<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Daya Saing Masih Kalah, Daendels RI Tetap Geber Infrastruktur</title><description>Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu langkah logis untuk meningkatkan daya saing.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/01/320/2111617/daya-saing-masih-kalah-daendels-ri-tetap-geber-infrastruktur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/01/320/2111617/daya-saing-masih-kalah-daendels-ri-tetap-geber-infrastruktur"/><item><title>Daya Saing Masih Kalah, Daendels RI Tetap Geber Infrastruktur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/01/320/2111617/daya-saing-masih-kalah-daendels-ri-tetap-geber-infrastruktur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/01/320/2111617/daya-saing-masih-kalah-daendels-ri-tetap-geber-infrastruktur</guid><pubDate>Selasa 01 Oktober 2019 17:49 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/01/320/2111617/daya-saing-masa-kalah-daendels-ri-tetap-geber-infrastruktur-zsCc0f1wmv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Daendels RI Tetap Geber Infrastruktur (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/01/320/2111617/daya-saing-masa-kalah-daendels-ri-tetap-geber-infrastruktur-zsCc0f1wmv.jpg</image><title>Daendels RI Tetap Geber Infrastruktur (Foto: Okezone.com)</title></images><description> 
JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut jika pembangunan infrastruktur merupakan salah satu langkah logis untuk meningkatkan daya saing. Apalagi saat ini, meskipun pembangunan sudah digencarkan namu peringkat daya saing Indonesia masih kalah dari negara tetangga lainnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ketika Sri Mulyani Puji Menteri Basuki sebagai Daendels Indonesia
Asal tahu saja, berdasarkan data tahun 2018, peringkat daya saing Indonesia berada diangka 52. Angka ini naik 9 tingkat jika dibandingkan peringkat daya saing Indonesia di tahun 2013.
&quot;Daya tahan Indonesia sangat tergantung pada ketangguhan infrastruktur yang kita miliki, di kota, di desa, di kawasan pedalaman, di kawasan perbatasan, serta pulau-pulau terluar dan terdepan,&quot; ujarnya di Jakarta, Senin (1/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Diibaratkan Daendels oleh Jokowi, Menteri PUPR Tersenyum
Menurut Basuki, terus meningkatnya peringkat daya saing Indonesia maka akan semakin memudahkan untuk berkompetisi dengan negara lainnya. Salah satu contohnya adalah masalah investasi yang selama ini banyak dikeluhkan oleh Presiden Joko Widodo.
&quot;Daya tahan ini terbukti dengan bertahannya Indonesia dalam stagnasi ekonomi dunia lima tahun terakhir ini,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Asal tahu saja, pada tahun ini pemerintah memperkirakan pertumbuhan  ekonomi dapat menembus angka 5,08%. Menurut Basuki angka ini  disebut-sebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi  negara maju lainnya.
&quot;Sumber pertumbuhan yang didorong oleh investasi pemerintah dalam  bidang infrastruktur serta pembiayaan pemerintah melalui skema KPBU  infrastruktur memberikan kontribusi penting dalam pertumbuhan ekonomi  tersebut,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Oleh sebab itu, Basuki mengatakan, pembangunan infrastruktur akan  terus dilanjutkan pada masa periode kedua pemerintahan Presiden Joko  Widodo. Bukannya hanya infrastruktur besar saja yang akan dibangun,  melainkan akses menuju daerah lainnya akan dilakukan oleh pemerintah.
&quot;Di samping itu, juga dipastikan bahwa infrastruktur harus  dihubungkan dengan kawasan industri rakyat, industri kecil, kawasan  ekonomi khusus, kawasan  pariwisata dan kawasan pertumbuhan lain,&quot; kata  Basuki yang kerap diibaratkan Daendels Indonesia.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut jika pembangunan infrastruktur merupakan salah satu langkah logis untuk meningkatkan daya saing. Apalagi saat ini, meskipun pembangunan sudah digencarkan namu peringkat daya saing Indonesia masih kalah dari negara tetangga lainnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ketika Sri Mulyani Puji Menteri Basuki sebagai Daendels Indonesia
Asal tahu saja, berdasarkan data tahun 2018, peringkat daya saing Indonesia berada diangka 52. Angka ini naik 9 tingkat jika dibandingkan peringkat daya saing Indonesia di tahun 2013.
&quot;Daya tahan Indonesia sangat tergantung pada ketangguhan infrastruktur yang kita miliki, di kota, di desa, di kawasan pedalaman, di kawasan perbatasan, serta pulau-pulau terluar dan terdepan,&quot; ujarnya di Jakarta, Senin (1/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Diibaratkan Daendels oleh Jokowi, Menteri PUPR Tersenyum
Menurut Basuki, terus meningkatnya peringkat daya saing Indonesia maka akan semakin memudahkan untuk berkompetisi dengan negara lainnya. Salah satu contohnya adalah masalah investasi yang selama ini banyak dikeluhkan oleh Presiden Joko Widodo.
&quot;Daya tahan ini terbukti dengan bertahannya Indonesia dalam stagnasi ekonomi dunia lima tahun terakhir ini,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Asal tahu saja, pada tahun ini pemerintah memperkirakan pertumbuhan  ekonomi dapat menembus angka 5,08%. Menurut Basuki angka ini  disebut-sebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi  negara maju lainnya.
&quot;Sumber pertumbuhan yang didorong oleh investasi pemerintah dalam  bidang infrastruktur serta pembiayaan pemerintah melalui skema KPBU  infrastruktur memberikan kontribusi penting dalam pertumbuhan ekonomi  tersebut,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Oleh sebab itu, Basuki mengatakan, pembangunan infrastruktur akan  terus dilanjutkan pada masa periode kedua pemerintahan Presiden Joko  Widodo. Bukannya hanya infrastruktur besar saja yang akan dibangun,  melainkan akses menuju daerah lainnya akan dilakukan oleh pemerintah.
&quot;Di samping itu, juga dipastikan bahwa infrastruktur harus  dihubungkan dengan kawasan industri rakyat, industri kecil, kawasan  ekonomi khusus, kawasan  pariwisata dan kawasan pertumbuhan lain,&quot; kata  Basuki yang kerap diibaratkan Daendels Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
