-0</guid><pubDate>Senin 30 September 2019 21:01 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/30/320/2111203/tingkatkan-daya-saing-sektor-logistik-harus-berbenah-di-industri-4-0-NmsQUVirXG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tingkatkan Daya Saing Logistik (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/30/320/2111203/tingkatkan-daya-saing-sektor-logistik-harus-berbenah-di-industri-4-0-NmsQUVirXG.jpg</image><title>Tingkatkan Daya Saing Logistik (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Sektor logistik merupakan salah satu sektor yang berkembang pesat di Indonesia. Sejumlah upaya perbaikan logistik, termasuk melalui pembangunan infrastruktur, membuat kinerja logistik Indonesia meningkat signifikan dalam tiga tahun terakhir.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menteri Ekonomi Baru Diharapkan Bisa Tekan Biaya Logistik
Menurut Indeks Kinerja Logistik Bank Dunia, Indonesia kini berada di peringkat ke-46 secara global dibandingkan tiga tahun lalu yang bertengger di peringkat ke-63. Pesatnya perkembangan sektor logistik dan seiring dengan cepatnya kemajuan teknologi,

&quot;Saat ini sektor logistik di Indonesia tumbuh sejalan dengan pertumbuhan sektor lainnya seperti e-commerce,&quot; kata CEO dan Co-Founder Logisly Roolin Njotosetiadi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (30/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Presiden Jokowi Butuh Rp375 Triliun untuk Bangun 2.500 Km Jalan Tol
Namun sayangnya, secara umum manajemen perusahaan truk yang ada saat ini masih banyak yang bersifat tradisional sehingga seringkali ditemukan truk berjalan tanpa muatan atau hanya berada di pool saja karena tidak adanya order dari pengguna sehingga secara bisnis merugikan pemilik usaha truk.

&quot;Dengan teknologi yang diaplikasikan secara digital, memungkinkan para pengusaha truk UKM untuk mendapatkan order dari shipper dari jaringan pengguna layanan. Selain itu juga membantu memperbaiki cash flow yang lebih terjaga melalui sistem pembayaran yang diterapkan,&quot; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2017/07/18/40012/217140_medium.jpg&quot; alt=&quot;Semester I 2017, Trafik Arus Peti Kemas di Pelabuhan Tenau Kupang Naik 2%&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap tim  menteri ekonomi yang baru bisa menekan biaya logistik ke angka 20%  terhadap PDB agar Indonesia memiliki daya saing tinggi dibandingkan  negara-negara lain.

&quot;Kalau biaya logistik itu bisa turun ke angka 20% atau 18%, bisa  dibayangkan bagaimana dana yang bisa kita hemat itu bisa kita gunakan  untuk program pembangunan dan lain-lain. Tentu kalau biaya logistiknya  murah, kita bisa memiliki nilai daya saing dibandingkan negara-negara  lain,&quot; ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Logistik dan Supply Chain Rico  Rustombi di Jakarta belum lama ini.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2017/06/15/38590/213732_medium.jpg&quot; alt=&quot;Aktivitas Bongkar Muat Peti Kemas Pelabuhan Malahayati Aceh&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Rico menjelaskan bahwa upaya untuk menekan biaya logistik itu kembali  lagi pada masalah niat baik dari pemerintah, apakah melihat logistik  tersebut membantu posisi indonesia dalam ekspor-impor perdagangan.

Jika biaya logistik Indonesia tidak lebih efisien dibandingkan  negara-negara lain, maka sulit untuk mengharapkan biaya distribusi  barang-barang bisa lebih murah.</description><content:encoded>JAKARTA - Sektor logistik merupakan salah satu sektor yang berkembang pesat di Indonesia. Sejumlah upaya perbaikan logistik, termasuk melalui pembangunan infrastruktur, membuat kinerja logistik Indonesia meningkat signifikan dalam tiga tahun terakhir.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menteri Ekonomi Baru Diharapkan Bisa Tekan Biaya Logistik
Menurut Indeks Kinerja Logistik Bank Dunia, Indonesia kini berada di peringkat ke-46 secara global dibandingkan tiga tahun lalu yang bertengger di peringkat ke-63. Pesatnya perkembangan sektor logistik dan seiring dengan cepatnya kemajuan teknologi,

&quot;Saat ini sektor logistik di Indonesia tumbuh sejalan dengan pertumbuhan sektor lainnya seperti e-commerce,&quot; kata CEO dan Co-Founder Logisly Roolin Njotosetiadi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (30/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Presiden Jokowi Butuh Rp375 Triliun untuk Bangun 2.500 Km Jalan Tol
Namun sayangnya, secara umum manajemen perusahaan truk yang ada saat ini masih banyak yang bersifat tradisional sehingga seringkali ditemukan truk berjalan tanpa muatan atau hanya berada di pool saja karena tidak adanya order dari pengguna sehingga secara bisnis merugikan pemilik usaha truk.

&quot;Dengan teknologi yang diaplikasikan secara digital, memungkinkan para pengusaha truk UKM untuk mendapatkan order dari shipper dari jaringan pengguna layanan. Selain itu juga membantu memperbaiki cash flow yang lebih terjaga melalui sistem pembayaran yang diterapkan,&quot; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2017/07/18/40012/217140_medium.jpg&quot; alt=&quot;Semester I 2017, Trafik Arus Peti Kemas di Pelabuhan Tenau Kupang Naik 2%&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap tim  menteri ekonomi yang baru bisa menekan biaya logistik ke angka 20%  terhadap PDB agar Indonesia memiliki daya saing tinggi dibandingkan  negara-negara lain.

&quot;Kalau biaya logistik itu bisa turun ke angka 20% atau 18%, bisa  dibayangkan bagaimana dana yang bisa kita hemat itu bisa kita gunakan  untuk program pembangunan dan lain-lain. Tentu kalau biaya logistiknya  murah, kita bisa memiliki nilai daya saing dibandingkan negara-negara  lain,&quot; ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Logistik dan Supply Chain Rico  Rustombi di Jakarta belum lama ini.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2017/06/15/38590/213732_medium.jpg&quot; alt=&quot;Aktivitas Bongkar Muat Peti Kemas Pelabuhan Malahayati Aceh&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Rico menjelaskan bahwa upaya untuk menekan biaya logistik itu kembali  lagi pada masalah niat baik dari pemerintah, apakah melihat logistik  tersebut membantu posisi indonesia dalam ekspor-impor perdagangan.

Jika biaya logistik Indonesia tidak lebih efisien dibandingkan  negara-negara lain, maka sulit untuk mengharapkan biaya distribusi  barang-barang bisa lebih murah.</content:encoded></item></channel></rss>
