<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Ditangkap KPK, Jokowi Minta Bos BUMN Hati-Hati</title><description>Banyaknya kasus korupsi yang menjerat perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuat istana buka suara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/04/320/2113043/banyak-ditangkap-kpk-jokowi-minta-bos-bumn-hati-hati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/04/320/2113043/banyak-ditangkap-kpk-jokowi-minta-bos-bumn-hati-hati"/><item><title>Banyak Ditangkap KPK, Jokowi Minta Bos BUMN Hati-Hati</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/04/320/2113043/banyak-ditangkap-kpk-jokowi-minta-bos-bumn-hati-hati</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/04/320/2113043/banyak-ditangkap-kpk-jokowi-minta-bos-bumn-hati-hati</guid><pubDate>Jum'at 04 Oktober 2019 19:38 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/04/320/2113043/banyak-ditangkap-kpk-jokowi-minta-bos-bumn-hati-hati-lPuIadfKAT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Minta Bos BUMN Hati-Hati (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/04/320/2113043/banyak-ditangkap-kpk-jokowi-minta-bos-bumn-hati-hati-lPuIadfKAT.jpg</image><title>Jokowi Minta Bos BUMN Hati-Hati (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Banyaknya kasus korupsi yang menjerat perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuat Istana buka suara. Pasalnya, tidak hanya sekali dua kali, dalam setahun ini saja sudah beberapa kali bos BUMN terjerat kasus korupsi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Bos BUMN Banyak Ditangkap KPK, Mudah-mudahan Enggak Ada Lagi
Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Sekertariat Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, kasus korupsi yang banyak terjadi menjadi sebuah peringatan kepada perusahaaan plat merah untuk hati-hati dalam mengelola perusahaan. Apalagi, dalam perusahaan tersebut melibatkan banyak sekali keuangan negara.

&amp;ldquo;Kalau Presiden kemarin terbuka, lebih berhati-hati dalam mengelola perusahaan. lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Jumat (4/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Para Bos BUMN Terlibat Korupsi, Sri Mulyani: Itu Pengkhianatan
Presiden pun dengan tegas tak ingin kejadian serupa kembali terjadi. Apalagi, akan ada banyak proyek infrastruktur yang akan melibatkan banyak BUMN.

&amp;ldquo;Artinya setelah 1-2 BUMN ditangkapi, ini menjadi peringatan yang lain agar tidak terjadi OTT lagi kepada mereka,&amp;rdquo; kata Ngabalin.
&amp;nbsp;Ngabalin menambahkan, bos BUMN untuk berhati-hati dan tidak usah  macam-macam ketika bertemu dengan partner perusahaan. Apalagi jika  pembahasannya mengenai proyek yang mengeluarkan uang banyak.

&amp;ldquo;Ketemu dengan user, ketemu dengan orang yang berkepentingan. Karena  tentu KPK tidak sebuta itu melakukan OTT dan lain-lain. Bagi saya  seperti kemarin temen-temen beberapa BUMN. Apa yang disampaikan Bapak  Presiden akan lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan dan  perusahaan,&amp;rdquo; katanya.

Menurut Ngabalin, seluruh pejabat publik harusnya tidak main-main  dengan yang namanya korupsi. Karena, KPK akan memantau terus pergerakan  pejabat negara apalagi jika ditemukan tanda-tanda akan merugikan uang  negara.

&amp;ldquo;Saya tidak mau bilang seperti beberapa pakar menyebutkan kalau KPK  mulai diganggu-ganggu, selamanya OTT lebih banyak. Saya tidak mau  bilang. Tapi saya mau bilang bahwa apa yang dilakukan KPK mudah-mudahan  bisa menjadi peringatan yang lain,&amp;rdquo; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Banyaknya kasus korupsi yang menjerat perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuat Istana buka suara. Pasalnya, tidak hanya sekali dua kali, dalam setahun ini saja sudah beberapa kali bos BUMN terjerat kasus korupsi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Bos BUMN Banyak Ditangkap KPK, Mudah-mudahan Enggak Ada Lagi
Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Sekertariat Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, kasus korupsi yang banyak terjadi menjadi sebuah peringatan kepada perusahaaan plat merah untuk hati-hati dalam mengelola perusahaan. Apalagi, dalam perusahaan tersebut melibatkan banyak sekali keuangan negara.

&amp;ldquo;Kalau Presiden kemarin terbuka, lebih berhati-hati dalam mengelola perusahaan. lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Jumat (4/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Para Bos BUMN Terlibat Korupsi, Sri Mulyani: Itu Pengkhianatan
Presiden pun dengan tegas tak ingin kejadian serupa kembali terjadi. Apalagi, akan ada banyak proyek infrastruktur yang akan melibatkan banyak BUMN.

&amp;ldquo;Artinya setelah 1-2 BUMN ditangkapi, ini menjadi peringatan yang lain agar tidak terjadi OTT lagi kepada mereka,&amp;rdquo; kata Ngabalin.
&amp;nbsp;Ngabalin menambahkan, bos BUMN untuk berhati-hati dan tidak usah  macam-macam ketika bertemu dengan partner perusahaan. Apalagi jika  pembahasannya mengenai proyek yang mengeluarkan uang banyak.

&amp;ldquo;Ketemu dengan user, ketemu dengan orang yang berkepentingan. Karena  tentu KPK tidak sebuta itu melakukan OTT dan lain-lain. Bagi saya  seperti kemarin temen-temen beberapa BUMN. Apa yang disampaikan Bapak  Presiden akan lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan dan  perusahaan,&amp;rdquo; katanya.

Menurut Ngabalin, seluruh pejabat publik harusnya tidak main-main  dengan yang namanya korupsi. Karena, KPK akan memantau terus pergerakan  pejabat negara apalagi jika ditemukan tanda-tanda akan merugikan uang  negara.

&amp;ldquo;Saya tidak mau bilang seperti beberapa pakar menyebutkan kalau KPK  mulai diganggu-ganggu, selamanya OTT lebih banyak. Saya tidak mau  bilang. Tapi saya mau bilang bahwa apa yang dilakukan KPK mudah-mudahan  bisa menjadi peringatan yang lain,&amp;rdquo; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
