<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Hari Kopi Internasional, dari Eksportir hingga Harga Merosot</title><description>Kopi Indonesia menjadi eksis baik di dalam maupun luar negeri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/01/320/2111170/hari-kopi-internasional-dari-eksportir-hingga-harga-merosot</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/01/320/2111170/hari-kopi-internasional-dari-eksportir-hingga-harga-merosot"/><item><title>   Hari Kopi Internasional, dari Eksportir hingga Harga Merosot</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/01/320/2111170/hari-kopi-internasional-dari-eksportir-hingga-harga-merosot</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/01/320/2111170/hari-kopi-internasional-dari-eksportir-hingga-harga-merosot</guid><pubDate>Selasa 01 Oktober 2019 08:06 WIB</pubDate><dc:creator>Adhyasta Dirgantara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/30/320/2111170/hari-kopi-internasional-dari-eksportir-hingga-harga-merosot-kOF6kdaf8o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hari Kopi Internasional (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/30/320/2111170/hari-kopi-internasional-dari-eksportir-hingga-harga-merosot-kOF6kdaf8o.jpg</image><title>Hari Kopi Internasional (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kopi Indonesia menjadi eksis baik di dalam maupun luar negeri. Bahkan, kopi asli Indonesia menjadi primadona di luar negeri.

Pasalnya, kekuatan ekspor Indonesia di bidang kopi cukup signifikan. Meski demikian, tetap saja Indonesia juga mengimpor kopi, walaupun hanya sedikit.
Baca Juga: Ekspor Kopi Indonesia 450.000 Ton/Tahun, Nilainya Rp1,68 Triliun
Kopi memang salah satu komoditas yang ingin dikembangkan lagi pengelolaannya. Sebab, kopi asal Indonesia menjadi salah satu paling diminati oleh pasar dunia. Indonesia bahkan masuk lima besar negara penghasil kopi terbesar di dunia.

Dengan kehebatan-kehebatan kopi Indonesia, berikut beberapa fakta menarik soal kopi Indonesia yang berhasil dirangkum Okezone.

1. Produksi Kopi RI 630.000 Ton

Wakil Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Pranoto Soenarto mengatakan, Indonesia sendiri setiap tahunnya memproduksi kopi yang cukup tinggi. Setiap tahunnya, sekitar 630.000 ton diproduksi oleh petani di Indonesia.

&quot;Per tahun itu sekitar 630.000 ton. Pokoknya itu kopi secara keseluruhan. Belum yang eksportable,&quot; ujarnya saat berbincang dengan Okezone.
&amp;nbsp;Baca Juga: Usulan Wapres JK agar Harga Kopi Tak Makin Murah
2. Ekspor Kopi 450.000 Ton pada 2018

Wakil Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Pranoto Soenarto mengungkapkan sekitar 430.000 hingga 450.000 ton diekspor ke luar negeri. Sementara sisanya adalah untuk kebutuhan dalam negeri.

&quot;Per tahun itu sekitar 630.000 ton. Pokoknya itu kopi secara keseluruhan. Belum yang eksportable. Biasanya yang eksportable itu 430.000 atau 450.000 ton. Sisanya itu buat di dalam negeri. Kalau konsumsi dalam negeri sekitar 160.000-170.000 ton lah,&quot; katanya.
&amp;nbsp;3. Argentina Kepincut dengan Kopi Indonesia

Dubes RI Buenos Aires Niniek Kun Naryatie mengatakan, kopi Indonesia  memiliki rasa yang unik, ada beberapa yang memiliki rasa buah - sweet  aftertaste dan beberapa memiliki rasa cocoa yang kuat, saya berharap  kopi seperti ini dapat dinikmati oleh masyarakat Argentina secara luas,  demikian disampaikan salah satu influencer gastronomi yang hadir.

&amp;ldquo;Kopi Indonesia sangat banyak jenis nya dan tersebar di seluruh  nusantara, semuanya memiliki ciri khas dan memiliki nilai (grade) yang  tinggi, ini yang harus kita promosikan kepada masyarakat di Amerika  Latin,&quot; ujarnya melalui keterangan tertulis.

4. Harga Biji Kopi Merosot

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyoroti terus merosotnya harga  biji kopi di pasaran dunia yang mencapai 70% sejak 1982. Menurut Wapres,  salah satu penyebabnya adalah kelebihan pasokan produksi biji kopi  dunia.

&amp;ldquo;Saya ingin menggaris bawahi dampak dari krisis harga kopi ini.  Petani kecil adalah korban yang paling dirugikan. Petani kecil, bukan  industri maupun konsumennya,&amp;rdquo; kata Wapres Jusuf Kalla saat berbicara  pada forum &amp;ldquo;Aksi Bersama Mengatasi Krisis Harga Kopi dan Mencapai  Produksi Kopi Berkelanjutan&amp;rdquo;, di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa  (PBB), New York, Amerika Serikat (AS).
&amp;nbsp;5. Banten Jadi Potensi Penghasil Kopi Terbaik

Siapa sangka provinsi Banten punya potensi kopi jenis robusta dan   arabika yang tak kalah hebatnya dengan daerah lain di Indonesia.    Berdasarkan data yang di peroleh, Provinsi Banten memiliki luas tanaman   kopi hampir 6.400 hektare tersebar di sejumlah daerah, seperti  Kabupaten  Pandeglang, Lebak, dan Serang. Namun, tingkat produksinya per  tahun  masih rendah, yakni 2.428 hektare.

&amp;ldquo;Komoditas kopi di Banten sangat luar biasa, kedai kopi sudah banyak   bermunculan. Hal ini menandakan tingkat perekonomian yang meningkat,&amp;rdquo;   ujar Gubernur Banten Wahidin Halim.

6. Jadi Primadona di Mesir

Kopi Indonesia menjadi salah satu komoditas primadona di Mesir.   Selama 2018, ekspor kopi ke Mesir mencapai 29,3 ribu ton dengan nilai   USD56,96 juta. Pasar kopi Indonesia di Mesir pun mencapai 70%.
&amp;nbsp;
 
7. Petani Kecil Dirugikan kalau Harga Kopi Turun

Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla petani kecil harus ditingkatkan   kemampuannya agar dapat menghasilkan kualitas kopi yang lebih baik dan   bernilai tambah. Namun, mereka pula lah yang merasakan dampak dari   merosotnya harga kopi.

&amp;ldquo;Saya ingin menggaris bawahi dampak dari krisis harga kopi ini.   Petani kecil adalah korban yang paling dirugikan. Petani kecil, bukan   industri maupun konsumennya,&amp;rdquo; kata Wapres.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Kopi Indonesia menjadi eksis baik di dalam maupun luar negeri. Bahkan, kopi asli Indonesia menjadi primadona di luar negeri.

Pasalnya, kekuatan ekspor Indonesia di bidang kopi cukup signifikan. Meski demikian, tetap saja Indonesia juga mengimpor kopi, walaupun hanya sedikit.
Baca Juga: Ekspor Kopi Indonesia 450.000 Ton/Tahun, Nilainya Rp1,68 Triliun
Kopi memang salah satu komoditas yang ingin dikembangkan lagi pengelolaannya. Sebab, kopi asal Indonesia menjadi salah satu paling diminati oleh pasar dunia. Indonesia bahkan masuk lima besar negara penghasil kopi terbesar di dunia.

Dengan kehebatan-kehebatan kopi Indonesia, berikut beberapa fakta menarik soal kopi Indonesia yang berhasil dirangkum Okezone.

1. Produksi Kopi RI 630.000 Ton

Wakil Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Pranoto Soenarto mengatakan, Indonesia sendiri setiap tahunnya memproduksi kopi yang cukup tinggi. Setiap tahunnya, sekitar 630.000 ton diproduksi oleh petani di Indonesia.

&quot;Per tahun itu sekitar 630.000 ton. Pokoknya itu kopi secara keseluruhan. Belum yang eksportable,&quot; ujarnya saat berbincang dengan Okezone.
&amp;nbsp;Baca Juga: Usulan Wapres JK agar Harga Kopi Tak Makin Murah
2. Ekspor Kopi 450.000 Ton pada 2018

Wakil Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Pranoto Soenarto mengungkapkan sekitar 430.000 hingga 450.000 ton diekspor ke luar negeri. Sementara sisanya adalah untuk kebutuhan dalam negeri.

&quot;Per tahun itu sekitar 630.000 ton. Pokoknya itu kopi secara keseluruhan. Belum yang eksportable. Biasanya yang eksportable itu 430.000 atau 450.000 ton. Sisanya itu buat di dalam negeri. Kalau konsumsi dalam negeri sekitar 160.000-170.000 ton lah,&quot; katanya.
&amp;nbsp;3. Argentina Kepincut dengan Kopi Indonesia

Dubes RI Buenos Aires Niniek Kun Naryatie mengatakan, kopi Indonesia  memiliki rasa yang unik, ada beberapa yang memiliki rasa buah - sweet  aftertaste dan beberapa memiliki rasa cocoa yang kuat, saya berharap  kopi seperti ini dapat dinikmati oleh masyarakat Argentina secara luas,  demikian disampaikan salah satu influencer gastronomi yang hadir.

&amp;ldquo;Kopi Indonesia sangat banyak jenis nya dan tersebar di seluruh  nusantara, semuanya memiliki ciri khas dan memiliki nilai (grade) yang  tinggi, ini yang harus kita promosikan kepada masyarakat di Amerika  Latin,&quot; ujarnya melalui keterangan tertulis.

4. Harga Biji Kopi Merosot

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyoroti terus merosotnya harga  biji kopi di pasaran dunia yang mencapai 70% sejak 1982. Menurut Wapres,  salah satu penyebabnya adalah kelebihan pasokan produksi biji kopi  dunia.

&amp;ldquo;Saya ingin menggaris bawahi dampak dari krisis harga kopi ini.  Petani kecil adalah korban yang paling dirugikan. Petani kecil, bukan  industri maupun konsumennya,&amp;rdquo; kata Wapres Jusuf Kalla saat berbicara  pada forum &amp;ldquo;Aksi Bersama Mengatasi Krisis Harga Kopi dan Mencapai  Produksi Kopi Berkelanjutan&amp;rdquo;, di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa  (PBB), New York, Amerika Serikat (AS).
&amp;nbsp;5. Banten Jadi Potensi Penghasil Kopi Terbaik

Siapa sangka provinsi Banten punya potensi kopi jenis robusta dan   arabika yang tak kalah hebatnya dengan daerah lain di Indonesia.    Berdasarkan data yang di peroleh, Provinsi Banten memiliki luas tanaman   kopi hampir 6.400 hektare tersebar di sejumlah daerah, seperti  Kabupaten  Pandeglang, Lebak, dan Serang. Namun, tingkat produksinya per  tahun  masih rendah, yakni 2.428 hektare.

&amp;ldquo;Komoditas kopi di Banten sangat luar biasa, kedai kopi sudah banyak   bermunculan. Hal ini menandakan tingkat perekonomian yang meningkat,&amp;rdquo;   ujar Gubernur Banten Wahidin Halim.

6. Jadi Primadona di Mesir

Kopi Indonesia menjadi salah satu komoditas primadona di Mesir.   Selama 2018, ekspor kopi ke Mesir mencapai 29,3 ribu ton dengan nilai   USD56,96 juta. Pasar kopi Indonesia di Mesir pun mencapai 70%.
&amp;nbsp;
 
7. Petani Kecil Dirugikan kalau Harga Kopi Turun

Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla petani kecil harus ditingkatkan   kemampuannya agar dapat menghasilkan kualitas kopi yang lebih baik dan   bernilai tambah. Namun, mereka pula lah yang merasakan dampak dari   merosotnya harga kopi.

&amp;ldquo;Saya ingin menggaris bawahi dampak dari krisis harga kopi ini.   Petani kecil adalah korban yang paling dirugikan. Petani kecil, bukan   industri maupun konsumennya,&amp;rdquo; kata Wapres.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
