<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>September 2019 Alami Deflasi, BPS: Harga Cabai Turun</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) September 2019 alami deflasi 0,27%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/01/20/2111456/september-2019-alami-deflasi-bps-harga-cabai-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/01/20/2111456/september-2019-alami-deflasi-bps-harga-cabai-turun"/><item><title>September 2019 Alami Deflasi, BPS: Harga Cabai Turun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/01/20/2111456/september-2019-alami-deflasi-bps-harga-cabai-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/01/20/2111456/september-2019-alami-deflasi-bps-harga-cabai-turun</guid><pubDate>Selasa 01 Oktober 2019 13:34 WIB</pubDate><dc:creator>Maghfira Nursyabila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/01/20/2111456/september-2019-alami-deflasi-bps-harga-cabai-turun-hpOAVxqg5H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cabai (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/01/20/2111456/september-2019-alami-deflasi-bps-harga-cabai-turun-hpOAVxqg5H.jpg</image><title>Cabai (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) September 2019 alami deflasi 0,27%. Pasalnya, ada beberapa penyumbang deflasi di September 2019.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penyumbang deflasi tertinggi dari kelompok bahan makanan. Di mana, harga bahan makanan turun sekira 1,97%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BPS: September 2019 Alami Deflasi Sebesar 0,27%
&quot;Komoditas yang mengalami penurunan harga pada september 2019, antara lain cabai merah sebesar 0,19%,&quot; ujarnya, Jakarta Selasa (1/10/2019).
&amp;nbsp;
Selain itu cabai, lanjutnya, bawang merah mengalami penurunan harga 0,07%, daging ayam ras 0,05%, tomat sayur dan cabai rawit masing-masing sebesar 0,03%, telur ayam ras 0,02. Ikan segar, ketimun, pir, tomat buah, dan bawang putih masing-masing ikut turun sebesar 0,01%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Cabai Turun, September 2019 Diproyeksikan Deflasi 0,15%
Sementara itu, kelompok yang masih mengalami inflasi, yaitu, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,28%; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,09%; kelompok sandang sebesar 0,72%; kelompok kesehatan sebesar 0,32%; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,47%; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01%.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) September 2019 alami deflasi 0,27%. Pasalnya, ada beberapa penyumbang deflasi di September 2019.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penyumbang deflasi tertinggi dari kelompok bahan makanan. Di mana, harga bahan makanan turun sekira 1,97%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BPS: September 2019 Alami Deflasi Sebesar 0,27%
&quot;Komoditas yang mengalami penurunan harga pada september 2019, antara lain cabai merah sebesar 0,19%,&quot; ujarnya, Jakarta Selasa (1/10/2019).
&amp;nbsp;
Selain itu cabai, lanjutnya, bawang merah mengalami penurunan harga 0,07%, daging ayam ras 0,05%, tomat sayur dan cabai rawit masing-masing sebesar 0,03%, telur ayam ras 0,02. Ikan segar, ketimun, pir, tomat buah, dan bawang putih masing-masing ikut turun sebesar 0,01%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Cabai Turun, September 2019 Diproyeksikan Deflasi 0,15%
Sementara itu, kelompok yang masih mengalami inflasi, yaitu, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,28%; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,09%; kelompok sandang sebesar 0,72%; kelompok kesehatan sebesar 0,32%; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,47%; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01%.</content:encoded></item></channel></rss>
