<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Negosiasi Kilang Cilacap, Pertamina dan Aramco Masih Bahas Valuasi</title><description>PT Pertamina (Persero) masih belum sepakat terkait proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap dengan Saudi Aramco.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/09/320/2114819/negosiasi-kilang-cilacap-pertamina-dan-aramco-masih-bahas-valuasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/09/320/2114819/negosiasi-kilang-cilacap-pertamina-dan-aramco-masih-bahas-valuasi"/><item><title>Negosiasi Kilang Cilacap, Pertamina dan Aramco Masih Bahas Valuasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/09/320/2114819/negosiasi-kilang-cilacap-pertamina-dan-aramco-masih-bahas-valuasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/09/320/2114819/negosiasi-kilang-cilacap-pertamina-dan-aramco-masih-bahas-valuasi</guid><pubDate>Rabu 09 Oktober 2019 16:25 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/09/320/2114819/negosiasi-kilang-cilacap-pertamina-dan-aramco-masih-bahas-valuasi-qVngoKZOC8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kilang minyak (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/09/320/2114819/negosiasi-kilang-cilacap-pertamina-dan-aramco-masih-bahas-valuasi-qVngoKZOC8.jpg</image><title>Kilang minyak (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) masih belum sepakat terkait proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap dengan Saudi Aramco. Pasalnya, pertamina masih melakukan pembahasan valuasi kilang Cilacap.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pembahasan masih terus berlangsung. Diharapkan pembahasan terkair nilai valuasi ini bisa rampung pada akhir tahun.
&amp;nbsp;Baca juga: Pertamina-Saudi Aramco Sepakat Lanjutkan Proyek Kilang Cilacap
&amp;ldquo;Betul ya kita tunggu saja hasilnya. Diharapkan tahun ini sudah selesai kita harapkan,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2019).
&amp;nbsp;
Menurut Nicke, memang valuasi dari kilang Cilacap ini semula ditargetkan rampung September yang lalu. Namun karena negosiasi harga tak kunjung mendapatkan kata sepakat sehingga kesepakatan pun harus ditunda.
 
&amp;nbsp;Baca juga:  Pertamina-Saudi Aramco Berpotensi 'Cerai' Garap Kilang Cilacap
Namun, Nicke tetap optimistis jika  pembahasan terkait valuasi ini bisa selesai tahun ini. Sebab, kata Nicke tahun depan Pertamina harus sudah memulai pembahasan desain pengembangan.

Menurut Nicke dalam proses negosiasi, perseroan menunjuk valuator independen yang harapannya bisa menengahi perbedaan pandangan terkait besaran valuasi antara Pertamina dan Aramco.

&quot;Masih belum selesai negosiasi harganya, valuasinya masih belum selesai. Kita sudah menunjuk pihak ketiga tetapi belum selesai kajiannya,&quot; ucapnya
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  menyatakan Pertamina dan Saudi Aramco belum sepakat terkait nilai  valuasi dan spin off proyek Refinery Development Master Plan (RDMP)  Cilacap. Perjanjian pembentukan perusahaan patungan (join venture  development agreement/JVDA) proyek ini pun diperpanjang hingga 31  Oktober mendatang.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menjelaskan diskusi mengenai kerja  sama pengembangan Kilang Cilacap antara kedua belah pihak terus  berlangsung. Namun kedua perusahaan masih berkutat menyelesaikan  perhitungan valuasi aset.

Perpanjangan JVDA tersebut adalah ketiga kalinya bagi kedua  perusahaan.  Sebab, JVDA antara Pertamina dan Saudi Aramco untuk Kilang  Cilacap seharusnya berakhir pada September lalu. &amp;ldquo;Evaluasi masih  berjalan. Penyiapan data dan lain-lain, untuk menghitung angka  keekonomiannya,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) masih belum sepakat terkait proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap dengan Saudi Aramco. Pasalnya, pertamina masih melakukan pembahasan valuasi kilang Cilacap.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pembahasan masih terus berlangsung. Diharapkan pembahasan terkair nilai valuasi ini bisa rampung pada akhir tahun.
&amp;nbsp;Baca juga: Pertamina-Saudi Aramco Sepakat Lanjutkan Proyek Kilang Cilacap
&amp;ldquo;Betul ya kita tunggu saja hasilnya. Diharapkan tahun ini sudah selesai kita harapkan,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2019).
&amp;nbsp;
Menurut Nicke, memang valuasi dari kilang Cilacap ini semula ditargetkan rampung September yang lalu. Namun karena negosiasi harga tak kunjung mendapatkan kata sepakat sehingga kesepakatan pun harus ditunda.
 
&amp;nbsp;Baca juga:  Pertamina-Saudi Aramco Berpotensi 'Cerai' Garap Kilang Cilacap
Namun, Nicke tetap optimistis jika  pembahasan terkait valuasi ini bisa selesai tahun ini. Sebab, kata Nicke tahun depan Pertamina harus sudah memulai pembahasan desain pengembangan.

Menurut Nicke dalam proses negosiasi, perseroan menunjuk valuator independen yang harapannya bisa menengahi perbedaan pandangan terkait besaran valuasi antara Pertamina dan Aramco.

&quot;Masih belum selesai negosiasi harganya, valuasinya masih belum selesai. Kita sudah menunjuk pihak ketiga tetapi belum selesai kajiannya,&quot; ucapnya
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  menyatakan Pertamina dan Saudi Aramco belum sepakat terkait nilai  valuasi dan spin off proyek Refinery Development Master Plan (RDMP)  Cilacap. Perjanjian pembentukan perusahaan patungan (join venture  development agreement/JVDA) proyek ini pun diperpanjang hingga 31  Oktober mendatang.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menjelaskan diskusi mengenai kerja  sama pengembangan Kilang Cilacap antara kedua belah pihak terus  berlangsung. Namun kedua perusahaan masih berkutat menyelesaikan  perhitungan valuasi aset.

Perpanjangan JVDA tersebut adalah ketiga kalinya bagi kedua  perusahaan.  Sebab, JVDA antara Pertamina dan Saudi Aramco untuk Kilang  Cilacap seharusnya berakhir pada September lalu. &amp;ldquo;Evaluasi masih  berjalan. Penyiapan data dan lain-lain, untuk menghitung angka  keekonomiannya,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
