<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fakta Cerai-Rujuk Garuda dan Sriwijaya Air, Direksi Mundur hingga Cabut Gugatan</title><description>Berikut fakta-fakta seputar ketegangan yang terjadi antara Garuda dan Sriwijaya seperti dirangkum Okezone.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/06/320/2112977/fakta-cerai-rujuk-garuda-dan-sriwijaya-air-direksi-mundur-hingga-cabut-gugatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/06/320/2112977/fakta-cerai-rujuk-garuda-dan-sriwijaya-air-direksi-mundur-hingga-cabut-gugatan"/><item><title>Fakta Cerai-Rujuk Garuda dan Sriwijaya Air, Direksi Mundur hingga Cabut Gugatan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/06/320/2112977/fakta-cerai-rujuk-garuda-dan-sriwijaya-air-direksi-mundur-hingga-cabut-gugatan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/06/320/2112977/fakta-cerai-rujuk-garuda-dan-sriwijaya-air-direksi-mundur-hingga-cabut-gugatan</guid><pubDate>Minggu 06 Oktober 2019 06:08 WIB</pubDate><dc:creator>Rizqa Leony Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/04/320/2112977/fakta-cerai-rujuk-garuda-dan-sriwijaya-air-direksi-mundur-hingga-cabut-gugatan-XRqwI6BGoN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sriwijaya Air (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/04/320/2112977/fakta-cerai-rujuk-garuda-dan-sriwijaya-air-direksi-mundur-hingga-cabut-gugatan-XRqwI6BGoN.jpg</image><title>Sriwijaya Air (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kisruh yang terjadi antara PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dan Sriwijaya Air Group berbuntut berhentinya kerja sama manajemen (KSM) dengan anak usahanya, PT Citilink Indonesia. Namun, kini keduanya dikabarkan telah berdamai. Berikut fakta-fakta seputar ketegangan yang terjadi antara Garuda dan Sriwijaya seperti dirangkum Okezone:
1. Penyebabnya Karena Wanprestasi
Kerja sama manajemen  Citilink Indonesia dan Sriwijaya Air  sempat terhenti setelah Sriwijaya Air diduga melakukan wanprestasi dalam perombakan pengurusan perusahaan tanpa izin, di mana pihak Citilink tidak dilibatkan dalam proses perombakan. Hal ini berbuntut dicopotnya logo Garuda Indonesia dari pesawat-pesawat Sriwijaya Air Group dan penghentian layanan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) oleh GMF AeroAsia.
Baca Juga: 4 Alasan Garuda 'Rujuk' dengan Sriwijaya
2. Direktur Sriwijaya Mundur
Direktur Operasi Sriwijaya Air Fadjar Semiarto merekomendasikan agar operasional dari maskapai Sriwijaya dihentikan untuk sementara waktu. Fadjar menjelaskan, berdasarkan hazard identification and risk assessment (HIRA) operasional Sriwijaya Air menunjukkan angka 4A. Artinya, jika tak segera dibenahi maka operasional dari maskapai akan terganggu.
Fadjar pun mengaku telah melaporkan hal tersebut kepada Plt Direktur Utama Sriwijaya Jefferson Jauwena. Namun, rekomendasi tersebut tak mendapat tanggapan. &amp;ldquo;Karena surat tidak direspons Plt (Dirut Sriwijaya), malah terkesan tidak mendengarkan, tetap melakukan penerbangan secara normal maka kami menyatakan mengundurkan diri,&amp;rdquo; katanya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2017/05/31/37920/211955_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pesawat Sriwijaya Air Tergelincir di Bandara Rendani Manokwari&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
3. Kerjasama Sriwijaya dan GMF Dihentikan
Direktur Teknik Sriwijaya Air Ramdani Ardali Adang menambahkan, kerjasama Sriwijaya dengan Garuda Maintenance Facility (GMF) telah dihentikan. Dengan putusnya kerjasama itu, dirinya mengaku khawatir dengan operasional Sriwijaya.
Sebab, dengan tidak adanya kerjasama tersebut pasokan spare part untuk armada Sriwijaya terbatas. Hal ini sangat berpengaruh terhadap keselamatan penerbangan.4. Akhirnya Kembali Rujuk
Setelah sebelumnya sempat ribut yang berbuntut berhentinya kerja sama  manajemen (KSM) dengan anak usahanya, PT Citilink Indonesia. Kini,  KSM  yang sempat terhenti itu disepakati berlanjut kembali oleh PT Garuda  Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dan Sriwijaya Air Group .
Kerjasama ini kembali dilanjutkan untuk mendukung perbaikan di tubuh  Sriwijaya Air yang saat ini tengah bermasalah. Tak hanya itu juga untuk  mempertimbangkan kepentingan pelanggan maskapai terkait keselamatan.
Baca Juga: Rujuk dengan Garuda, Perawatan Pesawat Sriwijaya Digarap GMF
5. Garuda Minta Citilink Cabut Gugatan
Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara meminta PT Citilink  Indonesia untuk mencabut gugatannya terhadap PT Sriwijaya Air Group.  Menurut dia, pencabutan gugatan dilakukan setelah Garuda Indonesia Group  sepakat untuk kembali menjalin kerjasama manajemen dengan Sriwijaya Air  Group. Hal ini usai rujuknya Sriwijaya Air Group dengan Garuda  Indonesia Group ditandai dengan kembali menjalin kerjasama kerja sama  manajemen (KSM) melalui anak usahanya, PT Citilink Indonesia.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2017/05/31/37920/211954_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pesawat Sriwijaya Air Tergelincir di Bandara Rendani Manokwari&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
6. Sriwijaya Air Masih Belum Berlogo Garuda Indonesia
Garuda Indonesia Group memutuskan untuk mencabut logo 'Garuda  Indonesia' pada armada Sriwijaya Air. Hal itu menjadi buntut dari  sengketa kerja sama manajemen (KSM) antara grup maskapai pelat merah itu  dengan Sriwijaya Air Group. Garuda belum akan memasang logo di armada  pesawat milik Sriwijaya Air Group. Walaupun Garuda Indonesia dan  Sriwijaya Air Group telah kembali melanjutkan kerjasamanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kisruh yang terjadi antara PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dan Sriwijaya Air Group berbuntut berhentinya kerja sama manajemen (KSM) dengan anak usahanya, PT Citilink Indonesia. Namun, kini keduanya dikabarkan telah berdamai. Berikut fakta-fakta seputar ketegangan yang terjadi antara Garuda dan Sriwijaya seperti dirangkum Okezone:
1. Penyebabnya Karena Wanprestasi
Kerja sama manajemen  Citilink Indonesia dan Sriwijaya Air  sempat terhenti setelah Sriwijaya Air diduga melakukan wanprestasi dalam perombakan pengurusan perusahaan tanpa izin, di mana pihak Citilink tidak dilibatkan dalam proses perombakan. Hal ini berbuntut dicopotnya logo Garuda Indonesia dari pesawat-pesawat Sriwijaya Air Group dan penghentian layanan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) oleh GMF AeroAsia.
Baca Juga: 4 Alasan Garuda 'Rujuk' dengan Sriwijaya
2. Direktur Sriwijaya Mundur
Direktur Operasi Sriwijaya Air Fadjar Semiarto merekomendasikan agar operasional dari maskapai Sriwijaya dihentikan untuk sementara waktu. Fadjar menjelaskan, berdasarkan hazard identification and risk assessment (HIRA) operasional Sriwijaya Air menunjukkan angka 4A. Artinya, jika tak segera dibenahi maka operasional dari maskapai akan terganggu.
Fadjar pun mengaku telah melaporkan hal tersebut kepada Plt Direktur Utama Sriwijaya Jefferson Jauwena. Namun, rekomendasi tersebut tak mendapat tanggapan. &amp;ldquo;Karena surat tidak direspons Plt (Dirut Sriwijaya), malah terkesan tidak mendengarkan, tetap melakukan penerbangan secara normal maka kami menyatakan mengundurkan diri,&amp;rdquo; katanya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2017/05/31/37920/211955_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pesawat Sriwijaya Air Tergelincir di Bandara Rendani Manokwari&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
3. Kerjasama Sriwijaya dan GMF Dihentikan
Direktur Teknik Sriwijaya Air Ramdani Ardali Adang menambahkan, kerjasama Sriwijaya dengan Garuda Maintenance Facility (GMF) telah dihentikan. Dengan putusnya kerjasama itu, dirinya mengaku khawatir dengan operasional Sriwijaya.
Sebab, dengan tidak adanya kerjasama tersebut pasokan spare part untuk armada Sriwijaya terbatas. Hal ini sangat berpengaruh terhadap keselamatan penerbangan.4. Akhirnya Kembali Rujuk
Setelah sebelumnya sempat ribut yang berbuntut berhentinya kerja sama  manajemen (KSM) dengan anak usahanya, PT Citilink Indonesia. Kini,  KSM  yang sempat terhenti itu disepakati berlanjut kembali oleh PT Garuda  Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dan Sriwijaya Air Group .
Kerjasama ini kembali dilanjutkan untuk mendukung perbaikan di tubuh  Sriwijaya Air yang saat ini tengah bermasalah. Tak hanya itu juga untuk  mempertimbangkan kepentingan pelanggan maskapai terkait keselamatan.
Baca Juga: Rujuk dengan Garuda, Perawatan Pesawat Sriwijaya Digarap GMF
5. Garuda Minta Citilink Cabut Gugatan
Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara meminta PT Citilink  Indonesia untuk mencabut gugatannya terhadap PT Sriwijaya Air Group.  Menurut dia, pencabutan gugatan dilakukan setelah Garuda Indonesia Group  sepakat untuk kembali menjalin kerjasama manajemen dengan Sriwijaya Air  Group. Hal ini usai rujuknya Sriwijaya Air Group dengan Garuda  Indonesia Group ditandai dengan kembali menjalin kerjasama kerja sama  manajemen (KSM) melalui anak usahanya, PT Citilink Indonesia.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2017/05/31/37920/211954_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pesawat Sriwijaya Air Tergelincir di Bandara Rendani Manokwari&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
6. Sriwijaya Air Masih Belum Berlogo Garuda Indonesia
Garuda Indonesia Group memutuskan untuk mencabut logo 'Garuda  Indonesia' pada armada Sriwijaya Air. Hal itu menjadi buntut dari  sengketa kerja sama manajemen (KSM) antara grup maskapai pelat merah itu  dengan Sriwijaya Air Group. Garuda belum akan memasang logo di armada  pesawat milik Sriwijaya Air Group. Walaupun Garuda Indonesia dan  Sriwijaya Air Group telah kembali melanjutkan kerjasamanya.</content:encoded></item></channel></rss>
