<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangun Rusun di Atas Pasar Rumput, Ini Modernisasi Pasar Tradisional</title><description>Rusunawa Pasar Rumput saat ini merupakan proyek hunian vertikal  terintegrasi pasar tradisional terbesar yang dibangun Kementerian PUPR.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/30/470/2111084/bangun-rusun-di-atas-pasar-rumput-ini-modernisasi-pasar-tradisional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/30/470/2111084/bangun-rusun-di-atas-pasar-rumput-ini-modernisasi-pasar-tradisional"/><item><title>Bangun Rusun di Atas Pasar Rumput, Ini Modernisasi Pasar Tradisional</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/30/470/2111084/bangun-rusun-di-atas-pasar-rumput-ini-modernisasi-pasar-tradisional</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/30/470/2111084/bangun-rusun-di-atas-pasar-rumput-ini-modernisasi-pasar-tradisional</guid><pubDate>Senin 30 September 2019 16:21 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/30/470/2111084/bangun-rusun-di-atas-pasar-rumput-ini-modernisasi-pasar-tradisional-S6YwDl3g4z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rusunawa (Foto: Instagram Kementerian PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/30/470/2111084/bangun-rusun-di-atas-pasar-rumput-ini-modernisasi-pasar-tradisional-S6YwDl3g4z.jpg</image><title>Rusunawa (Foto: Instagram Kementerian PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Rusunawa Pasar Rumput saat ini merupakan proyek hunian vertikal terintegrasi pasar tradisional terbesar yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Rusunawa ini dibangun sebanyak tiga tower masing-masing 25 lantai yang terdiri 1.984 unit hunian dan 1.314 unit kios.
&quot;Tinggal di Rusun akan mengubah cara hidup kita. Harus banyak empati agar tinggal di rusun juga nyaman,&quot; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dilansir di laman Kementerian PUPR, Senin (30/9/2019).
Baca Juga: Mulai 1 Agustus, 939 Pedagang Tempati Rusunawa Pasar Rumput
Pembangunan Rusunawa dilakukan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak tahun 2016 lalu. Anggaran pembangunan Rusunawa Pasar Rumput adalah Rp961,367 miliar dari dana DIPA Kementerian PUPR.
&amp;ldquo;Selama ini banyak dibangun mall dengan apartemen di bagian atasnya. Tentu pasar tradisional juga bisa dibangun Rusunawa di bagian atasnya. Sekaligus modernisasi pasar tradisional dan menyediakan hunian yang layak dan mempermudah akses serta meningkatkan perekonomian bagi masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan,&amp;rdquo; ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid.
Baca Juga: Akhirnya, Rusunawa Pasar Rumput Selesai Dibangun
Kelebihan lain dari Rusunawa ini adalah terintegrasi dengan moda transportasi umum yakni Bus Transjakarta. Peresmian Rusunawa ini akan dilakukan tahun ini. &amp;ldquo;Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan PD Pasar Jaya untuk memindahkan para pedagang yang berada di Tempat Penampungan Sementara ke dalam pasar. Jadi kami bisa segera menyelesaikan penataan landscape taman di bagian depan Rusunawa ini,&amp;rdquo; kata Khalawi.Rusunawa Pasar Rumput, imbuh Khalawi, merupakan salah satu pilot  project pemanfaatan lahan pasar tradisional yang sangat baik dan menjadi  implementasi dari amanat Undang-undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang  Rumah Susun. Pembangunan hunian vertikal di kawasan perkotaan yang  mengusung konsep mixed use dengan pasar tentunya dapat menjadi solusi  untuk menyikapi perkembangan perkotaan dan kawasan permukiman yang  semakin padat.
&amp;ldquo;Lantai satu sampai tiga nantinya akan dimanfaatkan sebagai pasar,  sedangkan lantai empat ke atas akan dimanfaatkan sebagai hunian  masyarakat,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga: Selesai Dibangun, Rusun Mangkubumen Siap Dihuni Mahasiswa hingga PNS
Lebih lanjut, Khalawi juga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta  dapat membangun di lokasi sejumlah pasar tradisional lainnya di Ibukota  Jakarta. Khalawi juga mendorong Pemerintah Daerah lainnya juga dapat  mengikuti menggunakan konsep hunian vertikal terintegasi dengan pasar  khususnya pasar tradisional. Pemanfaatan lahan secara mixed use  juga  banyak dilaksanakan di berbagai negara lainnya seperti di Singapura dan  Malaysia.
Perencana pembangunan Rusunawa Pasar Rumput dikerjakan oleh PT  Adhikakarsa Pratama dengan kontraktor pelaksana adalah PT. Waskita Karya  dan konsultan PT. Ciria Jasa Cipta Mandiri.</description><content:encoded>JAKARTA - Rusunawa Pasar Rumput saat ini merupakan proyek hunian vertikal terintegrasi pasar tradisional terbesar yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Rusunawa ini dibangun sebanyak tiga tower masing-masing 25 lantai yang terdiri 1.984 unit hunian dan 1.314 unit kios.
&quot;Tinggal di Rusun akan mengubah cara hidup kita. Harus banyak empati agar tinggal di rusun juga nyaman,&quot; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dilansir di laman Kementerian PUPR, Senin (30/9/2019).
Baca Juga: Mulai 1 Agustus, 939 Pedagang Tempati Rusunawa Pasar Rumput
Pembangunan Rusunawa dilakukan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak tahun 2016 lalu. Anggaran pembangunan Rusunawa Pasar Rumput adalah Rp961,367 miliar dari dana DIPA Kementerian PUPR.
&amp;ldquo;Selama ini banyak dibangun mall dengan apartemen di bagian atasnya. Tentu pasar tradisional juga bisa dibangun Rusunawa di bagian atasnya. Sekaligus modernisasi pasar tradisional dan menyediakan hunian yang layak dan mempermudah akses serta meningkatkan perekonomian bagi masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan,&amp;rdquo; ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid.
Baca Juga: Akhirnya, Rusunawa Pasar Rumput Selesai Dibangun
Kelebihan lain dari Rusunawa ini adalah terintegrasi dengan moda transportasi umum yakni Bus Transjakarta. Peresmian Rusunawa ini akan dilakukan tahun ini. &amp;ldquo;Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan PD Pasar Jaya untuk memindahkan para pedagang yang berada di Tempat Penampungan Sementara ke dalam pasar. Jadi kami bisa segera menyelesaikan penataan landscape taman di bagian depan Rusunawa ini,&amp;rdquo; kata Khalawi.Rusunawa Pasar Rumput, imbuh Khalawi, merupakan salah satu pilot  project pemanfaatan lahan pasar tradisional yang sangat baik dan menjadi  implementasi dari amanat Undang-undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang  Rumah Susun. Pembangunan hunian vertikal di kawasan perkotaan yang  mengusung konsep mixed use dengan pasar tentunya dapat menjadi solusi  untuk menyikapi perkembangan perkotaan dan kawasan permukiman yang  semakin padat.
&amp;ldquo;Lantai satu sampai tiga nantinya akan dimanfaatkan sebagai pasar,  sedangkan lantai empat ke atas akan dimanfaatkan sebagai hunian  masyarakat,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga: Selesai Dibangun, Rusun Mangkubumen Siap Dihuni Mahasiswa hingga PNS
Lebih lanjut, Khalawi juga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta  dapat membangun di lokasi sejumlah pasar tradisional lainnya di Ibukota  Jakarta. Khalawi juga mendorong Pemerintah Daerah lainnya juga dapat  mengikuti menggunakan konsep hunian vertikal terintegasi dengan pasar  khususnya pasar tradisional. Pemanfaatan lahan secara mixed use  juga  banyak dilaksanakan di berbagai negara lainnya seperti di Singapura dan  Malaysia.
Perencana pembangunan Rusunawa Pasar Rumput dikerjakan oleh PT  Adhikakarsa Pratama dengan kontraktor pelaksana adalah PT. Waskita Karya  dan konsultan PT. Ciria Jasa Cipta Mandiri.</content:encoded></item></channel></rss>
