<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Booming Harga Komoditas Berakhir, Ekonomi RI Hanya Mampu Tumbuh 5% pada 2015-2019</title><description>Pemerintah melakukan evaluasi pelaksanaan RPJMN 2014-2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/03/20/2112524/booming-harga-komoditas-berakhir-ekonomi-ri-hanya-mampu-tumbuh-5-pada-2015-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/03/20/2112524/booming-harga-komoditas-berakhir-ekonomi-ri-hanya-mampu-tumbuh-5-pada-2015-2019"/><item><title>Booming Harga Komoditas Berakhir, Ekonomi RI Hanya Mampu Tumbuh 5% pada 2015-2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/03/20/2112524/booming-harga-komoditas-berakhir-ekonomi-ri-hanya-mampu-tumbuh-5-pada-2015-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/03/20/2112524/booming-harga-komoditas-berakhir-ekonomi-ri-hanya-mampu-tumbuh-5-pada-2015-2019</guid><pubDate>Kamis 03 Oktober 2019 18:11 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/03/20/2112524/booming-harga-komoditas-berakhir-ekonomi-ri-hanya-mampu-tumbuh-5-pada-2015-2019-AvQF4uPyEA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sidang Kabinet RPJMN 2014-2019 (Foto: Okezone.com/Fakhrizal Fakhri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/03/20/2112524/booming-harga-komoditas-berakhir-ekonomi-ri-hanya-mampu-tumbuh-5-pada-2015-2019-AvQF4uPyEA.jpg</image><title>Sidang Kabinet RPJMN 2014-2019 (Foto: Okezone.com/Fakhrizal Fakhri)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak semulus di RPJMN 2010-2014.

Menanggapi hal tersebut, Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, rata-rata pertumbuhan ekonomi 2015-2019 hanya di kisaran 5%. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan RPJMN tahun 2010-2014 yang rata-rata mendekati 5,5%-6%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pemindahan Ibu Kota Sudah Masuk RPJMN 2020-2024
&amp;ldquo;Tapi kita mengetahui bahwa ada unsur harga komoditas atau booming harga komoditas di periode 2010-2014 yang membuat perekonomian tumbuh tinggi,&amp;rdquo; ujar Bambang usai sidang cabinet, Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Dirinya mengatakan, saat Kabinet Kerja pada 2014 dimulai, booming harga komoditas sudah berakhir. Akibatnya, ekonomi Indonesia hanya tumbuh di kisaran 5%.
 
Baca juga: Menperin Siapkan Jurus Dongkrak Ekonomi Indonesia 2020-2024
&amp;ldquo;Mugkin dianggap lebih rendah, tapi paling enggak ini termasuk yang relatif tinggi bagi ekonomi sebesar Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.Akan tetapi, lanjutnya, pencapaian yang berhasil dari sisi inflasi.  Hal ini dikarenakan tingkat inflasi selama 2015-2019 selalu di kisaran  3-4%.

&amp;ldquo;Jadi ini salah satu prestasi yang terbaik karena kita bisa menjaga  stabilitas inflasi pada tingkat yang rendah yang berarti bisa memperkuat  atau mempertahankan daya beli masyarakat,&amp;rdquo; ujarnya.

Begitu pula dengan kemiskinan, lanjutnya, berhasil diturunkan sampai  single digit mulai 2018. Di mana sebelumnya jauh di atas 10%.

&amp;ldquo;Data terakhir menunjukkan tahun ini kemungkinan kita bisa menurunkan  kembali tingkat kemiskinan ke seputaran 9,2% pada akhir tahun,&amp;rdquo;  ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak semulus di RPJMN 2010-2014.

Menanggapi hal tersebut, Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, rata-rata pertumbuhan ekonomi 2015-2019 hanya di kisaran 5%. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan RPJMN tahun 2010-2014 yang rata-rata mendekati 5,5%-6%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pemindahan Ibu Kota Sudah Masuk RPJMN 2020-2024
&amp;ldquo;Tapi kita mengetahui bahwa ada unsur harga komoditas atau booming harga komoditas di periode 2010-2014 yang membuat perekonomian tumbuh tinggi,&amp;rdquo; ujar Bambang usai sidang cabinet, Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Dirinya mengatakan, saat Kabinet Kerja pada 2014 dimulai, booming harga komoditas sudah berakhir. Akibatnya, ekonomi Indonesia hanya tumbuh di kisaran 5%.
 
Baca juga: Menperin Siapkan Jurus Dongkrak Ekonomi Indonesia 2020-2024
&amp;ldquo;Mugkin dianggap lebih rendah, tapi paling enggak ini termasuk yang relatif tinggi bagi ekonomi sebesar Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.Akan tetapi, lanjutnya, pencapaian yang berhasil dari sisi inflasi.  Hal ini dikarenakan tingkat inflasi selama 2015-2019 selalu di kisaran  3-4%.

&amp;ldquo;Jadi ini salah satu prestasi yang terbaik karena kita bisa menjaga  stabilitas inflasi pada tingkat yang rendah yang berarti bisa memperkuat  atau mempertahankan daya beli masyarakat,&amp;rdquo; ujarnya.

Begitu pula dengan kemiskinan, lanjutnya, berhasil diturunkan sampai  single digit mulai 2018. Di mana sebelumnya jauh di atas 10%.

&amp;ldquo;Data terakhir menunjukkan tahun ini kemungkinan kita bisa menurunkan  kembali tingkat kemiskinan ke seputaran 9,2% pada akhir tahun,&amp;rdquo;  ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
