<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Susi Lepas Ekspor 15.000 Kg Gurita ke Jepang      </title><description>Susi Pudjiastuti bersama Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) melakukan pelepasan ekspor gurita ke Jepang</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/07/320/2113840/menteri-susi-lepas-ekspor-15-000-kg-gurita-ke-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/07/320/2113840/menteri-susi-lepas-ekspor-15-000-kg-gurita-ke-jepang"/><item><title>Menteri Susi Lepas Ekspor 15.000 Kg Gurita ke Jepang      </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/07/320/2113840/menteri-susi-lepas-ekspor-15-000-kg-gurita-ke-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/07/320/2113840/menteri-susi-lepas-ekspor-15-000-kg-gurita-ke-jepang</guid><pubDate>Senin 07 Oktober 2019 14:26 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/07/320/2113840/menteri-susi-lepas-ekspor-15-000-kg-gurita-ke-jepang-nP510fST4M.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri KKP Susi Pudjiastuti Lepas Ekspor Gurita ke Jepang. (Foto: Okezone.com/Dok. Perindo))</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/07/320/2113840/menteri-susi-lepas-ekspor-15-000-kg-gurita-ke-jepang-nP510fST4M.jpg</image><title>Menteri KKP Susi Pudjiastuti Lepas Ekspor Gurita ke Jepang. (Foto: Okezone.com/Dok. Perindo))</title></images><description>NATUNA &amp;ndash;  Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) melakukan pelepasan ekspor gurita ke Jepang, dari Natuna. Komoditas ekspor sebanyak 15.000 kg Gurita (Callistoctopus Ornatus) merupakan bahan baku dari perairan Natuna dan sekitarnya, dilakukan dari Unit Pengolahan Ikan (UPI) Selat Lampa, Natuna yang dikelola Perum Perindo.
UPI itu sendiri merupakan bagian dari program Kementerian Kelautan &amp;amp; Perikanan (KKP) yang membangun Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Natuna. Oleh KKP, UPI tersebut diserahkan ke Pemkab Natuna. Lalu, Pemkab Natuna menggandeng Perum Perindo untuk mengelola UPI tersebut.
Baca Juga: Ekspor Nikel Dilarang, Apa Dampaknya ke Neraca Dagang?
&amp;ldquo;Ekspor ini tindaklanjut realisasi signing dengan perusahaan Jepang Nomura Trading Co.,LTD dari partisipasi kami di pameran Japan International Seafood and Technology Expo (JISTE) Agustus 2019 lalu di Jepang, &amp;rdquo; kata Plt Direktur Utama Perum Perindo Farida Mokodompit, dalam keterangannya, Senin (7/10/2019).
Produk Perikanan Indonesia jenis gurita juga diminati pasar Internasional seperti Jepang, dan bahan baku yang kami ekspor merupakan serapan 100% dari Nelayan Indonesia, tambah Farida.

Sementara itu, Direktur Keuangan Perum Perindo Arief Goentoro memprediksi permintaan ekspor gurita kian meningkat mengikuti musim puncak mulai Oktober hingga akhir tahun bahkan sampai dengan Januari 2020.
Baca Juga: Begini Untung Rugi Pelarangan Ekspor Nikel Dipercepat
&amp;ldquo;Estimasi ekspor diperkirakan hingga 2 - 4 kontainer perbulannya, dengan komoditas sebanyak  15.000 kg untuk satu Kontainer dan prediksi nilai revenue yang dicapai hingga kisaran 1 Milyar/kontainer atau  72.000/kg tiap satuan gurita &quot; kata Arief.
Ekspor tersebut, lanjut dia, tercatat memang sebagai ekspor perdana  sejak pembangunan SKPT Natuna. Namun sebenarnya, sejak tahun 2017 secara  rutin produk olahan dari UPI Natuna diekspor ke Singapura, melalui  Tanjung Pinang. &quot;Selain gurita, produk dari Natuna untuk ekspor adalah  ikan-ikan dasar seperti kakap, kerapu, angoli.dan kurisi&amp;rdquo; tambahnya.
Perum Perindo terus meningkatkan ekspor perikanan Indonesia ke  Mancanegara, selain dukungan terhadap para Nelayan Indonesia, kegiatan  ekspor ini juga bagian dari upaya Perum Perindo sebagai penyumbang  Devisa sektor perikanan.
Sebelumnya, Perum Perindo telah mengekspor ikan ke beberapa negara  diantaranya Amerika Serikat, China, Negara &amp;ndash; Negara Eropa, Thailand,  Vietnam dan negara lainnya dengan beragam jenis ikan hasil dari  tangkapan Nelayan Indonesia yang merupakan mitra dari Perum Perindo.</description><content:encoded>NATUNA &amp;ndash;  Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) melakukan pelepasan ekspor gurita ke Jepang, dari Natuna. Komoditas ekspor sebanyak 15.000 kg Gurita (Callistoctopus Ornatus) merupakan bahan baku dari perairan Natuna dan sekitarnya, dilakukan dari Unit Pengolahan Ikan (UPI) Selat Lampa, Natuna yang dikelola Perum Perindo.
UPI itu sendiri merupakan bagian dari program Kementerian Kelautan &amp;amp; Perikanan (KKP) yang membangun Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Natuna. Oleh KKP, UPI tersebut diserahkan ke Pemkab Natuna. Lalu, Pemkab Natuna menggandeng Perum Perindo untuk mengelola UPI tersebut.
Baca Juga: Ekspor Nikel Dilarang, Apa Dampaknya ke Neraca Dagang?
&amp;ldquo;Ekspor ini tindaklanjut realisasi signing dengan perusahaan Jepang Nomura Trading Co.,LTD dari partisipasi kami di pameran Japan International Seafood and Technology Expo (JISTE) Agustus 2019 lalu di Jepang, &amp;rdquo; kata Plt Direktur Utama Perum Perindo Farida Mokodompit, dalam keterangannya, Senin (7/10/2019).
Produk Perikanan Indonesia jenis gurita juga diminati pasar Internasional seperti Jepang, dan bahan baku yang kami ekspor merupakan serapan 100% dari Nelayan Indonesia, tambah Farida.

Sementara itu, Direktur Keuangan Perum Perindo Arief Goentoro memprediksi permintaan ekspor gurita kian meningkat mengikuti musim puncak mulai Oktober hingga akhir tahun bahkan sampai dengan Januari 2020.
Baca Juga: Begini Untung Rugi Pelarangan Ekspor Nikel Dipercepat
&amp;ldquo;Estimasi ekspor diperkirakan hingga 2 - 4 kontainer perbulannya, dengan komoditas sebanyak  15.000 kg untuk satu Kontainer dan prediksi nilai revenue yang dicapai hingga kisaran 1 Milyar/kontainer atau  72.000/kg tiap satuan gurita &quot; kata Arief.
Ekspor tersebut, lanjut dia, tercatat memang sebagai ekspor perdana  sejak pembangunan SKPT Natuna. Namun sebenarnya, sejak tahun 2017 secara  rutin produk olahan dari UPI Natuna diekspor ke Singapura, melalui  Tanjung Pinang. &quot;Selain gurita, produk dari Natuna untuk ekspor adalah  ikan-ikan dasar seperti kakap, kerapu, angoli.dan kurisi&amp;rdquo; tambahnya.
Perum Perindo terus meningkatkan ekspor perikanan Indonesia ke  Mancanegara, selain dukungan terhadap para Nelayan Indonesia, kegiatan  ekspor ini juga bagian dari upaya Perum Perindo sebagai penyumbang  Devisa sektor perikanan.
Sebelumnya, Perum Perindo telah mengekspor ikan ke beberapa negara  diantaranya Amerika Serikat, China, Negara &amp;ndash; Negara Eropa, Thailand,  Vietnam dan negara lainnya dengan beragam jenis ikan hasil dari  tangkapan Nelayan Indonesia yang merupakan mitra dari Perum Perindo.</content:encoded></item></channel></rss>
