<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menperin: Digital Akan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 2%</title><description>Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya memaksimalkan potensi dari penerapan ekonomi digital pada era industri 4.0.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/06/320/2113478/menperin-digital-akan-dorong-pertumbuhan-ekonomi-hingga-2</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/06/320/2113478/menperin-digital-akan-dorong-pertumbuhan-ekonomi-hingga-2"/><item><title>Menperin: Digital Akan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 2%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/06/320/2113478/menperin-digital-akan-dorong-pertumbuhan-ekonomi-hingga-2</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/06/320/2113478/menperin-digital-akan-dorong-pertumbuhan-ekonomi-hingga-2</guid><pubDate>Minggu 06 Oktober 2019 13:09 WIB</pubDate><dc:creator>Delia Citra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/06/320/2113478/menperin-digital-akan-dorong-pertumbuhan-ekonomi-hingga-2-1K8p6RxUAv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi Digital (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/06/320/2113478/menperin-digital-akan-dorong-pertumbuhan-ekonomi-hingga-2-1K8p6RxUAv.jpg</image><title>Ekonomi Digital (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya memaksimalkan potensi dari penerapan ekonomi digital pada era industri 4.0. Indonesia dinilai memiliki sumber daya yang penting untuk pengembangan ekosistem ekonomi digital, sehingga pemerintah terus memberikan dukungan melalui berbagai kebijakan strategis.

&amp;ldquo;Indonesia memiliki lebih dari 60 juta masyarakat yang memiliki smartphone. Dengan resources ini, tidaklah heran kalau dalam waktu cepat Indonesia sudah punya empat unicorn, dan menjadi terbanyak di ASEAN. Kami optimistis sampai dengan 2024 akan lahir dua unicorn lagi di Indonesia,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (6/10/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Waktu Produktif dan Jam Tidur Milenial vs Orangtua 
Menperin menyebutkan, melalui penerapan ekonomi digital, diproyeksi mampu mendorong peningkatan pada pertumbuhan ekonomi hingga 1-2%, penyerapan tenaga kerja lebih dari 10 juta orang, dan kontribusi industri manufaktur sebesar 25% terhadap PDB nasional. Hal ini sesuai dengan target yang terdapat dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

Airlangga mengungkapkan, berdasarkan studi Mckinsey, didorongnya ekonomi digital, Indonesia akan membutuhkan 17 juta tenaga kerja yang melek digital, dengan komposisi 30% di industri manufaktur dan 70% di industri penunjang. Sehingga, nantinya mendorong tambahan ekonomi sebesar USD150 miliar kepada ekonomi Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Keuntungan Industri ASEAN Akan Naik USD147 Miliar jika Terapkan 5G
&amp;ldquo;Inilah yang didorong agar kesempatan sebesar USD150 dalam bentuk ekonomi digital itu dimanfaatkan oleh tenaga kerja dan masyarakat Indonesia. Bisnis ini ada di Indonesia tergantung bagaimana kita memanfaatkannya,&amp;rdquo; tegasnya.
Airlangga menuturkan, dalam memaksimalkan potensi digital ekonomi di  Tanah Air, Kemenperin juga mendorong startup atau perusahaan rintisan  agar mereka mampu mengembangkan Industri Kecil Menengah (IKM) di Tanah  Air.

Merujuk pada laporan Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi  dan Komunikasi Indonesia (MIKTI), dalam Mapping &amp;amp; Database Startup  Indonesia 2018, bahwa jumlah startup di Indonesia pada tahun 2018  mencapai 992 startup. Dari jumlah tersebut, tidak sedikit yang merupakan  technology provider menghasilkan teknologi digital aplikatif dan  solutif bagi Industri Kecil Menengah (IKM).

&amp;ldquo;Tentunya startup tersebut akan bisa dimanfaatkan di lini manajerial,  produksi, maupun pemasaran. Karena itu, keberadaan startup menjadi hal  penting dalam akselerasi transformasi digital IKM melalui penerapan  teknologi digital hasil inovasi startup teknologi,&amp;rdquo; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya memaksimalkan potensi dari penerapan ekonomi digital pada era industri 4.0. Indonesia dinilai memiliki sumber daya yang penting untuk pengembangan ekosistem ekonomi digital, sehingga pemerintah terus memberikan dukungan melalui berbagai kebijakan strategis.

&amp;ldquo;Indonesia memiliki lebih dari 60 juta masyarakat yang memiliki smartphone. Dengan resources ini, tidaklah heran kalau dalam waktu cepat Indonesia sudah punya empat unicorn, dan menjadi terbanyak di ASEAN. Kami optimistis sampai dengan 2024 akan lahir dua unicorn lagi di Indonesia,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (6/10/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Waktu Produktif dan Jam Tidur Milenial vs Orangtua 
Menperin menyebutkan, melalui penerapan ekonomi digital, diproyeksi mampu mendorong peningkatan pada pertumbuhan ekonomi hingga 1-2%, penyerapan tenaga kerja lebih dari 10 juta orang, dan kontribusi industri manufaktur sebesar 25% terhadap PDB nasional. Hal ini sesuai dengan target yang terdapat dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

Airlangga mengungkapkan, berdasarkan studi Mckinsey, didorongnya ekonomi digital, Indonesia akan membutuhkan 17 juta tenaga kerja yang melek digital, dengan komposisi 30% di industri manufaktur dan 70% di industri penunjang. Sehingga, nantinya mendorong tambahan ekonomi sebesar USD150 miliar kepada ekonomi Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Keuntungan Industri ASEAN Akan Naik USD147 Miliar jika Terapkan 5G
&amp;ldquo;Inilah yang didorong agar kesempatan sebesar USD150 dalam bentuk ekonomi digital itu dimanfaatkan oleh tenaga kerja dan masyarakat Indonesia. Bisnis ini ada di Indonesia tergantung bagaimana kita memanfaatkannya,&amp;rdquo; tegasnya.
Airlangga menuturkan, dalam memaksimalkan potensi digital ekonomi di  Tanah Air, Kemenperin juga mendorong startup atau perusahaan rintisan  agar mereka mampu mengembangkan Industri Kecil Menengah (IKM) di Tanah  Air.

Merujuk pada laporan Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi  dan Komunikasi Indonesia (MIKTI), dalam Mapping &amp;amp; Database Startup  Indonesia 2018, bahwa jumlah startup di Indonesia pada tahun 2018  mencapai 992 startup. Dari jumlah tersebut, tidak sedikit yang merupakan  technology provider menghasilkan teknologi digital aplikatif dan  solutif bagi Industri Kecil Menengah (IKM).

&amp;ldquo;Tentunya startup tersebut akan bisa dimanfaatkan di lini manajerial,  produksi, maupun pemasaran. Karena itu, keberadaan startup menjadi hal  penting dalam akselerasi transformasi digital IKM melalui penerapan  teknologi digital hasil inovasi startup teknologi,&amp;rdquo; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
