<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Malaysia Tiru Cara Menteri Susi Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan</title><description>Upaya KKP memusnahkan Kapal Ikan Asing (KIA) dengan cara ditenggelamkan dicontoh oleh negara tetangga, yakni Malaysia.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/07/320/2113681/malaysia-tiru-cara-menteri-susi-tenggelamkan-kapal-pencuri-ikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/07/320/2113681/malaysia-tiru-cara-menteri-susi-tenggelamkan-kapal-pencuri-ikan"/><item><title>   Malaysia Tiru Cara Menteri Susi Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/07/320/2113681/malaysia-tiru-cara-menteri-susi-tenggelamkan-kapal-pencuri-ikan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/07/320/2113681/malaysia-tiru-cara-menteri-susi-tenggelamkan-kapal-pencuri-ikan</guid><pubDate>Senin 07 Oktober 2019 09:34 WIB</pubDate><dc:creator>Ade Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/07/320/2113681/malaysia-tiru-cara-menteri-susi-tenggelamkan-kapal-pencuri-ikan-bWHiZJd8mr.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Malaysia Tiru Cara Susi (Foto: Instagram/Susi Pudjiastuti)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/07/320/2113681/malaysia-tiru-cara-menteri-susi-tenggelamkan-kapal-pencuri-ikan-bWHiZJd8mr.JPG</image><title>Malaysia Tiru Cara Susi (Foto: Instagram/Susi Pudjiastuti)</title></images><description>PONTIANAK - Upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memusnahkan Kapal Ikan Asing (KIA) dengan cara ditenggelamkan dicontoh oleh negara tetangga, yakni Malaysia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menteri Susi Request ke Presiden Jokowi Satgas 115 Tak Dibubarkan
Hal tersebut dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti sebelum memimpin penenggelaman 18 kapal pencuri ikan di perairan Tanjung Datu, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Minggu 6 Oktober 2019.

&quot;(Negara) Malaysia sudah mengikuti jejak kita. Mereka ikut melakukan penenggelaman kapal terhadap pelaku tindak pidana pencurian ikan di wilayahnya,&quot; ujar Susi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kabinet Jokowi-JK Berakhir, Menteri Susi: Ini Penenggelaman Kapal yang Terakhir
Rencana penenggelaman kapal oleh Pemerintah Malaysia, dikatakan Susi, diketahuinya saat berkunjung ke Negeri Jiran pada bulan lalu. Menteri Pertanian dan Perikanan Malaysia, kata Susi, menyatakan juga akan melakukan penenggelaman kapal.

Dia mengatakan, penenggelaman kapal ini selain menunjukkan kedaulatan negara dan menegaskan komitmen terhadap penegakan hukum kasus illegal fishing, juga untuk membuat efek jera.
&amp;nbsp;Maka, pelelangan kapal asing yang telah mempunyai kekuatan hukum atau  inkrah bukanlah jalan keluar yang ideal. Susi mengumpamakan, jika  dilelang Rp2 miliar, hal itu akan mudah dibeli kembali oleh sindikat  mereka.

&quot;Nilai lelangnya kecil bagi mereka. Sementara kapal asing biasanya  berombongan berlayar untuk menangkap ikan kita. Tiap trip rombongan,  mereka mendapatkan hasil tangkap ilegal senilai Rp10 miliar per kapal,&quot;  paparnya.
&amp;nbsp;
Maka dari itu, menurutnya, penenggelaman kapal asing ini sangat  berpengaruh terhadap nilai ekspor ikan Indonesia. Tidak hanya itu, nilai  tukar nelayan pun akan naik. Karena potensi ikan di Indonesia sangat  besar, sehingga sumber daya ini sangat penting dijaga agar lestari.

Hal inilah yang juga mendasari pemerintah mengeluarkan regulasi  terkait alat tangkap nelayan serta untuk mempertahankan kekayaan alam  Indonesia. &quot;Ikan merupakan potensi sumber daya alam yang dapat  diperbaharui. Berbeda dengan potensi sumber daya alam yang lainnya,&quot;  terang dia.</description><content:encoded>PONTIANAK - Upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memusnahkan Kapal Ikan Asing (KIA) dengan cara ditenggelamkan dicontoh oleh negara tetangga, yakni Malaysia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menteri Susi Request ke Presiden Jokowi Satgas 115 Tak Dibubarkan
Hal tersebut dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti sebelum memimpin penenggelaman 18 kapal pencuri ikan di perairan Tanjung Datu, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Minggu 6 Oktober 2019.

&quot;(Negara) Malaysia sudah mengikuti jejak kita. Mereka ikut melakukan penenggelaman kapal terhadap pelaku tindak pidana pencurian ikan di wilayahnya,&quot; ujar Susi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kabinet Jokowi-JK Berakhir, Menteri Susi: Ini Penenggelaman Kapal yang Terakhir
Rencana penenggelaman kapal oleh Pemerintah Malaysia, dikatakan Susi, diketahuinya saat berkunjung ke Negeri Jiran pada bulan lalu. Menteri Pertanian dan Perikanan Malaysia, kata Susi, menyatakan juga akan melakukan penenggelaman kapal.

Dia mengatakan, penenggelaman kapal ini selain menunjukkan kedaulatan negara dan menegaskan komitmen terhadap penegakan hukum kasus illegal fishing, juga untuk membuat efek jera.
&amp;nbsp;Maka, pelelangan kapal asing yang telah mempunyai kekuatan hukum atau  inkrah bukanlah jalan keluar yang ideal. Susi mengumpamakan, jika  dilelang Rp2 miliar, hal itu akan mudah dibeli kembali oleh sindikat  mereka.

&quot;Nilai lelangnya kecil bagi mereka. Sementara kapal asing biasanya  berombongan berlayar untuk menangkap ikan kita. Tiap trip rombongan,  mereka mendapatkan hasil tangkap ilegal senilai Rp10 miliar per kapal,&quot;  paparnya.
&amp;nbsp;
Maka dari itu, menurutnya, penenggelaman kapal asing ini sangat  berpengaruh terhadap nilai ekspor ikan Indonesia. Tidak hanya itu, nilai  tukar nelayan pun akan naik. Karena potensi ikan di Indonesia sangat  besar, sehingga sumber daya ini sangat penting dijaga agar lestari.

Hal inilah yang juga mendasari pemerintah mengeluarkan regulasi  terkait alat tangkap nelayan serta untuk mempertahankan kekayaan alam  Indonesia. &quot;Ikan merupakan potensi sumber daya alam yang dapat  diperbaharui. Berbeda dengan potensi sumber daya alam yang lainnya,&quot;  terang dia.</content:encoded></item></channel></rss>
