<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fakta Deflasi September 0,27%, Pemicunya Harga Pangan Turun</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2019 terjadi deflasi sebesar 0,27%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/07/320/2113044/fakta-deflasi-september-0-27-pemicunya-harga-pangan-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/07/320/2113044/fakta-deflasi-september-0-27-pemicunya-harga-pangan-turun"/><item><title>Fakta Deflasi September 0,27%, Pemicunya Harga Pangan Turun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/07/320/2113044/fakta-deflasi-september-0-27-pemicunya-harga-pangan-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/07/320/2113044/fakta-deflasi-september-0-27-pemicunya-harga-pangan-turun</guid><pubDate>Senin 07 Oktober 2019 07:33 WIB</pubDate><dc:creator>Rizqa Leony Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/04/320/2113044/fakta-deflasi-september-0-27-pemicunya-harga-pangan-turun-Spsi3b63y8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/04/320/2113044/fakta-deflasi-september-0-27-pemicunya-harga-pangan-turun-Spsi3b63y8.jpg</image><title>Inflasi (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2019 terjadi deflasi sebesar 0,27% (month to month/mtm). Dengan demikian maka angka inflasi tahunan kalender Januari sampai September 2019 yakni 2,2%.
Sedangkan inflasi dari tahun ke tahun adalah sebesar 3,39% (year on year/yoy). Berikut fakta-fakta mengenai deflasi 0,27% pada September 2019 seperti dirangkum Okezone:
Baca juga: Menko Darmin Pede Inflasi Terjaga hingga Akhir Tahun
1.Masih Bisa Terkendali
Dari 82 Kota di Indonesia, lanjutnya, terdapat 70 kota alami deflasi. Sedangkan 12 kota masih mengalami inflasi. Inflasi pada bulan September 2019 masih terkendali. Diharapkan inflasi berikutnya pun tetap dapat terkendali.
Adapun, lanjutnya, deflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,94% dan terendah di Surabaya sebesar 0,02%. Sebaliknya, inflasi tertinggi terjadi di Mehlabouh sebesar 0,91% dan terendah di Watampone sebesar 0,01%.
Baca juga: Deflasi September 0,27%, Sri Mulyani Yakin Target Inflasi 2019 Tercapai
2. Berdampak Pada Harga Komoditas Pangan
Deflasi memberikan dampak yang cukup terhadap harga sebagian besar komoditas pangan. Dia menyebutkan, harga komoditas pangan yang cenderung turun yakni cabai merah sebesar 26,4%, beras 0,1%, daging ayam 4,0%, bawang merah 18,2%, telur ayam 3,7%, cabai rawit 14,0%, bawang putih 5,9%, daging sapi 0,3%, dan gula pasir 0,6%.
3. Dinilai Sudah Bagus
Menteri bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan untuk  bulan-bulan seperti September ini memang biasanya inflasi rendah atau  deflasi.
&quot;Pada tahun lalu itu juga deflasi. Jadi, artinya bagus karena sebenarnya untuk pangan masih agak tinggi,&quot; ujar dia.
Sehingga, lanjut dia terjadi deflasi terutama pangan. &quot;Hal tersebut  yang membuat inflasi kita benar-benar ada di dalam range yang kita  perkirakan,&quot; tutur dia.
Baca juga: BPS Catat Deflasi 0,27%, BI: Inflasi 2019 Terjaga
4. Inflasi Inti Alami Penurunan
inflasi inti melambat sehingga turut menopang terkendalinya inflasi  IHK dalam sasarannya. Inflasi inti tercatat sebesar 0,29% (mtm), lebih  rendah dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,43% (mtm). Penurunan  inflasi inti dipengaruhi melambatnya beberapa komoditas utama penyumbang  inflasi inti seperti emas perhiasan, jasa pendidikan, dan tarif sewa  rumah.
Baca juga: BPS: September 2019 Alami Deflasi Sebesar 0,27%
5. BI Jaga Stabilitas Harga
Secara tahunan, inflasi inti tercatat sebesar 3,32% (yoy), stabil  dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,30% (yoy).  Inflasi inti yang terkendali tidak terlepas dari ekspektasi inflasi yang  baik seiring dengan konsistensi kebijakan Bank Indonesia menjaga  stabilitas harga, permintaan agregat yang terkelola baik, nilai tukar  yang bergerak sesuai dengan fundamentalnya, dan pengaruh harga global  yang minimal.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2019 terjadi deflasi sebesar 0,27% (month to month/mtm). Dengan demikian maka angka inflasi tahunan kalender Januari sampai September 2019 yakni 2,2%.
Sedangkan inflasi dari tahun ke tahun adalah sebesar 3,39% (year on year/yoy). Berikut fakta-fakta mengenai deflasi 0,27% pada September 2019 seperti dirangkum Okezone:
Baca juga: Menko Darmin Pede Inflasi Terjaga hingga Akhir Tahun
1.Masih Bisa Terkendali
Dari 82 Kota di Indonesia, lanjutnya, terdapat 70 kota alami deflasi. Sedangkan 12 kota masih mengalami inflasi. Inflasi pada bulan September 2019 masih terkendali. Diharapkan inflasi berikutnya pun tetap dapat terkendali.
Adapun, lanjutnya, deflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,94% dan terendah di Surabaya sebesar 0,02%. Sebaliknya, inflasi tertinggi terjadi di Mehlabouh sebesar 0,91% dan terendah di Watampone sebesar 0,01%.
Baca juga: Deflasi September 0,27%, Sri Mulyani Yakin Target Inflasi 2019 Tercapai
2. Berdampak Pada Harga Komoditas Pangan
Deflasi memberikan dampak yang cukup terhadap harga sebagian besar komoditas pangan. Dia menyebutkan, harga komoditas pangan yang cenderung turun yakni cabai merah sebesar 26,4%, beras 0,1%, daging ayam 4,0%, bawang merah 18,2%, telur ayam 3,7%, cabai rawit 14,0%, bawang putih 5,9%, daging sapi 0,3%, dan gula pasir 0,6%.
3. Dinilai Sudah Bagus
Menteri bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan untuk  bulan-bulan seperti September ini memang biasanya inflasi rendah atau  deflasi.
&quot;Pada tahun lalu itu juga deflasi. Jadi, artinya bagus karena sebenarnya untuk pangan masih agak tinggi,&quot; ujar dia.
Sehingga, lanjut dia terjadi deflasi terutama pangan. &quot;Hal tersebut  yang membuat inflasi kita benar-benar ada di dalam range yang kita  perkirakan,&quot; tutur dia.
Baca juga: BPS Catat Deflasi 0,27%, BI: Inflasi 2019 Terjaga
4. Inflasi Inti Alami Penurunan
inflasi inti melambat sehingga turut menopang terkendalinya inflasi  IHK dalam sasarannya. Inflasi inti tercatat sebesar 0,29% (mtm), lebih  rendah dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,43% (mtm). Penurunan  inflasi inti dipengaruhi melambatnya beberapa komoditas utama penyumbang  inflasi inti seperti emas perhiasan, jasa pendidikan, dan tarif sewa  rumah.
Baca juga: BPS: September 2019 Alami Deflasi Sebesar 0,27%
5. BI Jaga Stabilitas Harga
Secara tahunan, inflasi inti tercatat sebesar 3,32% (yoy), stabil  dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,30% (yoy).  Inflasi inti yang terkendali tidak terlepas dari ekspektasi inflasi yang  baik seiring dengan konsistensi kebijakan Bank Indonesia menjaga  stabilitas harga, permintaan agregat yang terkelola baik, nilai tukar  yang bergerak sesuai dengan fundamentalnya, dan pengaruh harga global  yang minimal.</content:encoded></item></channel></rss>
