<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perbedaan Mencolok Pengusaha Gagal vs Sukses</title><description>Menjadi seorang pengusaha itu sangat penuh akan risiko.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/09/320/2114712/perbedaan-mencolok-pengusaha-gagal-vs-sukses</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/09/320/2114712/perbedaan-mencolok-pengusaha-gagal-vs-sukses"/><item><title>Perbedaan Mencolok Pengusaha Gagal vs Sukses</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/09/320/2114712/perbedaan-mencolok-pengusaha-gagal-vs-sukses</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/09/320/2114712/perbedaan-mencolok-pengusaha-gagal-vs-sukses</guid><pubDate>Rabu 09 Oktober 2019 14:16 WIB</pubDate><dc:creator>Adhyasta Dirgantara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/09/320/2114712/perbedaan-mencolok-pengusaha-gagal-vs-sukses-SXGZUsyLMd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengusaha Gagal vs Sukses (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/09/320/2114712/perbedaan-mencolok-pengusaha-gagal-vs-sukses-SXGZUsyLMd.jpg</image><title>Pengusaha Gagal vs Sukses (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menjadi seorang pengusaha itu sangat penuh akan risiko. Semakin besar risiko yang kamu ambil, maka semakin memungkinkan pula kekayaan yang bisa kamu raup, begitupun sebaliknya.

Maka dari itu, banyak pengusaha yang gagal dan sukses saat membangun usahanya. Pasalnya, terdapat beberapa hal penting yang menentukan apakah ke depannya kamu akan menjadi pengusaha sukses atau gagal.
Baca Juga: 10 Rahasia Jadi Pebisnis Sukses
Dilansir dari Enterpreneur, Rabu (9/10/2019), berikut beberapa hal penting yang harus kamu miliki untuk menjadi pengusaha sukses.

1. Pola pikir

Maksud dari poin pertama ini adalah berbicara tentang pola pikir, &quot;bisakah saya?&quot; dengan, &quot;bagaimana bisa?&quot; Ketika kamu bertanya, &quot;Bolehkah saya (untuk melakukan sesuatu),&quot; Kamu layak mendapat tepukan di punggung sebagai bentuk apresiasi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Yuk Belajar Sukses Jadi Pengusaha dari Para Konglomerat Dunia
Dengan begitu, kamu berarti meloncat lebih untuk suatu kemungkinan, yang mungkin orang lain tidak akan bisa melakukannya. Tetapi perlu diingat bahwa tepukan saja tidak akan membuat kamu jadi bisa mengesahkan ide, menarik dan mempertahankan para petinggi agar tertarik pada visi kamu yang bisa meningkatkan skala perusahaan.

Yang perlu kamu lakukan hanyalah membuat satu perubahan kecil. Dengan melakukan itu, mungkin saja kamu akan berhadapan dengan dunia baru yang penuh akan peluang.
&amp;nbsp;2. Tanyakan, &quot;Bagaimana saya bisa?&quot;

Ketika Kamu bertanya, &quot;Bisakah saya?&quot; sebenarnya jawabannya adalah  percobaan Kamu di masa lalu. Apa pun itu, pernahkah Kamu melakukannya  sebelumnya? Jika tidak, lalu bagaimana Kamu meyakinkan diri sendiri  bahwa Kamu dapat melakukannya sekarang? Paling-paling, Kamu akan  menjawab, &quot;Saya bisa.&quot;

Sebagai contoh, Kamu dihadapkan dengan daftar tugas yang sangat  panjang. Maka, coba tanyalah &quot;bisakah saya melengkapinya?&quot; Atau ada  masalah yang belum terpecahkan, &quot;bagaimana saya bisa menyelesaikannya?&quot;  Sontak, Kamu akan menjawab, &quot;Saya bisa!&quot;

Lihat perbedaannya

Di sinilah pepatah yang mengatakan &quot;jatuh cinta lah dengan masalah,  bukan solusi&quot; berasal. Jika Kamu benar-benar suka tentang hal-hal  seperti masalah atau peluang, Kamu akan merasa nyaman menghabiskan waktu  sebanyak mungkin dengan mereka.

Intinya, menanyakan apakah Kamu dapat melakukan sesuatu sebenarnya  hanya membatasi diri kamu dan sangat tidak perlu. Jika kamu mengajukan  pertanyaan, kamu mungkin sudah tahu bahwa dirimu bisa melakukannya.

Sebagai perbandingan, menanyakan bagaimana kamu bisa menyelesaikan  sesuatu memberi kamu jalan untuk bertindak, dan akan menghasilkan  rencana untuk benar-benar mencapainya. Yang jelas. jangan coba-coba  melebih-lebihkan pola pikir, terutama bagi para pengusaha.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Menjadi seorang pengusaha itu sangat penuh akan risiko. Semakin besar risiko yang kamu ambil, maka semakin memungkinkan pula kekayaan yang bisa kamu raup, begitupun sebaliknya.

Maka dari itu, banyak pengusaha yang gagal dan sukses saat membangun usahanya. Pasalnya, terdapat beberapa hal penting yang menentukan apakah ke depannya kamu akan menjadi pengusaha sukses atau gagal.
Baca Juga: 10 Rahasia Jadi Pebisnis Sukses
Dilansir dari Enterpreneur, Rabu (9/10/2019), berikut beberapa hal penting yang harus kamu miliki untuk menjadi pengusaha sukses.

1. Pola pikir

Maksud dari poin pertama ini adalah berbicara tentang pola pikir, &quot;bisakah saya?&quot; dengan, &quot;bagaimana bisa?&quot; Ketika kamu bertanya, &quot;Bolehkah saya (untuk melakukan sesuatu),&quot; Kamu layak mendapat tepukan di punggung sebagai bentuk apresiasi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Yuk Belajar Sukses Jadi Pengusaha dari Para Konglomerat Dunia
Dengan begitu, kamu berarti meloncat lebih untuk suatu kemungkinan, yang mungkin orang lain tidak akan bisa melakukannya. Tetapi perlu diingat bahwa tepukan saja tidak akan membuat kamu jadi bisa mengesahkan ide, menarik dan mempertahankan para petinggi agar tertarik pada visi kamu yang bisa meningkatkan skala perusahaan.

Yang perlu kamu lakukan hanyalah membuat satu perubahan kecil. Dengan melakukan itu, mungkin saja kamu akan berhadapan dengan dunia baru yang penuh akan peluang.
&amp;nbsp;2. Tanyakan, &quot;Bagaimana saya bisa?&quot;

Ketika Kamu bertanya, &quot;Bisakah saya?&quot; sebenarnya jawabannya adalah  percobaan Kamu di masa lalu. Apa pun itu, pernahkah Kamu melakukannya  sebelumnya? Jika tidak, lalu bagaimana Kamu meyakinkan diri sendiri  bahwa Kamu dapat melakukannya sekarang? Paling-paling, Kamu akan  menjawab, &quot;Saya bisa.&quot;

Sebagai contoh, Kamu dihadapkan dengan daftar tugas yang sangat  panjang. Maka, coba tanyalah &quot;bisakah saya melengkapinya?&quot; Atau ada  masalah yang belum terpecahkan, &quot;bagaimana saya bisa menyelesaikannya?&quot;  Sontak, Kamu akan menjawab, &quot;Saya bisa!&quot;

Lihat perbedaannya

Di sinilah pepatah yang mengatakan &quot;jatuh cinta lah dengan masalah,  bukan solusi&quot; berasal. Jika Kamu benar-benar suka tentang hal-hal  seperti masalah atau peluang, Kamu akan merasa nyaman menghabiskan waktu  sebanyak mungkin dengan mereka.

Intinya, menanyakan apakah Kamu dapat melakukan sesuatu sebenarnya  hanya membatasi diri kamu dan sangat tidak perlu. Jika kamu mengajukan  pertanyaan, kamu mungkin sudah tahu bahwa dirimu bisa melakukannya.

Sebagai perbandingan, menanyakan bagaimana kamu bisa menyelesaikan  sesuatu memberi kamu jalan untuk bertindak, dan akan menghasilkan  rencana untuk benar-benar mencapainya. Yang jelas. jangan coba-coba  melebih-lebihkan pola pikir, terutama bagi para pengusaha.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
