<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Seperti Dongeng 1.001 Malam, Sri Mulyani Ingin Milenial Terlibat dalam APBN</title><description>Sri Mulyani menginginkan peran generasi muda bisa lebih  terlibat dalam menyampaikan secara luas mengenai pengelolaan keuangan  negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/01/20/2111661/seperti-dongeng-1-001-malam-sri-mulyani-ingin-milenial-terlibat-dalam-apbn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/01/20/2111661/seperti-dongeng-1-001-malam-sri-mulyani-ingin-milenial-terlibat-dalam-apbn"/><item><title>Seperti Dongeng 1.001 Malam, Sri Mulyani Ingin Milenial Terlibat dalam APBN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/01/20/2111661/seperti-dongeng-1-001-malam-sri-mulyani-ingin-milenial-terlibat-dalam-apbn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/01/20/2111661/seperti-dongeng-1-001-malam-sri-mulyani-ingin-milenial-terlibat-dalam-apbn</guid><pubDate>Selasa 01 Oktober 2019 19:25 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/01/20/2111661/seperti-dongeng-1-001-malam-sri-mulyani-ingin-milenial-terlibat-dalam-apbn-gkxik0jOFQ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/01/20/2111661/seperti-dongeng-1-001-malam-sri-mulyani-ingin-milenial-terlibat-dalam-apbn-gkxik0jOFQ.jpeg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menginginkan peran generasi muda bisa lebih terlibat dalam menyampaikan secara luas mengenai pengelolaan keuangan negara. Mengingat perkembangan teknologi membuat penyebaran informasi menjadi sangat terbuka.
Namun informasi yang disampaikan haruslah utuh dan benar terkait APBN, lantaran menurutnya banyak informasi mengenai pengelolaan uang negara yang disampaikan secara sepotong-sepotong. Hal ini bisa menghilangkan makna dari fungsi APBN seutuhnya.
Baca juga: Sri Mulyani Sarankan Orang Tua Batasi Gadget untuk Anak, Begini Nasihatnya!
&quot;Kalian harus kalian masuk sebagai duta yang menjelaskan APBN itu apa dan bagaimana,&quot; ujar Sri Mulyani dalam acara Olimpiade APBN 2019 yang diikuti beragam siswa SMA, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (1/10/2019).
Dirinya menjelaskan, informasi yang sepotong-sepotong itu sering kali dijadikan berbagai pihak untuk memberikan pengertian yang salah. Pada akhirnya membuat masyarakat bingung dan resah.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/08/29/58577/299813_medium.jpg&quot; alt=&quot;Sri Mulyani Buka-bukaan soal Ekonomi RI di Manager Forum MNC Group&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Seperti soal utang, yang dinilai terus bertambah tanpa diketahui itu untuk menambal defisit karena memenuhi belanja negara. Selain itu, ada pula isu terkait pajak maupun bea cukai yang terus menjadi sorotan secara sepotong.
&quot;Ada yang bilang, Indonesia sudah merdeka tapi apa-apa dipajaki, harusnya merdeka dari pajak juga. Anak-anak muda juga komentar kopernya kok diperiksa-periksa bea cukai, jastip kok sekarang di oprek-oprek. Aset negara banyak kok enggak bermanfaat ke masyarakat, kekayaan kan melimpah harusnya hidup Indonesia melimpah dan sebagainya,&quot; curhatnya.Dia menjelaskan, semua isu yang menjadi sorotan itu hanya sepotong.  Padahal dari kondisi defisit, belanja negara, aset negara, hingga  perpajakan yang menjadi penerimaan negara, merupakan satu kesatuan yang  harus dipahami secara utuh.
Dirinya mengibaratkan seperti kisah dalam dongeng 1001 malam. &quot;Ibarat  dongeng itu, APBN kalau diceritakan dari hari pertama hingga hari ke  1.001 enggak ada habisnya,&quot; imbuh dia.
Seperti dalam metafora yang diberikan Sri Mulyani, dimana sang raja  dan putri saling jatuh cinta karena setiap malam terus berkomunikasi  melalui bercerita, demikian pula generasi muda harus terus  mengkomunikasikan mengenai APBN setiap harinya kepada masyarakat luas.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/08/29/58577/299816_medium.jpg&quot; alt=&quot;Sri Mulyani Buka-bukaan soal Ekonomi RI di Manager Forum MNC Group&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dalam kisah itu, Sang Putri Scheherazade yang ingin dibunuh oleh Raja  Shahryar memiliki kecerdikan untuk menundanya dengan berkisah cerita  menarik setiap malam. Kisahnya selalu bersambung setiap malam hingga 3  tahun atau 1001 malam, yang pada akhirnya membuat sang raja mengurungkan  niat untuk membunuh sang putri.
&quot;Saya ingin kalian menjadi pencerita yang baik, seperti putri dalam  kisah dalam 1001 malam, menyampaikan terus-menerus, sehingga rakyat  Indonesia tahu tentang apa APBN itu secara utuh,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menginginkan peran generasi muda bisa lebih terlibat dalam menyampaikan secara luas mengenai pengelolaan keuangan negara. Mengingat perkembangan teknologi membuat penyebaran informasi menjadi sangat terbuka.
Namun informasi yang disampaikan haruslah utuh dan benar terkait APBN, lantaran menurutnya banyak informasi mengenai pengelolaan uang negara yang disampaikan secara sepotong-sepotong. Hal ini bisa menghilangkan makna dari fungsi APBN seutuhnya.
Baca juga: Sri Mulyani Sarankan Orang Tua Batasi Gadget untuk Anak, Begini Nasihatnya!
&quot;Kalian harus kalian masuk sebagai duta yang menjelaskan APBN itu apa dan bagaimana,&quot; ujar Sri Mulyani dalam acara Olimpiade APBN 2019 yang diikuti beragam siswa SMA, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (1/10/2019).
Dirinya menjelaskan, informasi yang sepotong-sepotong itu sering kali dijadikan berbagai pihak untuk memberikan pengertian yang salah. Pada akhirnya membuat masyarakat bingung dan resah.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/08/29/58577/299813_medium.jpg&quot; alt=&quot;Sri Mulyani Buka-bukaan soal Ekonomi RI di Manager Forum MNC Group&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Seperti soal utang, yang dinilai terus bertambah tanpa diketahui itu untuk menambal defisit karena memenuhi belanja negara. Selain itu, ada pula isu terkait pajak maupun bea cukai yang terus menjadi sorotan secara sepotong.
&quot;Ada yang bilang, Indonesia sudah merdeka tapi apa-apa dipajaki, harusnya merdeka dari pajak juga. Anak-anak muda juga komentar kopernya kok diperiksa-periksa bea cukai, jastip kok sekarang di oprek-oprek. Aset negara banyak kok enggak bermanfaat ke masyarakat, kekayaan kan melimpah harusnya hidup Indonesia melimpah dan sebagainya,&quot; curhatnya.Dia menjelaskan, semua isu yang menjadi sorotan itu hanya sepotong.  Padahal dari kondisi defisit, belanja negara, aset negara, hingga  perpajakan yang menjadi penerimaan negara, merupakan satu kesatuan yang  harus dipahami secara utuh.
Dirinya mengibaratkan seperti kisah dalam dongeng 1001 malam. &quot;Ibarat  dongeng itu, APBN kalau diceritakan dari hari pertama hingga hari ke  1.001 enggak ada habisnya,&quot; imbuh dia.
Seperti dalam metafora yang diberikan Sri Mulyani, dimana sang raja  dan putri saling jatuh cinta karena setiap malam terus berkomunikasi  melalui bercerita, demikian pula generasi muda harus terus  mengkomunikasikan mengenai APBN setiap harinya kepada masyarakat luas.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/08/29/58577/299816_medium.jpg&quot; alt=&quot;Sri Mulyani Buka-bukaan soal Ekonomi RI di Manager Forum MNC Group&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dalam kisah itu, Sang Putri Scheherazade yang ingin dibunuh oleh Raja  Shahryar memiliki kecerdikan untuk menundanya dengan berkisah cerita  menarik setiap malam. Kisahnya selalu bersambung setiap malam hingga 3  tahun atau 1001 malam, yang pada akhirnya membuat sang raja mengurungkan  niat untuk membunuh sang putri.
&quot;Saya ingin kalian menjadi pencerita yang baik, seperti putri dalam  kisah dalam 1001 malam, menyampaikan terus-menerus, sehingga rakyat  Indonesia tahu tentang apa APBN itu secara utuh,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
