<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Menko Luhut Dipanggil Jenderal oleh Putra Mahkota Abu Dhabi</title><description>Masih ingat kisah Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dan Presiden Joko Widodo dibuat kaget oleh Putera Mahkota Abu Dhabi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/08/320/2114176/cerita-menko-luhut-dipanggil-jenderal-oleh-putra-mahkota-abu-dhabi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/08/320/2114176/cerita-menko-luhut-dipanggil-jenderal-oleh-putra-mahkota-abu-dhabi"/><item><title>Cerita Menko Luhut Dipanggil Jenderal oleh Putra Mahkota Abu Dhabi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/08/320/2114176/cerita-menko-luhut-dipanggil-jenderal-oleh-putra-mahkota-abu-dhabi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/08/320/2114176/cerita-menko-luhut-dipanggil-jenderal-oleh-putra-mahkota-abu-dhabi</guid><pubDate>Selasa 08 Oktober 2019 11:21 WIB</pubDate><dc:creator>Rani Hardjanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/08/320/2114176/cerita-menko-luhut-dipanggil-jenderal-oleh-putra-mahkota-abu-dhabi-badspgpymW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/08/320/2114176/cerita-menko-luhut-dipanggil-jenderal-oleh-putra-mahkota-abu-dhabi-badspgpymW.jpg</image><title>Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Masih ingat kisah Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dan Presiden Joko Widodo dibuat kaget oleh Putera Mahkota Abu Dhabi yang mendadak kirim utusan bangun masjid di Solo? Kisah itu menyiratkan komitmen Abu Dhabi dalam merealisasikan investasi yang telah dibahas di Istana Bogor.
Kali ini giliran Menko Luhut yang bertolak ke Abu Dhabi. Dalam pertemuannya, Putra Mahkota Abu Dhabi sempat memanggil Menko Luhut dengan sapaan Jenderal. 'Kejutan' lain pun kembali diungkap, yaitu diskusi kepala negara yang dilakukan via aplikasi Whatsapp (WA).
Baca Juga: Pamit ke DPR, Menko Luhut: Ini Pertemuan Terakhir
Cerita ini diungkap oleh Menko Luhut melalui status Facebook Menko Luhut. Dalam postingannya Menko Luhut mengungkap pertemuannya dengan para petinggi Uni Emirat Arab (UEA). Berikut, selengkapnya seperti dikutip Selasa (8/10/2019).
&quot;Hari Minggu (29/9) saya kembali menginjakkan kaki di Jakarta setelah 2 minggu melaksanakan perjalanan dinas terpanjang selama bertugas sebagai menteri. Sebelum berangkat, saya melaporkan langsung rencana perjalanan ini kepada Presiden Joko Widodo.

&amp;ldquo;Pak Luhut akan pergi ke mana saja?&amp;rdquo;, tanya Beliau waktu itu sampai 3 kali, hingga akhirnya Pak Jokowi mengambil laptopnya dan mengetik sendiri semua jawaban saya mengenai ke mana saya akan pergi, bertemu dengan siapa, dan akan melakukan apa. Itulah Presiden yang saya kenal, selalu bekerja dengan sangat detail.
 
Saya meminta izin kepada Presiden untuk pertama-tama mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA) dalam rangka menindaklanjuti kerja sama yang sebelumnya telah disepakati oleh Presiden Joko Widodo dan (Putra Mahkota Abu Dhabi) Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyan di Istana Bogor beberapa waktu yang lalu.Kesepakatan itu menyangkut kerja sama Sovereign Wealth Fund (dana  abadi yang dikelola untuk investasi), pendidikan, pertanian, kerja sama  energi di sektor hilir dengan Pertamina, dan bantuan pendirian masjid di  Solo.
 
Di Abu Dhabi saya diterima oleh Putra Mahkota UEA tersebut. Bahkan  saya diminta duduk di sebelah Beliau untuk diperkenalkan di hadapan 300  anggota DPR mereka. Bagi saya ini adalah satu cara Beliau menunjukkan  penghormatan, bukan untuk saya, tapi untuk Indonesia.
Baca Juga: Kesan Luhut 5 Tahun Bersama Presiden Jokowi, Singgung Pidato Winter is Coming
Tidak hanya itu, saya juga selalu menerima respons yang begitu cepat  dari Beliau untuk setiap poin kerja sama yang saya laporkan.
 
&amp;ldquo;Jenderal Luhut, apa progres dari pertemuannya,&amp;rdquo; tanya Putra Mahkota  yang juga tidak segan menunjukkan hormatnya kepada saya yang lebih  senior secara jenjang karier militer. Saya kemudian menyebutkan satu  persatu progres.

Pertama mengenai SWF di mana bulan depan pihak UEA akan bertemu  dengan Menteri Keuangan RI dan PT SMI membahas skema dan peraturan yang  diperlukan.
 
&amp;ldquo;Ok, Suhail make sure ini harus jalan, saya mau akhir tahun harus  selesai,&amp;rdquo; perintahnya langsung kepada Menteri Energi dan Industri UEA.
 
&amp;ldquo;OK, done,&amp;rdquo; jawaban yang senada seperti ini juga diucapkannya untuk poin-poin yang lain.Saya pikir-pikir dengan setengah heran, kok gampang sekali &amp;ldquo;Sang  Raja&amp;rdquo; ini memberikan persetujuan. Setelah saya resapi, sebenarnya bukan  semata karena kedekatan kami yang sama-sama memiliki latar belakang  militer.
 
Tapi umbrella utamanya adalah karena hubungan yang sangat baik antara  Putra Mahkota dengan Pak Jokowi. Sedangkan saya hanya eksekutor yang  diperkenalkan oleh Pak Jokowi kepada Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyan  waktu kunjungan kenegaraan di Istana Bogor.
Baca Juga: Soal Ibu Kota Baru, Menko Luhut: Kalau Tak Mau Pro Kontra ke Surga Aja
Tapi memang kedua hal tersebut yang membuat hubungan saya dengan  Putra Mahkota menjadi personal. Bayangkan sekarang komunikasi saya  dengan Beliau bisa dilakukan langsung via aplikasi WA, tanpa perlu  melalui protokoler yang berbelit.

Contohnya, hanya dengan mengirimkan pesan WA kepada Syekh Mohamed bin  Zayed, saya bisa mengatur supaya Beliau bicara langsung dengan Presiden  Jokowi via telepon. Dalam pembicaraan tersebut, Pak Jokowi menerima  undangan untuk menghadiri acara Zayed Sustainability Prize di Abu Dhabi  tanggal 13 Januari 2020. Selain itu Presiden juga sepakat untuk  menyelesaikan semua poin perjanjian kedua negara&quot;.</description><content:encoded>JAKARTA - Masih ingat kisah Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dan Presiden Joko Widodo dibuat kaget oleh Putera Mahkota Abu Dhabi yang mendadak kirim utusan bangun masjid di Solo? Kisah itu menyiratkan komitmen Abu Dhabi dalam merealisasikan investasi yang telah dibahas di Istana Bogor.
Kali ini giliran Menko Luhut yang bertolak ke Abu Dhabi. Dalam pertemuannya, Putra Mahkota Abu Dhabi sempat memanggil Menko Luhut dengan sapaan Jenderal. 'Kejutan' lain pun kembali diungkap, yaitu diskusi kepala negara yang dilakukan via aplikasi Whatsapp (WA).
Baca Juga: Pamit ke DPR, Menko Luhut: Ini Pertemuan Terakhir
Cerita ini diungkap oleh Menko Luhut melalui status Facebook Menko Luhut. Dalam postingannya Menko Luhut mengungkap pertemuannya dengan para petinggi Uni Emirat Arab (UEA). Berikut, selengkapnya seperti dikutip Selasa (8/10/2019).
&quot;Hari Minggu (29/9) saya kembali menginjakkan kaki di Jakarta setelah 2 minggu melaksanakan perjalanan dinas terpanjang selama bertugas sebagai menteri. Sebelum berangkat, saya melaporkan langsung rencana perjalanan ini kepada Presiden Joko Widodo.

&amp;ldquo;Pak Luhut akan pergi ke mana saja?&amp;rdquo;, tanya Beliau waktu itu sampai 3 kali, hingga akhirnya Pak Jokowi mengambil laptopnya dan mengetik sendiri semua jawaban saya mengenai ke mana saya akan pergi, bertemu dengan siapa, dan akan melakukan apa. Itulah Presiden yang saya kenal, selalu bekerja dengan sangat detail.
 
Saya meminta izin kepada Presiden untuk pertama-tama mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA) dalam rangka menindaklanjuti kerja sama yang sebelumnya telah disepakati oleh Presiden Joko Widodo dan (Putra Mahkota Abu Dhabi) Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyan di Istana Bogor beberapa waktu yang lalu.Kesepakatan itu menyangkut kerja sama Sovereign Wealth Fund (dana  abadi yang dikelola untuk investasi), pendidikan, pertanian, kerja sama  energi di sektor hilir dengan Pertamina, dan bantuan pendirian masjid di  Solo.
 
Di Abu Dhabi saya diterima oleh Putra Mahkota UEA tersebut. Bahkan  saya diminta duduk di sebelah Beliau untuk diperkenalkan di hadapan 300  anggota DPR mereka. Bagi saya ini adalah satu cara Beliau menunjukkan  penghormatan, bukan untuk saya, tapi untuk Indonesia.
Baca Juga: Kesan Luhut 5 Tahun Bersama Presiden Jokowi, Singgung Pidato Winter is Coming
Tidak hanya itu, saya juga selalu menerima respons yang begitu cepat  dari Beliau untuk setiap poin kerja sama yang saya laporkan.
 
&amp;ldquo;Jenderal Luhut, apa progres dari pertemuannya,&amp;rdquo; tanya Putra Mahkota  yang juga tidak segan menunjukkan hormatnya kepada saya yang lebih  senior secara jenjang karier militer. Saya kemudian menyebutkan satu  persatu progres.

Pertama mengenai SWF di mana bulan depan pihak UEA akan bertemu  dengan Menteri Keuangan RI dan PT SMI membahas skema dan peraturan yang  diperlukan.
 
&amp;ldquo;Ok, Suhail make sure ini harus jalan, saya mau akhir tahun harus  selesai,&amp;rdquo; perintahnya langsung kepada Menteri Energi dan Industri UEA.
 
&amp;ldquo;OK, done,&amp;rdquo; jawaban yang senada seperti ini juga diucapkannya untuk poin-poin yang lain.Saya pikir-pikir dengan setengah heran, kok gampang sekali &amp;ldquo;Sang  Raja&amp;rdquo; ini memberikan persetujuan. Setelah saya resapi, sebenarnya bukan  semata karena kedekatan kami yang sama-sama memiliki latar belakang  militer.
 
Tapi umbrella utamanya adalah karena hubungan yang sangat baik antara  Putra Mahkota dengan Pak Jokowi. Sedangkan saya hanya eksekutor yang  diperkenalkan oleh Pak Jokowi kepada Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyan  waktu kunjungan kenegaraan di Istana Bogor.
Baca Juga: Soal Ibu Kota Baru, Menko Luhut: Kalau Tak Mau Pro Kontra ke Surga Aja
Tapi memang kedua hal tersebut yang membuat hubungan saya dengan  Putra Mahkota menjadi personal. Bayangkan sekarang komunikasi saya  dengan Beliau bisa dilakukan langsung via aplikasi WA, tanpa perlu  melalui protokoler yang berbelit.

Contohnya, hanya dengan mengirimkan pesan WA kepada Syekh Mohamed bin  Zayed, saya bisa mengatur supaya Beliau bicara langsung dengan Presiden  Jokowi via telepon. Dalam pembicaraan tersebut, Pak Jokowi menerima  undangan untuk menghadiri acara Zayed Sustainability Prize di Abu Dhabi  tanggal 13 Januari 2020. Selain itu Presiden juga sepakat untuk  menyelesaikan semua poin perjanjian kedua negara&quot;.</content:encoded></item></channel></rss>
