<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapasitas Listrik China 1.100 GW, Indonesia Kalah Jauh</title><description>Menteri ESDM Ignasius Jonan menilai kapasitas listrik Indonesia masih kalah jauh dari China. Total kapasitas listrik mencapai 1.131 GW</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/09/320/2114749/kapasitas-listrik-china-1-100-gw-indonesia-kalah-jauh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/09/320/2114749/kapasitas-listrik-china-1-100-gw-indonesia-kalah-jauh"/><item><title>Kapasitas Listrik China 1.100 GW, Indonesia Kalah Jauh</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/09/320/2114749/kapasitas-listrik-china-1-100-gw-indonesia-kalah-jauh</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/09/320/2114749/kapasitas-listrik-china-1-100-gw-indonesia-kalah-jauh</guid><pubDate>Rabu 09 Oktober 2019 14:32 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/09/320/2114749/kapasitas-listrik-china-1-100-gw-indonesia-kalah-jauh-ZC3cLWVxoG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Pembangkit Listrik. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/09/320/2114749/kapasitas-listrik-china-1-100-gw-indonesia-kalah-jauh-ZC3cLWVxoG.jpg</image><title>Ilustrasi Pembangkit Listrik. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menilai kapasitas listrik Indonesia masih kalah jauh dari China. Jonan pun membeberkan bukti tersebut.
Berdasarkan catatannya, kapasitas listrik terpasang Indonesia pada awal 2014 mencapai 50 gigawatt (GW) atau 50.000 megawatt (MW). Saat ini sudah mencapai 65 GW dan sampai akhir 2019 diperkirakan kapasitas listrik Indonesia mencapai sekitar 69 GW hingga 70 GW.
Baca Juga: Rasio Elektrifikasi di Papua Ditargetkan 99,9% pada 2020
&quot;Sampai akhir 2024 minimal menjadi 90 GW,&quot; ujarnya dalam acara Hari Listrik Nasional di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Total kapasitas listrik tersebut masih kalah jauh Dibandingkan China, di mana angkanya sudah mencapai 1.131 GW.  Data tersebut disimpulkan Jonan, setelah melakukan pertemuan bilateral dengan China membahas persoalan energi.
Baca Juga: Menyimpan Energi Matahari dan Angin di Dalam Tabung
&quot;Kapasitas terpasang listrik China itu 1.131 GW, itu dibanding kita itu 15 kali kapasitas terpasang, kalau jumlah penduduk mereka itu empat kali Indonesia,&quot; ucapnya.Dari sisi pengembangan energi, Jonan mengakui juga keunggulan negeri  tirai bambu tersebut. Pasalnya, China diam-diam kini tengah gencar  mengembangakn energi baru dan terbarukan (renewable energy) untuk  pembangkit listrik.
Pembangkit dari energi terbarukan China disebut sudah mencapai 300  GW. Jika melihat angka tersebut, tentunya dirinya berharap agar langkah  itu bisa ditiru oleh PLN untuk mengembangkan kapasitas listrik dan  pengembangan EBT.
&quot;Renewable merek, 300 GW, besar sekali. Jadi ini harapannya, mulai  sekarang saya sangat berharap rekan PLN ini lebih terbuka pikirannya  untuk renewable, Karena infrastruktur kelistrikan adalah kegiatan jangka  panjang,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menilai kapasitas listrik Indonesia masih kalah jauh dari China. Jonan pun membeberkan bukti tersebut.
Berdasarkan catatannya, kapasitas listrik terpasang Indonesia pada awal 2014 mencapai 50 gigawatt (GW) atau 50.000 megawatt (MW). Saat ini sudah mencapai 65 GW dan sampai akhir 2019 diperkirakan kapasitas listrik Indonesia mencapai sekitar 69 GW hingga 70 GW.
Baca Juga: Rasio Elektrifikasi di Papua Ditargetkan 99,9% pada 2020
&quot;Sampai akhir 2024 minimal menjadi 90 GW,&quot; ujarnya dalam acara Hari Listrik Nasional di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Total kapasitas listrik tersebut masih kalah jauh Dibandingkan China, di mana angkanya sudah mencapai 1.131 GW.  Data tersebut disimpulkan Jonan, setelah melakukan pertemuan bilateral dengan China membahas persoalan energi.
Baca Juga: Menyimpan Energi Matahari dan Angin di Dalam Tabung
&quot;Kapasitas terpasang listrik China itu 1.131 GW, itu dibanding kita itu 15 kali kapasitas terpasang, kalau jumlah penduduk mereka itu empat kali Indonesia,&quot; ucapnya.Dari sisi pengembangan energi, Jonan mengakui juga keunggulan negeri  tirai bambu tersebut. Pasalnya, China diam-diam kini tengah gencar  mengembangakn energi baru dan terbarukan (renewable energy) untuk  pembangkit listrik.
Pembangkit dari energi terbarukan China disebut sudah mencapai 300  GW. Jika melihat angka tersebut, tentunya dirinya berharap agar langkah  itu bisa ditiru oleh PLN untuk mengembangkan kapasitas listrik dan  pengembangan EBT.
&quot;Renewable merek, 300 GW, besar sekali. Jadi ini harapannya, mulai  sekarang saya sangat berharap rekan PLN ini lebih terbuka pikirannya  untuk renewable, Karena infrastruktur kelistrikan adalah kegiatan jangka  panjang,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
