<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beroperasi Mei 2020, Boeing hingga Airbus Bisa Mendarat di Bandara Purbalingga</title><description>Pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman berjalan sesuai rencana dan ditargetkan beroperasi Mei 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/02/320/2112060/beroperasi-mei-2020-boeing-hingga-airbus-bisa-mendarat-di-bandara-purbalingga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/02/320/2112060/beroperasi-mei-2020-boeing-hingga-airbus-bisa-mendarat-di-bandara-purbalingga"/><item><title>Beroperasi Mei 2020, Boeing hingga Airbus Bisa Mendarat di Bandara Purbalingga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/02/320/2112060/beroperasi-mei-2020-boeing-hingga-airbus-bisa-mendarat-di-bandara-purbalingga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/02/320/2112060/beroperasi-mei-2020-boeing-hingga-airbus-bisa-mendarat-di-bandara-purbalingga</guid><pubDate>Rabu 02 Oktober 2019 18:16 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/02/320/2112060/beroperasi-mei-2020-boeing-hingga-airbus-bisa-mendarat-di-bandara-purbalingga-3Cj4uWNafh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bandara Purbalingga Beroperasi Mei 2020 (Foto: Dok AP II)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/02/320/2112060/beroperasi-mei-2020-boeing-hingga-airbus-bisa-mendarat-di-bandara-purbalingga-3Cj4uWNafh.jpg</image><title>Bandara Purbalingga Beroperasi Mei 2020 (Foto: Dok AP II)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mendorong dan memastikan pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman, Purbalingga, Jawa Tengah berjalan sesuai rencana dan ditargetkan beroperasi Mei 2020.

Hal ini diungkapkan Rini saat meninjau langsung pembangunan runway Bandara Jenderal Soedirman di Purbalingga hari ini.

&quot;Saya senang proyek berjalan baik, dan kita targetkan tahun ini runway bisa selesai dibangun dan dilanjutkan dengan pekerjaan-pekerjaan lain hingga rampung dan bisa beroperasi pada Mei 2020,&quot; kata Rini dalam keterangan resmi PT Angkasa Pura II, Jakarta, Rabu (2/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Bandara Purbalingga Beroperasi 2020
Rini pun mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah berkolaborasi dan mendukung proyek ini sehingga bandara bisa mendukung konektivitas udara dan perekonomian masyarakat.

Sejumlah pekerjaan telah dilakukan sejak Mei 2019 yakni pembersihan lahan atau land clearing untuk runway dengan panjang 1.600 meter.
&amp;nbsp;Baca Juga: AP II Kembangkan Bandara Soedirman
Rini menambahkan, keberadaan Bandara Jenderal Besar Soedirman juga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah dan dapat mengakomodir kegiatan investasi dan perekonomian di Jawa Tengah.
&amp;nbsp;
Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad  Awaluddin mengatakan, Bandara Jenderal Besar Soedirman akan berperan  signifikan dalam mendorong perekonomian khususnya di 5 wilayah terdekat.

&quot;Perekonomian di 5 wilayah yaitu Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas,  Cilacap dan Kebumen atau kita kenal dengan Barlingmascakeb akan lebih  maju dengan hadirnya Bandara Jenderal Besar Soedirman,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman dilakukan benar-benar  dari awal oleh Angkasa Pura II. &quot;Ini merupakan suatu kehormatan bagi  kami, dan kami optimistis bisa mengembangkan bandara ini menjadi salah  satu motor perekonomian di Jawa Tengah.&quot; ungkap Awaludin.

Dia menambahkan, runway merupakan salah satu infrastruktur penting  yang menjadi prioritas pembangunan saat ini. Pada Tahap I runway  dibangun untuk melayani operasional penerbangan pesawat ATR 72-600 dan  sejenis, lalu kemudian dilakukan pengembangan hingga tahap III yang akan  membuat bandara ini dapat didarati pesawat sekelas Boeing 737 dan  Airbus A320.
Pembangunan terminal penumpang pesawat juga dilakukan bertahap, di   mana pada Tahap I Tahap I berkapasitas 98.812 penumpang per tahun, lalu   Tahap II berkapasitas 440.440 penumpang per tahun, kemudian Tahap III   berkapasitas sekitar 600.000 penumpang per tahun.

Selain itu, pembangunan tahap I juga mencakup apron untuk mengakomodir 3 unit pesawat ATR 71 dan sejenis.

Adapun proyek bandara ini terletak di kawasan Pangkalan TNI AU   Jenderal Besar Soedirman. Pada April 2019, AP II dan TNI AU   menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) agar pembangunan   infrastruktur sudah dapat dimulai.

AP II dan TNI AU juga telah menyepakati Daerah Lingkungan Kerja   (DLKr), yakni DLKr I seluas 4,42 hektare guna diusahakan sebagai bandara   meliputi terminal kargo, terminal penumpang, bangunan   operasional/perkantoran dan fasilitas sisi darat lainnya.

Lalu, DLKr II seluas 43,5 hektare guna penggunaan bersama   (penerbangan sipil dan militer) meliputi runway, RESA (runway end safety   area), stopway, taxiway, PKP-PK (Pertolongan Kecelakaan Penerbangan  dan  Pemadam Kebakaran), fasilitas bersama, dan pagar pengamanan  bandara.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mendorong dan memastikan pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman, Purbalingga, Jawa Tengah berjalan sesuai rencana dan ditargetkan beroperasi Mei 2020.

Hal ini diungkapkan Rini saat meninjau langsung pembangunan runway Bandara Jenderal Soedirman di Purbalingga hari ini.

&quot;Saya senang proyek berjalan baik, dan kita targetkan tahun ini runway bisa selesai dibangun dan dilanjutkan dengan pekerjaan-pekerjaan lain hingga rampung dan bisa beroperasi pada Mei 2020,&quot; kata Rini dalam keterangan resmi PT Angkasa Pura II, Jakarta, Rabu (2/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Bandara Purbalingga Beroperasi 2020
Rini pun mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah berkolaborasi dan mendukung proyek ini sehingga bandara bisa mendukung konektivitas udara dan perekonomian masyarakat.

Sejumlah pekerjaan telah dilakukan sejak Mei 2019 yakni pembersihan lahan atau land clearing untuk runway dengan panjang 1.600 meter.
&amp;nbsp;Baca Juga: AP II Kembangkan Bandara Soedirman
Rini menambahkan, keberadaan Bandara Jenderal Besar Soedirman juga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah dan dapat mengakomodir kegiatan investasi dan perekonomian di Jawa Tengah.
&amp;nbsp;
Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad  Awaluddin mengatakan, Bandara Jenderal Besar Soedirman akan berperan  signifikan dalam mendorong perekonomian khususnya di 5 wilayah terdekat.

&quot;Perekonomian di 5 wilayah yaitu Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas,  Cilacap dan Kebumen atau kita kenal dengan Barlingmascakeb akan lebih  maju dengan hadirnya Bandara Jenderal Besar Soedirman,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman dilakukan benar-benar  dari awal oleh Angkasa Pura II. &quot;Ini merupakan suatu kehormatan bagi  kami, dan kami optimistis bisa mengembangkan bandara ini menjadi salah  satu motor perekonomian di Jawa Tengah.&quot; ungkap Awaludin.

Dia menambahkan, runway merupakan salah satu infrastruktur penting  yang menjadi prioritas pembangunan saat ini. Pada Tahap I runway  dibangun untuk melayani operasional penerbangan pesawat ATR 72-600 dan  sejenis, lalu kemudian dilakukan pengembangan hingga tahap III yang akan  membuat bandara ini dapat didarati pesawat sekelas Boeing 737 dan  Airbus A320.
Pembangunan terminal penumpang pesawat juga dilakukan bertahap, di   mana pada Tahap I Tahap I berkapasitas 98.812 penumpang per tahun, lalu   Tahap II berkapasitas 440.440 penumpang per tahun, kemudian Tahap III   berkapasitas sekitar 600.000 penumpang per tahun.

Selain itu, pembangunan tahap I juga mencakup apron untuk mengakomodir 3 unit pesawat ATR 71 dan sejenis.

Adapun proyek bandara ini terletak di kawasan Pangkalan TNI AU   Jenderal Besar Soedirman. Pada April 2019, AP II dan TNI AU   menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) agar pembangunan   infrastruktur sudah dapat dimulai.

AP II dan TNI AU juga telah menyepakati Daerah Lingkungan Kerja   (DLKr), yakni DLKr I seluas 4,42 hektare guna diusahakan sebagai bandara   meliputi terminal kargo, terminal penumpang, bangunan   operasional/perkantoran dan fasilitas sisi darat lainnya.

Lalu, DLKr II seluas 43,5 hektare guna penggunaan bersama   (penerbangan sipil dan militer) meliputi runway, RESA (runway end safety   area), stopway, taxiway, PKP-PK (Pertolongan Kecelakaan Penerbangan  dan  Pemadam Kebakaran), fasilitas bersama, dan pagar pengamanan  bandara.
</content:encoded></item></channel></rss>
