<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kekurangan Rumah, Milenial Diminta Jadi Pengusaha Properti</title><description>Pengembangan kewirausahaan bidang properti telah mendorong pertumbuhan bisnis perumahan perseroan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/01/470/2111660/kekurangan-rumah-milenial-diminta-jadi-pengusaha-properti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/01/470/2111660/kekurangan-rumah-milenial-diminta-jadi-pengusaha-properti"/><item><title>Kekurangan Rumah, Milenial Diminta Jadi Pengusaha Properti</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/01/470/2111660/kekurangan-rumah-milenial-diminta-jadi-pengusaha-properti</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/01/470/2111660/kekurangan-rumah-milenial-diminta-jadi-pengusaha-properti</guid><pubDate>Selasa 01 Oktober 2019 20:14 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/01/470/2111660/kekurangan-rumah-milenial-diminta-jadi-pengusaha-properti-6Lvr9axEwT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Milenial Diminta Jadi Pengusaha Properti (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/01/470/2111660/kekurangan-rumah-milenial-diminta-jadi-pengusaha-properti-6Lvr9axEwT.jpg</image><title>Milenial Diminta Jadi Pengusaha Properti (Foto: Shutterstock)</title></images><description> 
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menyatakan pengembangan kewirausahaan bidang properti telah mendorong pertumbuhan bisnis perumahan perseroan. Untuk itu BTN akan terus melakukan edukasi terhadap generasi milenial agar tertarik menjadi pengusaha properti.

&quot;Dari berbagai upaya pengembangan wirausaha properti melalui School of Property dan Mini MBA of Property hasilnya sangat efektif. Kalau dari hasil survei setidaknya 70% sudah menjadi pengembang dan selebihnya banyak yang mendirikan perusahaan,&quot; ujar Direktur Legal, Risk and Compliance BTN R Mahelan Prabantarikso dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (1/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Dibutuhkan 2.000 Developer per Tahun Tekan Backlog Perumahan
Mahelan mengatakan, dari perumahan yang dibangun oleh pengusaha properti lulusan School of Property dan Mini MBA of Property telah menyumbang bisnis perumahan BTN sekitar 40% terutama rumah subsidi. Dari kontribusi yang cukup signifikan tersebut membuat BTN antusias untuk memperluas program edukasi wirausaha properti ke daerah-daerah.

&quot;Jadi kebutuhan rumah itu tidak hanya di pulau Jawa, tetapi daerah-daerah lain juga membutuhkan. Makanya kami dorong anak muda generasi milenial di luar Jawa bisa menjadi pengusaha properti,&quot; kata Mahelan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Backlog Rumah Masih Menghantui RI, Bagaimana Cara Mengatasinya?
&amp;nbsp;Menurut Mahelan, masalah perumahan tidak hanya berasal dari demand  tetapi ekosistem perumahan juga perlu menciptakan supply. Untuk itu BTN  secara aktif menjadi integrator baik dari sisi pembiayaan, menciptakan  demand dan menyediakan supply.

&quot;Dari sisi supply jumlah pengembangnya kurang banyak. Apalagi backlog  yang mencapai 11,4 juta ditambah kebutuhan rumah 400.000 setiap  tahunnya maka jumlah pengembang yang mencapai 5.000 sampai 6.000 masih  kurang, sehingga perlu diciptakan pengembang-pengembang baru khususnya  dari generasi muda,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Baca Juga:&amp;nbsp; Backlog Rumah Masih Menghantui RI, Bagaimana Cara Mengatasinya?
Dari prospek yang ada, lanjut dia, maka potensi untuk pengembangan  wirausaha dibidang properti masih cukup besar.  Apalagi jumlah pengusaha  baru 2,8% dari jumlah penduduk, sehingga perlu di dorong banyak anak  muda untuk berminat menjadi pengusaha.

Sejak tahun 2016, Bank BTN sangat concern menciptakan wirausaha muda  di sektor properti. &amp;ldquo;Target untuk tahun ini, kami bisa mencetak sekitar  1.000 calon developer (pengembang),&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded> 
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menyatakan pengembangan kewirausahaan bidang properti telah mendorong pertumbuhan bisnis perumahan perseroan. Untuk itu BTN akan terus melakukan edukasi terhadap generasi milenial agar tertarik menjadi pengusaha properti.

&quot;Dari berbagai upaya pengembangan wirausaha properti melalui School of Property dan Mini MBA of Property hasilnya sangat efektif. Kalau dari hasil survei setidaknya 70% sudah menjadi pengembang dan selebihnya banyak yang mendirikan perusahaan,&quot; ujar Direktur Legal, Risk and Compliance BTN R Mahelan Prabantarikso dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (1/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Dibutuhkan 2.000 Developer per Tahun Tekan Backlog Perumahan
Mahelan mengatakan, dari perumahan yang dibangun oleh pengusaha properti lulusan School of Property dan Mini MBA of Property telah menyumbang bisnis perumahan BTN sekitar 40% terutama rumah subsidi. Dari kontribusi yang cukup signifikan tersebut membuat BTN antusias untuk memperluas program edukasi wirausaha properti ke daerah-daerah.

&quot;Jadi kebutuhan rumah itu tidak hanya di pulau Jawa, tetapi daerah-daerah lain juga membutuhkan. Makanya kami dorong anak muda generasi milenial di luar Jawa bisa menjadi pengusaha properti,&quot; kata Mahelan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Backlog Rumah Masih Menghantui RI, Bagaimana Cara Mengatasinya?
&amp;nbsp;Menurut Mahelan, masalah perumahan tidak hanya berasal dari demand  tetapi ekosistem perumahan juga perlu menciptakan supply. Untuk itu BTN  secara aktif menjadi integrator baik dari sisi pembiayaan, menciptakan  demand dan menyediakan supply.

&quot;Dari sisi supply jumlah pengembangnya kurang banyak. Apalagi backlog  yang mencapai 11,4 juta ditambah kebutuhan rumah 400.000 setiap  tahunnya maka jumlah pengembang yang mencapai 5.000 sampai 6.000 masih  kurang, sehingga perlu diciptakan pengembang-pengembang baru khususnya  dari generasi muda,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Baca Juga:&amp;nbsp; Backlog Rumah Masih Menghantui RI, Bagaimana Cara Mengatasinya?
Dari prospek yang ada, lanjut dia, maka potensi untuk pengembangan  wirausaha dibidang properti masih cukup besar.  Apalagi jumlah pengusaha  baru 2,8% dari jumlah penduduk, sehingga perlu di dorong banyak anak  muda untuk berminat menjadi pengusaha.

Sejak tahun 2016, Bank BTN sangat concern menciptakan wirausaha muda  di sektor properti. &amp;ldquo;Target untuk tahun ini, kami bisa mencetak sekitar  1.000 calon developer (pengembang),&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
