<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Sri Mulyani Bakal Temui UEA, Sang Investor Ibu Kota Baru</title><description>Niat investor Uni Emirat Arab (UEA) untuk ikut investasi pemindahan ibu kota baru semakin serius.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/04/470/2113098/sri-mulyani-bakal-temui-uea-sang-investor-ibu-kota-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/04/470/2113098/sri-mulyani-bakal-temui-uea-sang-investor-ibu-kota-baru"/><item><title>   Sri Mulyani Bakal Temui UEA, Sang Investor Ibu Kota Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/04/470/2113098/sri-mulyani-bakal-temui-uea-sang-investor-ibu-kota-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/04/470/2113098/sri-mulyani-bakal-temui-uea-sang-investor-ibu-kota-baru</guid><pubDate>Jum'at 04 Oktober 2019 21:30 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/04/470/2113098/sri-mulyani-bakal-temui-uea-sang-investor-ibu-kota-baru-8BWGmpG029.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani Temui UEA, Sang Investor Ibu Kota Baru (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/04/470/2113098/sri-mulyani-bakal-temui-uea-sang-investor-ibu-kota-baru-8BWGmpG029.jpg</image><title>Sri Mulyani Temui UEA, Sang Investor Ibu Kota Baru (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Niat investor Uni Emirat Arab (UEA) untuk ikut investasi pemindahan ibu kota baru semakin serius. Bahkan dalam waktu dekat, pihak investor UEA akan bertemu langsung dengan perwakilan pemerintah
&amp;nbsp;Baca Juga: UEA Minat Investasi di Ibu Kota Baru, Ini Skemanya
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pekan depan pihak UEA akan bertemu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Pertemuan tersebut untuk membahas bagiaman skema yang tepat untuk diterapkan.

&amp;ldquo;Bagus Jadi kita godok nanti sovereign wealth fund (SWF)-nya ini, kemarin Presiden sudah kasih arahan. Nanti Bu Ani (Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati), besok Minggu depan itu akan datang timnya kemari, nanti ketemu dengan tim kami. kemudian ketemu dengan Bu Ani, nanti kita finalisasi, Bu Ani nanti akan ke Abu Dhabi untuk finalisasi,&amp;rdquo;  ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Jumat (4/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Lahan Ibu Kota Baru Belum Bisa Dieksekusi, Kenapa?
Menurut Luhut, skema investasi ibu kota baru ini diharapkan bisa segera rampung, sehingga pada 13 Januari 2020, investasi untuk ibu kota baru ini bisa segera berjalan. Menurut Luhut, nantinya jika skema tersebut berjalan, uang yang didapat dari UEA ini akan menjadi private equity pemerintah.

&quot;Jadi pemerintah chip in nanti, mungkin brownfield project yang sudah ada, mereka taro uang,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Menurut Luhut, selain dari UEA, ada juga investasi yang didapat dari  Amerika Serikat. Nanti sama seperti UEA, investasi tersebut nantinya  akan masuk menuju private equity dari pemerintah.

&amp;ldquo;Nanti bisa jadi juga Amerika IFDC-nya juga menaro duit sehingga itu  nanti bisa seperti equity bisa seperti juga cadangan nasional. bisa juga  nanti untuk membangun ibu kota,&amp;rdquo; katanya.

Namun menurutnya, untuk sementara waku pemerintah tengah fokus pada  investor asal UEA. Setelah sukses baru pemerintah segera melirik Amerika  Serikat.

&amp;ldquo;Yang jelas itu sekarang Indonesia dan Uni Emirat Arab dulu. Tapi UEA  dan Amerika juga tidak keberatan untuk masuk di sana,&amp;rdquo; ucapnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Niat investor Uni Emirat Arab (UEA) untuk ikut investasi pemindahan ibu kota baru semakin serius. Bahkan dalam waktu dekat, pihak investor UEA akan bertemu langsung dengan perwakilan pemerintah
&amp;nbsp;Baca Juga: UEA Minat Investasi di Ibu Kota Baru, Ini Skemanya
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pekan depan pihak UEA akan bertemu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Pertemuan tersebut untuk membahas bagiaman skema yang tepat untuk diterapkan.

&amp;ldquo;Bagus Jadi kita godok nanti sovereign wealth fund (SWF)-nya ini, kemarin Presiden sudah kasih arahan. Nanti Bu Ani (Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati), besok Minggu depan itu akan datang timnya kemari, nanti ketemu dengan tim kami. kemudian ketemu dengan Bu Ani, nanti kita finalisasi, Bu Ani nanti akan ke Abu Dhabi untuk finalisasi,&amp;rdquo;  ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Jumat (4/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Lahan Ibu Kota Baru Belum Bisa Dieksekusi, Kenapa?
Menurut Luhut, skema investasi ibu kota baru ini diharapkan bisa segera rampung, sehingga pada 13 Januari 2020, investasi untuk ibu kota baru ini bisa segera berjalan. Menurut Luhut, nantinya jika skema tersebut berjalan, uang yang didapat dari UEA ini akan menjadi private equity pemerintah.

&quot;Jadi pemerintah chip in nanti, mungkin brownfield project yang sudah ada, mereka taro uang,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Menurut Luhut, selain dari UEA, ada juga investasi yang didapat dari  Amerika Serikat. Nanti sama seperti UEA, investasi tersebut nantinya  akan masuk menuju private equity dari pemerintah.

&amp;ldquo;Nanti bisa jadi juga Amerika IFDC-nya juga menaro duit sehingga itu  nanti bisa seperti equity bisa seperti juga cadangan nasional. bisa juga  nanti untuk membangun ibu kota,&amp;rdquo; katanya.

Namun menurutnya, untuk sementara waku pemerintah tengah fokus pada  investor asal UEA. Setelah sukses baru pemerintah segera melirik Amerika  Serikat.

&amp;ldquo;Yang jelas itu sekarang Indonesia dan Uni Emirat Arab dulu. Tapi UEA  dan Amerika juga tidak keberatan untuk masuk di sana,&amp;rdquo; ucapnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
