<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Industri Potensial RI Siap Bersaing di Global, Begini Penjelasannya</title><description>Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) merekomendasikan empat industri potensial yang perlu dikembangkan oleh Presiden Joko Widodo</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/07/320/2114011/4-industri-potensial-ri-siap-bersaing-di-global-begini-penjelasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/07/320/2114011/4-industri-potensial-ri-siap-bersaing-di-global-begini-penjelasannya"/><item><title>4 Industri Potensial RI Siap Bersaing di Global, Begini Penjelasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/07/320/2114011/4-industri-potensial-ri-siap-bersaing-di-global-begini-penjelasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/07/320/2114011/4-industri-potensial-ri-siap-bersaing-di-global-begini-penjelasannya</guid><pubDate>Senin 07 Oktober 2019 19:59 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/07/320/2114011/4-industri-potensial-ri-siap-bersaing-di-global-begini-penjelasannya-eOQfib0sDI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Industri 4.0. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/07/320/2114011/4-industri-potensial-ri-siap-bersaing-di-global-begini-penjelasannya-eOQfib0sDI.jpg</image><title>Ilustrasi Industri 4.0. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menyiapkan langkah strategis perekonomian 2020 hingga 2024 yang disebut sebagai pembangunan jangka menengah melalui percepatan berbagai bidang. Penekanan utamanya membangun struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan sumber daya alam  dan didukung sumber daya manusia berkualitas serta berdaya saing.
Untuk mendukung langkah strategis tersebut, Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) merekomendasikan empat industri potensial yang perlu dikembangkan oleh Presiden Joko Widodo.
Baca Juga: Hari Radio Nasional, Ini Daftar Penyiar dengan Bayaran Termahal
&amp;nbsp;Ketua KEIN Soetrisno Bachir mengatakan, empat sektor industri potensial yang perlu dikembangkan itu meliputi industri agro, industri maritim, industri kreatif dan digital serta industri pariwisata.
&quot;Dengan basis potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia, Indonesia mesti memiliki industri yang mampu  bersaing di tingkat global,&quot; ujar dia pada keterangan tertulisnya, Senin (7/10/2019).

Dia menjelaskan, industri-industri non-migas, demikian SB paparkan, bagaimanapun punya kontribusi yang cukup signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB). Dirinya mencatat industri non-migas menyumbang 19,86% dari total PDB dengan tingkat pertumbuhan 4,7%.
&quot;Negara-negara dengan perekonomian yang kuat di Asia (Tiongkok, Jepang, Korea Selatan)  juga ditopang sektor industri pengolahan yang berkontribusi di atas 20%,&quot; tutur dia.
Baca Juga: Erick Thohir Tak Ingin Industri Radio Mati
Berdasarkan fakta itu, lanjut dia, Indonesia yang memiliki tanah yang subur dan keanekaragaman hayati perlu upaya mendorong kegiatan agro berbasis off farm dengan beragam industri turunannya. Sementara di sektor maritim, Indonesia merupakan negara dengan garis pantai terpanjang di dunia dengan kekayaan laut yang luar biasa.&quot;Jadi, kita perlu kembangkan industri budi daya ikan laut yang bisa menjaga keberlangsungan ekspor produk hasil laut,&quot; kata dia.
Selanjutnya, untuk industri kreatif dan digital, dirinya menjelaskan,  Indonesia merupakan negara yang multikultur dan memiliki beragam  keudayaan berupa kerajinan. Di samping itu, keunggulan sumber daya  manusia milenial bersamaan dengan tumbuhnya industri digital.
&quot;Apa yang dikatakan, saya merujuk kepada laporan Google bersama  Temasek Holdings dan perusahaan konsultan bisnis global Bain &amp;amp;  Company memperkirakan ekonomi digital Asia Tenggara akan mencapai USD100  miliar atau tumbuh 39% pada tahun ini. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi  digital di kawasan mencapai USD 300 miliar pada 2025, dari sebelumnya  diperkirakan USD240 miliar,&quot; ungkap dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menyiapkan langkah strategis perekonomian 2020 hingga 2024 yang disebut sebagai pembangunan jangka menengah melalui percepatan berbagai bidang. Penekanan utamanya membangun struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan sumber daya alam  dan didukung sumber daya manusia berkualitas serta berdaya saing.
Untuk mendukung langkah strategis tersebut, Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) merekomendasikan empat industri potensial yang perlu dikembangkan oleh Presiden Joko Widodo.
Baca Juga: Hari Radio Nasional, Ini Daftar Penyiar dengan Bayaran Termahal
&amp;nbsp;Ketua KEIN Soetrisno Bachir mengatakan, empat sektor industri potensial yang perlu dikembangkan itu meliputi industri agro, industri maritim, industri kreatif dan digital serta industri pariwisata.
&quot;Dengan basis potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia, Indonesia mesti memiliki industri yang mampu  bersaing di tingkat global,&quot; ujar dia pada keterangan tertulisnya, Senin (7/10/2019).

Dia menjelaskan, industri-industri non-migas, demikian SB paparkan, bagaimanapun punya kontribusi yang cukup signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB). Dirinya mencatat industri non-migas menyumbang 19,86% dari total PDB dengan tingkat pertumbuhan 4,7%.
&quot;Negara-negara dengan perekonomian yang kuat di Asia (Tiongkok, Jepang, Korea Selatan)  juga ditopang sektor industri pengolahan yang berkontribusi di atas 20%,&quot; tutur dia.
Baca Juga: Erick Thohir Tak Ingin Industri Radio Mati
Berdasarkan fakta itu, lanjut dia, Indonesia yang memiliki tanah yang subur dan keanekaragaman hayati perlu upaya mendorong kegiatan agro berbasis off farm dengan beragam industri turunannya. Sementara di sektor maritim, Indonesia merupakan negara dengan garis pantai terpanjang di dunia dengan kekayaan laut yang luar biasa.&quot;Jadi, kita perlu kembangkan industri budi daya ikan laut yang bisa menjaga keberlangsungan ekspor produk hasil laut,&quot; kata dia.
Selanjutnya, untuk industri kreatif dan digital, dirinya menjelaskan,  Indonesia merupakan negara yang multikultur dan memiliki beragam  keudayaan berupa kerajinan. Di samping itu, keunggulan sumber daya  manusia milenial bersamaan dengan tumbuhnya industri digital.
&quot;Apa yang dikatakan, saya merujuk kepada laporan Google bersama  Temasek Holdings dan perusahaan konsultan bisnis global Bain &amp;amp;  Company memperkirakan ekonomi digital Asia Tenggara akan mencapai USD100  miliar atau tumbuh 39% pada tahun ini. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi  digital di kawasan mencapai USD 300 miliar pada 2025, dari sebelumnya  diperkirakan USD240 miliar,&quot; ungkap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
