<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bandung hingga Semarang Kantongi Dana Hibah Perbaiki Sistem Transportasi</title><description>Ada lima kota percontohan awal yang akan mendapatkan dana hibah tersebut sesuai kebutuhan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/08/320/2114231/bandung-hingga-semarang-kantongi-dana-hibah-perbaiki-sistem-transportasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/08/320/2114231/bandung-hingga-semarang-kantongi-dana-hibah-perbaiki-sistem-transportasi"/><item><title>Bandung hingga Semarang Kantongi Dana Hibah Perbaiki Sistem Transportasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/08/320/2114231/bandung-hingga-semarang-kantongi-dana-hibah-perbaiki-sistem-transportasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/08/320/2114231/bandung-hingga-semarang-kantongi-dana-hibah-perbaiki-sistem-transportasi</guid><pubDate>Selasa 08 Oktober 2019 13:22 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/08/320/2114231/bandung-hingga-semarang-kantongi-dana-hibah-perbaiki-sistem-transportasi-RQ48iOZhhC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dana Hibah Perbaiki Sistem Transportasi (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/08/320/2114231/bandung-hingga-semarang-kantongi-dana-hibah-perbaiki-sistem-transportasi-RQ48iOZhhC.jpg</image><title>Dana Hibah Perbaiki Sistem Transportasi (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perhubungan menandatangani nota kesepakatan (MoU) Sinergi Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan Pilot Project Sustainable Urban Transport Programme Indonesia (Sutri Nama) dan Indonesia Bus Rapid Transit Corridor Development Project (Indobus) dengan lima Pemerintah Daerah di Indonesia.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi bersama dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wakil Wali Kota Semarang, Wali Kota Makassar, Wali Kota Batam, Wali Kota Pekanbaru.
&amp;nbsp;Baca Juga: Wapres JK: Sistem Transportasi Indonesia Paling Lengkap
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, ada lima kota percontohan awal yang akan mendapatkan dana hibah tersebut sesuai kebutuhan. Di antaranya adalah Bandung, Semarang, Makassar, Pekanbaru dan Batam.

Kerjasama ini juga merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama Kemenhub dengan Pemerintah Jerman, Pemerintah Inggris dan Pemerintah Swiss yang memberikan dana hibah sebesar 21 juta euro untuk membangun transportasi perkotaan dan menurunkan emisi gas rumah kaca.
&amp;nbsp;Baca Juga: Potret Kejayaan Becak Tahun 1953, Kini Tinggal Kenangan
&quot;Hari ini kita tanda tangan lima kota/provinsi yang percontohan untuk program Indobus dan Sutri Nama. Jadi bantuan dari pemerintah Jerman dan Swiss, selain kajian juga adalah menyangkut masalah dananya,&quot; ujarnya di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Selasa (8/10/2019).
&amp;nbsp;Menurut Budi, nantinya program ini akan menggunakan skema buy the  service yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas angkutan umum. Selain  itu, ini juga dilakukan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

&quot;Sekarang pertumbuhan kota-kota ini kan selalu diiringi dengan  kemacetan kemacetan. Kedua adalah soal polusi udara atau efek gas rumah  kaca,&quot; katanya.

Oleh karena itu lanjut Budi, sudah saatnya komitmen Indonesia untuk  memperbaiki angkutan umum. Misalnya dari sisi perbaikan hingga  sosialisasi tentang pentingnya menggunakan teansportasi masal.

&quot;Nanti pada 2020 akan lebih masif lagi pelaksanaannya. Tidak hanya  perbaikan kualitas tapi mindset, mengedukasi masyarakat, untuk pakai  angkutan umum,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Sebagai gambaran, Sutri Nama disebut merupakan program untuk   mengatasi tantangan transportasi perkotaan seperti pertumbuhan penduduk   kota dan jumlah kendaraan bermotor, melalui paduan pengembangan   kapasitas dan pembiayaan.

Proyek ini akan mengembangkan mekanisme pembiayaan, pemantauan   lingkungan dan mempersiapkan program-program transportasi kota di   kota-kota percontohan. Mekanisme pembiayaan yang berkelanjutan akan   dikembangkan untuk membangun transportasi perkotaan seperti pengembangan   sistem bus, manajemen parkir dan transportasi tidak bermotor termasuk   fasilitas pejalan kaki dan jalur sepeda.

Sementara itu, Indobus adalah program yang akan mempercepat   pembangunan transportasi perkotaan termasuk dalam mempersiapkan standar   nasional untuk sistem Bus Rapid Transit (BRT) dan pelaksanaannya di   kota-kota percontohan. Sistem BRT sendiri akan dikembangkan sesuai   dengan kebutuhan setiap kota dan akan dijadikan sebagai acuan untuk   pembangunan sistem BRT di kota-kota lain di Indonesia.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perhubungan menandatangani nota kesepakatan (MoU) Sinergi Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan Pilot Project Sustainable Urban Transport Programme Indonesia (Sutri Nama) dan Indonesia Bus Rapid Transit Corridor Development Project (Indobus) dengan lima Pemerintah Daerah di Indonesia.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi bersama dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wakil Wali Kota Semarang, Wali Kota Makassar, Wali Kota Batam, Wali Kota Pekanbaru.
&amp;nbsp;Baca Juga: Wapres JK: Sistem Transportasi Indonesia Paling Lengkap
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, ada lima kota percontohan awal yang akan mendapatkan dana hibah tersebut sesuai kebutuhan. Di antaranya adalah Bandung, Semarang, Makassar, Pekanbaru dan Batam.

Kerjasama ini juga merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama Kemenhub dengan Pemerintah Jerman, Pemerintah Inggris dan Pemerintah Swiss yang memberikan dana hibah sebesar 21 juta euro untuk membangun transportasi perkotaan dan menurunkan emisi gas rumah kaca.
&amp;nbsp;Baca Juga: Potret Kejayaan Becak Tahun 1953, Kini Tinggal Kenangan
&quot;Hari ini kita tanda tangan lima kota/provinsi yang percontohan untuk program Indobus dan Sutri Nama. Jadi bantuan dari pemerintah Jerman dan Swiss, selain kajian juga adalah menyangkut masalah dananya,&quot; ujarnya di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Selasa (8/10/2019).
&amp;nbsp;Menurut Budi, nantinya program ini akan menggunakan skema buy the  service yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas angkutan umum. Selain  itu, ini juga dilakukan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

&quot;Sekarang pertumbuhan kota-kota ini kan selalu diiringi dengan  kemacetan kemacetan. Kedua adalah soal polusi udara atau efek gas rumah  kaca,&quot; katanya.

Oleh karena itu lanjut Budi, sudah saatnya komitmen Indonesia untuk  memperbaiki angkutan umum. Misalnya dari sisi perbaikan hingga  sosialisasi tentang pentingnya menggunakan teansportasi masal.

&quot;Nanti pada 2020 akan lebih masif lagi pelaksanaannya. Tidak hanya  perbaikan kualitas tapi mindset, mengedukasi masyarakat, untuk pakai  angkutan umum,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Sebagai gambaran, Sutri Nama disebut merupakan program untuk   mengatasi tantangan transportasi perkotaan seperti pertumbuhan penduduk   kota dan jumlah kendaraan bermotor, melalui paduan pengembangan   kapasitas dan pembiayaan.

Proyek ini akan mengembangkan mekanisme pembiayaan, pemantauan   lingkungan dan mempersiapkan program-program transportasi kota di   kota-kota percontohan. Mekanisme pembiayaan yang berkelanjutan akan   dikembangkan untuk membangun transportasi perkotaan seperti pengembangan   sistem bus, manajemen parkir dan transportasi tidak bermotor termasuk   fasilitas pejalan kaki dan jalur sepeda.

Sementara itu, Indobus adalah program yang akan mempercepat   pembangunan transportasi perkotaan termasuk dalam mempersiapkan standar   nasional untuk sistem Bus Rapid Transit (BRT) dan pelaksanaannya di   kota-kota percontohan. Sistem BRT sendiri akan dikembangkan sesuai   dengan kebutuhan setiap kota dan akan dijadikan sebagai acuan untuk   pembangunan sistem BRT di kota-kota lain di Indonesia.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
