<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ditanya soal Indonesia Darurat Utang, Sri Mulyani: Mahasiswa Harus Bisa Baca Data</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mendapat pertanyaan tajam dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang soal utang</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/10/20/2115314/ditanya-soal-indonesia-darurat-utang-sri-mulyani-mahasiswa-harus-bisa-baca-data</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/10/20/2115314/ditanya-soal-indonesia-darurat-utang-sri-mulyani-mahasiswa-harus-bisa-baca-data"/><item><title>Ditanya soal Indonesia Darurat Utang, Sri Mulyani: Mahasiswa Harus Bisa Baca Data</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/10/20/2115314/ditanya-soal-indonesia-darurat-utang-sri-mulyani-mahasiswa-harus-bisa-baca-data</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/10/20/2115314/ditanya-soal-indonesia-darurat-utang-sri-mulyani-mahasiswa-harus-bisa-baca-data</guid><pubDate>Kamis 10 Oktober 2019 17:26 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/10/20/2115314/ditanya-soal-indonesia-darurat-utang-sri-mulyani-mahasiswa-harus-bisa-baca-data-FhfNMS7Bi2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani Orasi Ilmiah di UMM. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/10/20/2115314/ditanya-soal-indonesia-darurat-utang-sri-mulyani-mahasiswa-harus-bisa-baca-data-FhfNMS7Bi2.jpg</image><title>Sri Mulyani Orasi Ilmiah di UMM. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>MALANG - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mendapat pertanyaan tajam dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) saat sesi tanya jawab usai orasi ilmiahnya.
Sang mahasiswa bernama Muhammad Naufal  menanyakan urgensi kegunaan utang yang dilakukan pemerintah dan menyebut negara Indonesia darurat utang luar negeri.
Baca Juga: Setelah Green Bond Terbitlah Blue Bond, Apa Itu?
Sri Mulyani yang mendengar seksama penjelasan mahasiswa, akhirnya menjawab sambil tersenyum. Dia melempar data bagaimana negara-negara lainnya di dunia, sekalipun Amerika Serikat, Jepang, China pun juga berutang.

Tak hanya itu perempuan berusia 57 tahun juga memaparkan sebagian utang digunakan untuk sektor produktif misalnya pembangunan infrastruktur.
&quot;Logikanya gini kalau kita membandingkan antar negara berdasarkan utang seharusnya bisa meng-compare. Bagaimana utang dikonversi ke Rupiah banyakan mana Indonesia dengan misalnya Malaysia,&quot; ujar Sri Mulyani.
Baca Juga: Pemerintah Matangkan Konsep Blue Bond, Ditargetkan Terbit Tahun Depan
Bahkan Menteri Keuangan asal Lampung ini mengaku heran jika ada mahasiswa yang menyebut Indonesia negara darurat utang.
&quot;Bagaimana tolak ukurnya darurat? Jangan hanya menggunakan kata darurat utang, tapi tidak tahu tolak ukurnya,&quot; ucap perempuan berkacamata ini.Sri Mulyani juga mengatakan mahasiswa seharusnya bisa membaca data  dan berdiskusi dengan sesama akademisi dari ekonomi di kampusnya atau  kampus lain, guna melihat kondisi riil hutang negara.
&quot;Sangat disayangkan kalau mahasiswa tidak bisa melihat dan membaca  data, kalau kalian begitu namanya bukan mahasiswa. Dulu data ini susah  diakses sekarang semuanya terbuka bisa dilihat di website Kemenkeu  silakan dibaca dikaji. Harus bisa membaca data baru bisa menganalisis  kritikal, kalau perlu diskusi dengan teman jurusan ekonomi di kampus  lain. Baru kita bisa berdebat mengenai data,&quot; pungkasnya.
Menkeu Sri Mulyani Indrawati di kampus Universitas Muhammadiyah  Malang (UMM) selain menyampaikan orasi ilmiah juga dinobatkan sebagai  tokoh pemajuan ekonomi syari'ah di Indonesia oleh civitas akademisi UMM.</description><content:encoded>MALANG - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mendapat pertanyaan tajam dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) saat sesi tanya jawab usai orasi ilmiahnya.
Sang mahasiswa bernama Muhammad Naufal  menanyakan urgensi kegunaan utang yang dilakukan pemerintah dan menyebut negara Indonesia darurat utang luar negeri.
Baca Juga: Setelah Green Bond Terbitlah Blue Bond, Apa Itu?
Sri Mulyani yang mendengar seksama penjelasan mahasiswa, akhirnya menjawab sambil tersenyum. Dia melempar data bagaimana negara-negara lainnya di dunia, sekalipun Amerika Serikat, Jepang, China pun juga berutang.

Tak hanya itu perempuan berusia 57 tahun juga memaparkan sebagian utang digunakan untuk sektor produktif misalnya pembangunan infrastruktur.
&quot;Logikanya gini kalau kita membandingkan antar negara berdasarkan utang seharusnya bisa meng-compare. Bagaimana utang dikonversi ke Rupiah banyakan mana Indonesia dengan misalnya Malaysia,&quot; ujar Sri Mulyani.
Baca Juga: Pemerintah Matangkan Konsep Blue Bond, Ditargetkan Terbit Tahun Depan
Bahkan Menteri Keuangan asal Lampung ini mengaku heran jika ada mahasiswa yang menyebut Indonesia negara darurat utang.
&quot;Bagaimana tolak ukurnya darurat? Jangan hanya menggunakan kata darurat utang, tapi tidak tahu tolak ukurnya,&quot; ucap perempuan berkacamata ini.Sri Mulyani juga mengatakan mahasiswa seharusnya bisa membaca data  dan berdiskusi dengan sesama akademisi dari ekonomi di kampusnya atau  kampus lain, guna melihat kondisi riil hutang negara.
&quot;Sangat disayangkan kalau mahasiswa tidak bisa melihat dan membaca  data, kalau kalian begitu namanya bukan mahasiswa. Dulu data ini susah  diakses sekarang semuanya terbuka bisa dilihat di website Kemenkeu  silakan dibaca dikaji. Harus bisa membaca data baru bisa menganalisis  kritikal, kalau perlu diskusi dengan teman jurusan ekonomi di kampus  lain. Baru kita bisa berdebat mengenai data,&quot; pungkasnya.
Menkeu Sri Mulyani Indrawati di kampus Universitas Muhammadiyah  Malang (UMM) selain menyampaikan orasi ilmiah juga dinobatkan sebagai  tokoh pemajuan ekonomi syari'ah di Indonesia oleh civitas akademisi UMM.</content:encoded></item></channel></rss>
