<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>31 Perusahaan Bakal IPO, Salah Satunya Raksasa Sektor Konsumer</title><description>BEI mencatatkan ada 31 perusahaan yang bakal tercatat di bursa melalui  penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/07/278/2113769/31-perusahaan-bakal-ipo-salah-satunya-raksasa-sektor-konsumer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/07/278/2113769/31-perusahaan-bakal-ipo-salah-satunya-raksasa-sektor-konsumer"/><item><title>31 Perusahaan Bakal IPO, Salah Satunya Raksasa Sektor Konsumer</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/07/278/2113769/31-perusahaan-bakal-ipo-salah-satunya-raksasa-sektor-konsumer</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/07/278/2113769/31-perusahaan-bakal-ipo-salah-satunya-raksasa-sektor-konsumer</guid><pubDate>Senin 07 Oktober 2019 12:33 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/07/278/2113769/31-perusahaan-bakal-ipo-salah-satunya-raksasa-sektor-konsumer-B9bu0vbn1w.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/07/278/2113769/31-perusahaan-bakal-ipo-salah-satunya-raksasa-sektor-konsumer-B9bu0vbn1w.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan ada 31 perusahaan yang bakal tercatat di bursa melalui penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Salah satunya bahkan disebut 'perusahaan besar' sebab sahamnya yang dapat ditawarkan ke investor Amerika Serikat (AS) atau luar AS.
Baca Juga: Produsen Motor Listrik Melantai di BEI, Sahamnya Bakal Laris Manis?
&amp;ldquo;Nah, ada satu yang Reg S/144A, sektornya consumer goods,&quot; ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna di Gedung BEI, Jakarta, Senin (7/10/2019).
Untuk diketahui, Reg S/144A merupakan aturan penawaran internasional (international offering) yang mana saham IPO dapat ditawarkan kepada investor dari Amerika Serikat maupun luar AS.
&amp;nbsp;
Oleh sebab itu, calon emiten baru yang bergerak di bisnis penyediaan barang-barang kebutuhan sehari-hari tersebut, dapat dikatakan perusahaan besar karena cakupan investornya yang juga lebih luas.
&quot;Namanya (perusahaan) belum bisa saya sebutkan dulu karena dari sisi peraturan ketika ditawarkan di bursa luar negeri kami juga harus mengikuti aturan di sana,&amp;rdquo; ujar Nyoman.
Baca Juga: Indonesia Masuk Peringkat ke-10 Pasar IPO Global
Dia menyatakan, target hingga akhir tahun sebanyak 70 emiten tercatat di BEI. Sementara, secara keseluruhan total perusahaan di bursa yang telah tercatat sebanyak 653 emiten.
&quot;Jadi yang sudah kita pegang 31 perusahaan yang masih di pipeline dan sudah 39 yang tercatat,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan ada 31 perusahaan yang bakal tercatat di bursa melalui penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Salah satunya bahkan disebut 'perusahaan besar' sebab sahamnya yang dapat ditawarkan ke investor Amerika Serikat (AS) atau luar AS.
Baca Juga: Produsen Motor Listrik Melantai di BEI, Sahamnya Bakal Laris Manis?
&amp;ldquo;Nah, ada satu yang Reg S/144A, sektornya consumer goods,&quot; ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna di Gedung BEI, Jakarta, Senin (7/10/2019).
Untuk diketahui, Reg S/144A merupakan aturan penawaran internasional (international offering) yang mana saham IPO dapat ditawarkan kepada investor dari Amerika Serikat maupun luar AS.
&amp;nbsp;
Oleh sebab itu, calon emiten baru yang bergerak di bisnis penyediaan barang-barang kebutuhan sehari-hari tersebut, dapat dikatakan perusahaan besar karena cakupan investornya yang juga lebih luas.
&quot;Namanya (perusahaan) belum bisa saya sebutkan dulu karena dari sisi peraturan ketika ditawarkan di bursa luar negeri kami juga harus mengikuti aturan di sana,&amp;rdquo; ujar Nyoman.
Baca Juga: Indonesia Masuk Peringkat ke-10 Pasar IPO Global
Dia menyatakan, target hingga akhir tahun sebanyak 70 emiten tercatat di BEI. Sementara, secara keseluruhan total perusahaan di bursa yang telah tercatat sebanyak 653 emiten.
&quot;Jadi yang sudah kita pegang 31 perusahaan yang masih di pipeline dan sudah 39 yang tercatat,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
