<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kucurkan Rp180 Miliar, Jerman Bantu RI Bereskan Abrasi di Kepri   </title><description>Proyek tersebut nantinya pemerintah dibantu gelontoran dana sebesar Rp180 miliar dari Jerman</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/04/320/2113027/kucurkan-rp180-miliar-jerman-bantu-ri-bereskan-abrasi-di-kepri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/04/320/2113027/kucurkan-rp180-miliar-jerman-bantu-ri-bereskan-abrasi-di-kepri"/><item><title>Kucurkan Rp180 Miliar, Jerman Bantu RI Bereskan Abrasi di Kepri   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/04/320/2113027/kucurkan-rp180-miliar-jerman-bantu-ri-bereskan-abrasi-di-kepri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/04/320/2113027/kucurkan-rp180-miliar-jerman-bantu-ri-bereskan-abrasi-di-kepri</guid><pubDate>Jum'at 04 Oktober 2019 19:02 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/04/320/2113027/kucurkan-rp180-miliar-jerman-bantu-ri-bereskan-abrasi-di-kepri-hHFafSdMhr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Abrasi Laut. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/04/320/2113027/kucurkan-rp180-miliar-jerman-bantu-ri-bereskan-abrasi-di-kepri-hHFafSdMhr.jpg</image><title>Abrasi Laut. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah segera melakukan penanganan abrasi di kawasan pesisir dan laut Kepulauan Riau (Kepri). Rencananya proyek ini akan dimulai pada tahun depan.
Adapun titik terparah terjadi abrasi terletak di empat pulau terluar di Kepri. Keempat pulau tersebut Pulau Bengkalis, Pulau Rupat, Pulau Batu Mandi, dan Pulau Rangsang.
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil mengatakan, mengerjakan proyek tersebut nantinya pemerintah dibantu gelontoran dana sebesar Rp180 miliar dari Jerman.  Dana tersebut nantinya akan digunakan sebagai pilot project atau proyek percobaan dari penanganan abrasi.
Baca Juga: Menteri Susi Ingatkan Bahayanya Tangkap Ikan Pakai Cantrang
&amp;ldquo;Soal yang abrasi di pantai timur Sumatera. Terutama yang di Riau itu loh yang Pulau Rupat. Ada dana grand sekitar Rp180 miliar dari Jerman akan digunakan untuk pilot project di satu kawasan untuk penyelamatan dengan berbagai jarak intervensi,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bisang Kemaritiman, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Nantinya, dengan dana tersebut akan dibangun breakwater atau pemecah gelombang dan hutan mangrove. Jika pilot project ini berhasil maka akan dilanjutkan kepada pantai-pantai yang tekena abrasi lainnya.
Baca Juga: Menteri Susi Harapkan LIPI Dukung Keberlanjutan Laut dan Perikanan Lewat Riset
&amp;ldquo;Fisiknya supaya itu enggak lagi abrasi, pantai itu selamat kalau bisa itu ditanam mangrove, dikasih breakwater, dan pantai itu tampil kembali bisa diselamatkan. Intinya adalah ini kan beberapa tempat, tapi ini akan difokuskan dulu satu tempat di sebuah kawasan di sebuah pulau kecil, untuk sebagai model. Dana itu akan difokuskan di sana dengan organisasi yang baik,&amp;rdquo; jelasnya.Menurut Sofyan, pemerintah akan membentuk terlebih dahulu tim  internal dari penanganan abrasi tersebut. Di sisi lain, saat ini Badan  Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah melakukan studi akhir  mengenai upaya mengatasi abrasi di empat pulau tersebut.
&amp;ldquo;Mulai itu awal tahun depan, tanggal 1 November Pak Menko  mengharapkan organisasi semuanya sudah siap. Jadi sudah ada tadi laporan  akhir BPPT setelah mereka melakukan studi dan berbagai rekomendasi  untuk action,&amp;rdquo; kata Sofyan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian  Kelautan dan Perikanan (KKP) Brahmantya Satyamurti Poerwadi mengatakan  penanganan masalah ini akan melibatkan berbagai pihak. Seperti dari  Kementerian PUPR hingga Kementerian KKP
&amp;ldquo;Nanti ada PUPR yang bangun, KKP yang bangun. Direkomendasikan ada beberapa pulau terluar di sana,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah segera melakukan penanganan abrasi di kawasan pesisir dan laut Kepulauan Riau (Kepri). Rencananya proyek ini akan dimulai pada tahun depan.
Adapun titik terparah terjadi abrasi terletak di empat pulau terluar di Kepri. Keempat pulau tersebut Pulau Bengkalis, Pulau Rupat, Pulau Batu Mandi, dan Pulau Rangsang.
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil mengatakan, mengerjakan proyek tersebut nantinya pemerintah dibantu gelontoran dana sebesar Rp180 miliar dari Jerman.  Dana tersebut nantinya akan digunakan sebagai pilot project atau proyek percobaan dari penanganan abrasi.
Baca Juga: Menteri Susi Ingatkan Bahayanya Tangkap Ikan Pakai Cantrang
&amp;ldquo;Soal yang abrasi di pantai timur Sumatera. Terutama yang di Riau itu loh yang Pulau Rupat. Ada dana grand sekitar Rp180 miliar dari Jerman akan digunakan untuk pilot project di satu kawasan untuk penyelamatan dengan berbagai jarak intervensi,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bisang Kemaritiman, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Nantinya, dengan dana tersebut akan dibangun breakwater atau pemecah gelombang dan hutan mangrove. Jika pilot project ini berhasil maka akan dilanjutkan kepada pantai-pantai yang tekena abrasi lainnya.
Baca Juga: Menteri Susi Harapkan LIPI Dukung Keberlanjutan Laut dan Perikanan Lewat Riset
&amp;ldquo;Fisiknya supaya itu enggak lagi abrasi, pantai itu selamat kalau bisa itu ditanam mangrove, dikasih breakwater, dan pantai itu tampil kembali bisa diselamatkan. Intinya adalah ini kan beberapa tempat, tapi ini akan difokuskan dulu satu tempat di sebuah kawasan di sebuah pulau kecil, untuk sebagai model. Dana itu akan difokuskan di sana dengan organisasi yang baik,&amp;rdquo; jelasnya.Menurut Sofyan, pemerintah akan membentuk terlebih dahulu tim  internal dari penanganan abrasi tersebut. Di sisi lain, saat ini Badan  Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah melakukan studi akhir  mengenai upaya mengatasi abrasi di empat pulau tersebut.
&amp;ldquo;Mulai itu awal tahun depan, tanggal 1 November Pak Menko  mengharapkan organisasi semuanya sudah siap. Jadi sudah ada tadi laporan  akhir BPPT setelah mereka melakukan studi dan berbagai rekomendasi  untuk action,&amp;rdquo; kata Sofyan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian  Kelautan dan Perikanan (KKP) Brahmantya Satyamurti Poerwadi mengatakan  penanganan masalah ini akan melibatkan berbagai pihak. Seperti dari  Kementerian PUPR hingga Kementerian KKP
&amp;ldquo;Nanti ada PUPR yang bangun, KKP yang bangun. Direkomendasikan ada beberapa pulau terluar di sana,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
