<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rudiantara Ingin Teknologi Dimanfaatkan untuk Kembangkan Produktivitas di Dunia Digital</title><description>Menteri Komunikasi dan informasi Rudiantara mengatakan literasi digital sangat penting.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/06/320/2113496/rudiantara-ingin-teknologi-dimanfaatkan-untuk-kembangkan-produktivitas-di-dunia-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/06/320/2113496/rudiantara-ingin-teknologi-dimanfaatkan-untuk-kembangkan-produktivitas-di-dunia-digital"/><item><title>Rudiantara Ingin Teknologi Dimanfaatkan untuk Kembangkan Produktivitas di Dunia Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/06/320/2113496/rudiantara-ingin-teknologi-dimanfaatkan-untuk-kembangkan-produktivitas-di-dunia-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/06/320/2113496/rudiantara-ingin-teknologi-dimanfaatkan-untuk-kembangkan-produktivitas-di-dunia-digital</guid><pubDate>Minggu 06 Oktober 2019 15:35 WIB</pubDate><dc:creator>Delia Citra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/06/320/2113496/rudiantara-ingin-teknologi-dimanfaatkan-untuk-kembangkan-produktivitas-di-dunia-digital-EzBrihCZb1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkominfo Rudiantara (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/06/320/2113496/rudiantara-ingin-teknologi-dimanfaatkan-untuk-kembangkan-produktivitas-di-dunia-digital-EzBrihCZb1.jpg</image><title>Menkominfo Rudiantara (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Komunikasi dan informasi Rudiantara mengatakan literasi digital sangat penting. Apalagi di era digital yang memudahkan masyarakat berinteraksi.

&quot;Literasi digital sangat penting, karena tingkat pengetahuan masyarakat masih belum baik. Pasalnya, era digital ini sangat cepat dan sulit dibendung informasinya,&quot; ungkap Menkominfo Rudiantara dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (6/10/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menperin: Digital Akan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 2%
Rudiantara mengatakan, hidup di era digital memudahkan kita untuk mendapatkan, berbagi, hingga mengolah berbagai informasi. Meskipun memudahkan kita dalam berinteraksi satu sama lain akibat mudahnya arus informasi di era digital, membuat banyak pihak harus menghadapi berbagai tantangan yang muncul di era ini.
&amp;nbsp;
Rudiantara mengatakan, rentannya penyebaran konten negatif melalui internet berupa hoax, cyberbullying, dan online radicalism. Untuk itulah Siberkreasi muncul sebagai gerakan nasional berupaya untuk menanggulangi hal-hal tersebut dengan melakukan literasi digital.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Keuntungan Industri ASEAN Akan Naik USD147 Miliar jika Terapkan 5G
&quot;Melalui Siberkreasi, kita mendorong netizen Indonesia untuk aktif berpartisipasi dalam menyebarkan konten positif secara konsisten di dunia maya. Sehingga dengan memanfaatkan perkembangan teknologi ini kita bisa berkembang dan produktif di dunia digital,&quot; imbuhnya.

Rudiantara pun mendukung langkah Siberkreasi menyebarkan literasi digital sekaligus menjadi suatu kegiatan positif yang membuat masyarakat menjadi lebih tahu dan mengerti dalam menggunakan internet secara bertanggung jawab.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Para Menteri ASEAN Sepakat Manfaatkan Digitalisasi Perdagangan
&amp;ldquo;Berbagai macam informasi bisa kita dapatkan di media sosial, baik yang positif maupun yang negatif. Untuk itu dibutuhkan literasi digital agar masyarakat luas mampu memilih dan memilah konten serta memerangi info hoak, hate speech dan berita negatif lainnya,&amp;rdquo; ujarnya.
Oleh sebab itu, perlu adanya Gerakan Nasional Literasi Digital  Siberkreasi yang merupakan gerakan sinergis yang mendorong pengguna  internet (netizen) di Indonesia dalam menggunakan internet secara lebih  bijak dan bertanggung jawab. Gerakan ini merupakan inisiatif  multistakeholders yang terdiri dari kementerian, akademisi, komunitas,  media dan juga private sector. Selain itu, Siberkreasi ini memberikan  pemahaman baru tentang literasi digital yang dirasa masih kurang  dimengerti masyarakat.

Netizen Pintar

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, staf khusus Presiden bidang  komunikasi Adita Irawati mengatakan, diperlukan netizen yang pintar  yang bisa menyebarkan informasi yang berdasarkan fakta yang akurat dan  terverifikasi. &quot;Netizen pintar adalah individu yang mampu menyaring  sebaran informasi dan melakukan cek-ricek untuk informasi yang ada  sebelum dibagikan. Atau tidak perlu sama sekali dibagikan,&quot; ujar Adita.

Lebih jauh Adita menegaskan, sebagai staf khusus Presiden bidang  komunikasi, pihaknya membuat konten informatif  melalui konsep dan  visualisasi yang optimal, sehingga menjangkau target yang hendak dituju.  &quot;Kami berupaya untuk memilah mana konten yang layak untuk disebarkan  dan mana yang tidak secara selektif. Tujuannya menghindari  miskomunikasia dan segala yang bisa digeneralisir ke arah negatif,&quot;  ungkap Adita.

Siberkreasi Netizen Fair 2019 kali ini mengangkat tema &amp;ldquo;Creator  Generation&amp;rdquo;, mengajak anak bangsa khususnya generasi muda lebih bebas  menuangkan dalam berekspresi serta mendorong anak muda agar mampu  memanfaatkan teknologi dengan memproduksi konten positif yang bisa  berguna bagi banyak orang. Setelah dua tahun sejak diluncurkan pada  27-29 Oktober 2017 di Jakarta, Siberkreasi telah berhasil mewadahi 103  lembaga/komunitas dari berbagai unsur, menjangkau 442 lokasi dengan  lebih dari 200.000 peserta aktif dan bersinergi dengan lebih dari 12.000  relawan lokal seperti Relawan TIK Indonesia dan Pandu Digital.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Komunikasi dan informasi Rudiantara mengatakan literasi digital sangat penting. Apalagi di era digital yang memudahkan masyarakat berinteraksi.

&quot;Literasi digital sangat penting, karena tingkat pengetahuan masyarakat masih belum baik. Pasalnya, era digital ini sangat cepat dan sulit dibendung informasinya,&quot; ungkap Menkominfo Rudiantara dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (6/10/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menperin: Digital Akan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 2%
Rudiantara mengatakan, hidup di era digital memudahkan kita untuk mendapatkan, berbagi, hingga mengolah berbagai informasi. Meskipun memudahkan kita dalam berinteraksi satu sama lain akibat mudahnya arus informasi di era digital, membuat banyak pihak harus menghadapi berbagai tantangan yang muncul di era ini.
&amp;nbsp;
Rudiantara mengatakan, rentannya penyebaran konten negatif melalui internet berupa hoax, cyberbullying, dan online radicalism. Untuk itulah Siberkreasi muncul sebagai gerakan nasional berupaya untuk menanggulangi hal-hal tersebut dengan melakukan literasi digital.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Keuntungan Industri ASEAN Akan Naik USD147 Miliar jika Terapkan 5G
&quot;Melalui Siberkreasi, kita mendorong netizen Indonesia untuk aktif berpartisipasi dalam menyebarkan konten positif secara konsisten di dunia maya. Sehingga dengan memanfaatkan perkembangan teknologi ini kita bisa berkembang dan produktif di dunia digital,&quot; imbuhnya.

Rudiantara pun mendukung langkah Siberkreasi menyebarkan literasi digital sekaligus menjadi suatu kegiatan positif yang membuat masyarakat menjadi lebih tahu dan mengerti dalam menggunakan internet secara bertanggung jawab.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Para Menteri ASEAN Sepakat Manfaatkan Digitalisasi Perdagangan
&amp;ldquo;Berbagai macam informasi bisa kita dapatkan di media sosial, baik yang positif maupun yang negatif. Untuk itu dibutuhkan literasi digital agar masyarakat luas mampu memilih dan memilah konten serta memerangi info hoak, hate speech dan berita negatif lainnya,&amp;rdquo; ujarnya.
Oleh sebab itu, perlu adanya Gerakan Nasional Literasi Digital  Siberkreasi yang merupakan gerakan sinergis yang mendorong pengguna  internet (netizen) di Indonesia dalam menggunakan internet secara lebih  bijak dan bertanggung jawab. Gerakan ini merupakan inisiatif  multistakeholders yang terdiri dari kementerian, akademisi, komunitas,  media dan juga private sector. Selain itu, Siberkreasi ini memberikan  pemahaman baru tentang literasi digital yang dirasa masih kurang  dimengerti masyarakat.

Netizen Pintar

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, staf khusus Presiden bidang  komunikasi Adita Irawati mengatakan, diperlukan netizen yang pintar  yang bisa menyebarkan informasi yang berdasarkan fakta yang akurat dan  terverifikasi. &quot;Netizen pintar adalah individu yang mampu menyaring  sebaran informasi dan melakukan cek-ricek untuk informasi yang ada  sebelum dibagikan. Atau tidak perlu sama sekali dibagikan,&quot; ujar Adita.

Lebih jauh Adita menegaskan, sebagai staf khusus Presiden bidang  komunikasi, pihaknya membuat konten informatif  melalui konsep dan  visualisasi yang optimal, sehingga menjangkau target yang hendak dituju.  &quot;Kami berupaya untuk memilah mana konten yang layak untuk disebarkan  dan mana yang tidak secara selektif. Tujuannya menghindari  miskomunikasia dan segala yang bisa digeneralisir ke arah negatif,&quot;  ungkap Adita.

Siberkreasi Netizen Fair 2019 kali ini mengangkat tema &amp;ldquo;Creator  Generation&amp;rdquo;, mengajak anak bangsa khususnya generasi muda lebih bebas  menuangkan dalam berekspresi serta mendorong anak muda agar mampu  memanfaatkan teknologi dengan memproduksi konten positif yang bisa  berguna bagi banyak orang. Setelah dua tahun sejak diluncurkan pada  27-29 Oktober 2017 di Jakarta, Siberkreasi telah berhasil mewadahi 103  lembaga/komunitas dari berbagai unsur, menjangkau 442 lokasi dengan  lebih dari 200.000 peserta aktif dan bersinergi dengan lebih dari 12.000  relawan lokal seperti Relawan TIK Indonesia dan Pandu Digital.</content:encoded></item></channel></rss>
