<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pebisnis Rugi akibat Demo Hong Kong, Li Ka-shing Gelontorkan Rp1,8 Triliun</title><description>Orang terkaya Hong Kong Li Ka-shing memberikan satu miliar dolar Hong Kong (USD128 juta) atau setara Rp1,80 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/07/320/2113775/pebisnis-rugi-akibat-demo-hong-kong-li-ka-shing-gelontorkan-rp1-8-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/07/320/2113775/pebisnis-rugi-akibat-demo-hong-kong-li-ka-shing-gelontorkan-rp1-8-triliun"/><item><title>Pebisnis Rugi akibat Demo Hong Kong, Li Ka-shing Gelontorkan Rp1,8 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/07/320/2113775/pebisnis-rugi-akibat-demo-hong-kong-li-ka-shing-gelontorkan-rp1-8-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/07/320/2113775/pebisnis-rugi-akibat-demo-hong-kong-li-ka-shing-gelontorkan-rp1-8-triliun</guid><pubDate>Senin 07 Oktober 2019 14:14 WIB</pubDate><dc:creator>Rizqa Leony Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/07/320/2113775/pebisnis-rugi-akibat-demo-hong-kong-li-ka-shing-gelontorkan-rp1-8-triliun-jDqYvwiIAz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Li Ka-Shing (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/07/320/2113775/pebisnis-rugi-akibat-demo-hong-kong-li-ka-shing-gelontorkan-rp1-8-triliun-jDqYvwiIAz.jpg</image><title>Foto: Li Ka-Shing (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Orang terkaya Hong Kong Li Ka-shing memberikan satu miliar dolar Hong Kong (USD128 juta) atau setara Rp1,80 triliun dengan kurs Rp14.100 per USD kepada sejumlah bisnis di Hong Kong. Hal ini dilakukan setelah banyak sekali perusahaan kecil yang mengalami kerugian akibat protes pro-demokrasi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Li Ka-shing, Orang Terkaya Hong Kong 21 Tahun Berturut-turut
Melansir CNN, Jakarta, Senin (7/10/2019), miliarder berusia 91 tahun itu berharap sumbangan itu akan membantu perusahaan kecil dan menengah melalui masa-masa sulitnya.

&quot;Ekonomi global sedang melambat. Ditambah lagi, ekonomi Hong Kong menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya,&quot; ujarnya dalam sebuah pernyataan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Demo Hong Kong, Harta Li Ka-shing dan 9 Miliarder Lainnya Hilang Rp214 Triliun
Donasi Ka-shing dimaksudkan untuk melengkapi langkah-langkah pemerintah yang baru diumumkan untuk mengalokasikan dua miliar dolar Hong Kong (USD255 juta) untuk mendukung perusahaan kecil.

Secara keseluruhan, pemerintah telah memompa miliaran dolar untuk perekonomian negara dalam upaya untuk mencegah resesi. Hal ini masih disebabkan karena krisis politik yang mengganggu bisnis. Tak terkecuali ritel dan layanan lainnya.

&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/18/55421/280679_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Ekonomi yang goyah juga menambah daftar penderitaan akibat  perlambatan China dan perang dagang. Rincian lebih lanjut tentang  bagaimana uang yayasan miliknya akan digunakan sedang menunggu diskusi  dengan pemerintah.

Li dan konglomerat real estate lainnya pun terkena dampaknya  menghadapi tekanan dari China atas protes tersebut. Sayangnya,  organisasi media yang dikelola pemerintah justru mengkritik pengembang  properti kota dan menyalahkan mereka karena kenaikan harga rumah.

&quot;Harga rumah yang melonjak adalah penyebab penyakit kekacauan sosial  Hong Kong,&quot; tulis Xinhua News Agency milik negara dalam komentar yang  dipublikasikan bulan lalu. Xinhua meminta kota itu untuk mengambil  kembali tanah dari pengembang dan menawarkan perumahan yang lebih  terjangkau sebagai cara meredakan kemarahan publik.

&quot;Sudah waktunya bagi para pengembang Hong Kong untuk menunjukkan niat  terbaik mereka,&quot; tulis People's Daily, surat kabar resmi Partai  Komunis, dalam komentar terpisah bulan lalu. Artikel itu mendesak para  pengembang Hong Kong untuk memberikan tanah mereka yang belum  dikembangkan kepada pemerintah.

&quot;Ini adalah satu-satunya cara untuk bertanggung jawab atas masa depan  Hong Kong, serta untuk memberi orang muda jalan keluar,&quot; kata surat  kabar itu.

Li pada waktu itu mengatakan dia berharap bahwa mereka yang berkuasa  dapat memberi orang muda 'jalan keluar' dari kekacauan politik.

Sementara itu, satu pengembang lainnya, New World Development  (NDVLY), baru-baru ini juga mengatakan akan menyumbangkan hingga 3 juta  kaki persegi dari cadangan tanahnya untuk perumahan umum.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/01/18/55421/280683_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;



</description><content:encoded>JAKARTA - Orang terkaya Hong Kong Li Ka-shing memberikan satu miliar dolar Hong Kong (USD128 juta) atau setara Rp1,80 triliun dengan kurs Rp14.100 per USD kepada sejumlah bisnis di Hong Kong. Hal ini dilakukan setelah banyak sekali perusahaan kecil yang mengalami kerugian akibat protes pro-demokrasi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Li Ka-shing, Orang Terkaya Hong Kong 21 Tahun Berturut-turut
Melansir CNN, Jakarta, Senin (7/10/2019), miliarder berusia 91 tahun itu berharap sumbangan itu akan membantu perusahaan kecil dan menengah melalui masa-masa sulitnya.

&quot;Ekonomi global sedang melambat. Ditambah lagi, ekonomi Hong Kong menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya,&quot; ujarnya dalam sebuah pernyataan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Demo Hong Kong, Harta Li Ka-shing dan 9 Miliarder Lainnya Hilang Rp214 Triliun
Donasi Ka-shing dimaksudkan untuk melengkapi langkah-langkah pemerintah yang baru diumumkan untuk mengalokasikan dua miliar dolar Hong Kong (USD255 juta) untuk mendukung perusahaan kecil.

Secara keseluruhan, pemerintah telah memompa miliaran dolar untuk perekonomian negara dalam upaya untuk mencegah resesi. Hal ini masih disebabkan karena krisis politik yang mengganggu bisnis. Tak terkecuali ritel dan layanan lainnya.

&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/18/55421/280679_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Ekonomi yang goyah juga menambah daftar penderitaan akibat  perlambatan China dan perang dagang. Rincian lebih lanjut tentang  bagaimana uang yayasan miliknya akan digunakan sedang menunggu diskusi  dengan pemerintah.

Li dan konglomerat real estate lainnya pun terkena dampaknya  menghadapi tekanan dari China atas protes tersebut. Sayangnya,  organisasi media yang dikelola pemerintah justru mengkritik pengembang  properti kota dan menyalahkan mereka karena kenaikan harga rumah.

&quot;Harga rumah yang melonjak adalah penyebab penyakit kekacauan sosial  Hong Kong,&quot; tulis Xinhua News Agency milik negara dalam komentar yang  dipublikasikan bulan lalu. Xinhua meminta kota itu untuk mengambil  kembali tanah dari pengembang dan menawarkan perumahan yang lebih  terjangkau sebagai cara meredakan kemarahan publik.

&quot;Sudah waktunya bagi para pengembang Hong Kong untuk menunjukkan niat  terbaik mereka,&quot; tulis People's Daily, surat kabar resmi Partai  Komunis, dalam komentar terpisah bulan lalu. Artikel itu mendesak para  pengembang Hong Kong untuk memberikan tanah mereka yang belum  dikembangkan kepada pemerintah.

&quot;Ini adalah satu-satunya cara untuk bertanggung jawab atas masa depan  Hong Kong, serta untuk memberi orang muda jalan keluar,&quot; kata surat  kabar itu.

Li pada waktu itu mengatakan dia berharap bahwa mereka yang berkuasa  dapat memberi orang muda 'jalan keluar' dari kekacauan politik.

Sementara itu, satu pengembang lainnya, New World Development  (NDVLY), baru-baru ini juga mengatakan akan menyumbangkan hingga 3 juta  kaki persegi dari cadangan tanahnya untuk perumahan umum.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/01/18/55421/280683_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;



</content:encoded></item></channel></rss>
