<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rujuk dengan Garuda, Perawatan Pesawat Sriwijaya Digarap GMF</title><description>GMF AeroAsia kembali memberikan pelayanan perawatan atau Maintenance,  Repair, and Overhaul (MRO) pada pesawat Sriwijaya Air dan NAM Air.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/01/320/2111497/rujuk-dengan-garuda-perawatan-pesawat-sriwijaya-digarap-gmf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/01/320/2111497/rujuk-dengan-garuda-perawatan-pesawat-sriwijaya-digarap-gmf"/><item><title>Rujuk dengan Garuda, Perawatan Pesawat Sriwijaya Digarap GMF</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/01/320/2111497/rujuk-dengan-garuda-perawatan-pesawat-sriwijaya-digarap-gmf</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/01/320/2111497/rujuk-dengan-garuda-perawatan-pesawat-sriwijaya-digarap-gmf</guid><pubDate>Selasa 01 Oktober 2019 14:51 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/01/320/2111497/rujuk-dengan-garuda-perawatan-pesawat-sriwijaya-digarap-gmf-t0DVCHPVzW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sriwijaya Air (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/01/320/2111497/rujuk-dengan-garuda-perawatan-pesawat-sriwijaya-digarap-gmf-t0DVCHPVzW.jpg</image><title>Sriwijaya Air (Foto: Okezone)</title></images><description>TANGERANG - Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia kembali memberikan pelayanan perawatan atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pada pesawat Sriwijaya Air dan NAM Air. Hal ini usai rujuknya Sriwijaya Air Group dengan Garuda Indonesia Group ditandai dengan kembali menjalin kerjasama kerja sama manajemen (KSM) melalui anak usahanya, PT Citilink Indonesia.
Baca Juga: 4 Alasan Garuda 'Rujuk' dengan Sriwijaya
&amp;ldquo;Jadi mulai hari ini kami langsung melakukan handling terhadap pesawat Sriwijaya Air dan NAM Air,&amp;rdquo; ujar Direktur Utama GMF AeroAsia Tazar Marta dalam konferensi pers di Kantor Garuda Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Selasa (1/10/2019).
Relasi bisnis kedua grup maskapai penerbangan itu sempat bertikai, lantaran pihak Garuda Indonesia menilai Sriwijaya Air melakukan wanprestasi alias tidak menepati perjanjian kerja sama bisnis.
Baca juga: Blakblakan Direktur Sriwijaya Mundur: Pesawat Berpotensi Membahayakan!
Di sisi lain, Sriwijaya Group hingga kini masih menunggak utang sekitar Rp810 miliar kepada GMF AeroAsia. Utang ini juga yang sempat membuat GMF AeroAsia enggan memberikan pelayanan.
Imbasnya, dari 30 pesawat milik Sriwijaya Air hanya 12 armada yang bisa beroperasi. Artinya ada 18 pesawat Sriwijaya air yang di-grounded.Tazar pun berharap, dengan kembali armada Sriwijaya Air dan NAM Air  mendapatkan perawatan dari GMF AeroAsia bisa meningkat kualitas keamanan  dan keselamatan kedua maskapai tersebut.
&amp;ldquo;Mudah-mudahan apa yang terjadi pada hari ini akan memberikan suatu peningkatan kualitas bagi penerbangan Sriwijaya,&amp;rdquo; katanya.

Sayangnya, saat disinggung soal tunggakan utang Sriwijaya Group ke  GMF AeroAsia, Tazar enggan berkomentar lebih jauh. &quot;Waduh, jangan  nanyain itu lagi ya. Ini sudah beres (soal KSM),&quot; tutup dia.</description><content:encoded>TANGERANG - Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia kembali memberikan pelayanan perawatan atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pada pesawat Sriwijaya Air dan NAM Air. Hal ini usai rujuknya Sriwijaya Air Group dengan Garuda Indonesia Group ditandai dengan kembali menjalin kerjasama kerja sama manajemen (KSM) melalui anak usahanya, PT Citilink Indonesia.
Baca Juga: 4 Alasan Garuda 'Rujuk' dengan Sriwijaya
&amp;ldquo;Jadi mulai hari ini kami langsung melakukan handling terhadap pesawat Sriwijaya Air dan NAM Air,&amp;rdquo; ujar Direktur Utama GMF AeroAsia Tazar Marta dalam konferensi pers di Kantor Garuda Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Selasa (1/10/2019).
Relasi bisnis kedua grup maskapai penerbangan itu sempat bertikai, lantaran pihak Garuda Indonesia menilai Sriwijaya Air melakukan wanprestasi alias tidak menepati perjanjian kerja sama bisnis.
Baca juga: Blakblakan Direktur Sriwijaya Mundur: Pesawat Berpotensi Membahayakan!
Di sisi lain, Sriwijaya Group hingga kini masih menunggak utang sekitar Rp810 miliar kepada GMF AeroAsia. Utang ini juga yang sempat membuat GMF AeroAsia enggan memberikan pelayanan.
Imbasnya, dari 30 pesawat milik Sriwijaya Air hanya 12 armada yang bisa beroperasi. Artinya ada 18 pesawat Sriwijaya air yang di-grounded.Tazar pun berharap, dengan kembali armada Sriwijaya Air dan NAM Air  mendapatkan perawatan dari GMF AeroAsia bisa meningkat kualitas keamanan  dan keselamatan kedua maskapai tersebut.
&amp;ldquo;Mudah-mudahan apa yang terjadi pada hari ini akan memberikan suatu peningkatan kualitas bagi penerbangan Sriwijaya,&amp;rdquo; katanya.

Sayangnya, saat disinggung soal tunggakan utang Sriwijaya Group ke  GMF AeroAsia, Tazar enggan berkomentar lebih jauh. &quot;Waduh, jangan  nanyain itu lagi ya. Ini sudah beres (soal KSM),&quot; tutup dia.</content:encoded></item></channel></rss>
