<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Startup Sambut Keinginan Sri Mulyani Bayar Pajak Semudah Beli Pulsa</title><description>Sri Mulyani Indrawati menyatakan, perkembangan teknologi memberikan solusi permasalahan secara cepat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/10/20/2115447/startup-sambut-keinginan-sri-mulyani-bayar-pajak-semudah-beli-pulsa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/10/20/2115447/startup-sambut-keinginan-sri-mulyani-bayar-pajak-semudah-beli-pulsa"/><item><title>Startup Sambut Keinginan Sri Mulyani Bayar Pajak Semudah Beli Pulsa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/10/20/2115447/startup-sambut-keinginan-sri-mulyani-bayar-pajak-semudah-beli-pulsa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/10/20/2115447/startup-sambut-keinginan-sri-mulyani-bayar-pajak-semudah-beli-pulsa</guid><pubDate>Kamis 10 Oktober 2019 21:35 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/10/20/2115447/startup-sambut-keinginan-sri-mulyani-bayar-pajak-semudah-beli-pulsa-VpiBMGnsGi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Heru)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/10/20/2115447/startup-sambut-keinginan-sri-mulyani-bayar-pajak-semudah-beli-pulsa-VpiBMGnsGi.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Heru)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, perkembangan teknologi memberikan solusi permasalahan secara cepat. Salah satunya soal pembayaran pajak melalui platform.
Dia berkisah, pernah menyampaikan keinginan untuk membayar pajak semudah membeli pulsa di platform, yang kemudian langsung direspons para startup Indonesia. Salah satunya, Tokopedia dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor di Jawa Barat lewat e-commerce tersebut.
Baca Juga: Bos Tokopedia: Pasar Boyolali Lebih Berpotensi daripada Bangkok
&quot;Saya sampaikan ke publik kalau ingin bayar pajak secepat dan semudah beli pulsa, kemudian saya dapat respons, tawaran kerja sama. Sekarang bahkan dapat laporan orang sudah bisa bayar pajak dengan cepat melalui Tokopedia atau startup lainnya,&quot; jelas Sri Mulyani saat membuka diskusi publik bertajuk 'Dampak Tokopedia terhadap Perekonomian lndonesia' di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Kondisi ini sangat berbanding terbalik jika mengikuti sistem konvensional yang biasa diadopsi Kementerian Keuangan. Dia menyatakan, untuk membuat suatu program, Kemenkeu akan lebih dahulu membuat tim kajian.
Kemudian usai kajian dilakukan, berlanjut ke studi banding di luar negeri dan menanti laporannya dalam 6 bulan ke depan. Belum lagi, harus dilakukan presentasi dan berbagai hal lainnya, di mana itu semua sangat memakan waktu.
Baca Juga: Tokopedia Incar Transaksi Rp222 Triliun ke Ekonomi Indonesia di 2019
&quot;Yang kemudian tanpa kita sadari dari awal kajian sudah berlalu dua tahun begitu saja,&quot; imbuh dia.Oleh sebab itu, Sri Mulyani meyakini digitalisasi bisa mendorong  perubahan ekonomi yang lebih baik ke depannya. Hal itu dapat dilakukan  dengan memanfaatkan teknologi secara tepat.
Terbaru, yang dilakukan oleh Kemenkeu dengan memanfaatkan digital  adalah penjualan Surat Berharga Negara (SBN) dengan pecahan yang lebih  kecil, guna menjangkau generasi milenial. Menurutnya,dengan pecahan SBN  sebesar Rp500 ribu, kini investor ritel mayoritas berasal dari milenial.
&quot;Mayoritas pembeli kini milenial, walaupun secara nilai kecil, masih  lebih besar generasi tua yang memang punya uang. Namun kami ingin  menjangkau mereka yang sekarang kebutuhan hidupnya saja tersedia hanya  dengan gadget,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, perkembangan teknologi memberikan solusi permasalahan secara cepat. Salah satunya soal pembayaran pajak melalui platform.
Dia berkisah, pernah menyampaikan keinginan untuk membayar pajak semudah membeli pulsa di platform, yang kemudian langsung direspons para startup Indonesia. Salah satunya, Tokopedia dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor di Jawa Barat lewat e-commerce tersebut.
Baca Juga: Bos Tokopedia: Pasar Boyolali Lebih Berpotensi daripada Bangkok
&quot;Saya sampaikan ke publik kalau ingin bayar pajak secepat dan semudah beli pulsa, kemudian saya dapat respons, tawaran kerja sama. Sekarang bahkan dapat laporan orang sudah bisa bayar pajak dengan cepat melalui Tokopedia atau startup lainnya,&quot; jelas Sri Mulyani saat membuka diskusi publik bertajuk 'Dampak Tokopedia terhadap Perekonomian lndonesia' di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Kondisi ini sangat berbanding terbalik jika mengikuti sistem konvensional yang biasa diadopsi Kementerian Keuangan. Dia menyatakan, untuk membuat suatu program, Kemenkeu akan lebih dahulu membuat tim kajian.
Kemudian usai kajian dilakukan, berlanjut ke studi banding di luar negeri dan menanti laporannya dalam 6 bulan ke depan. Belum lagi, harus dilakukan presentasi dan berbagai hal lainnya, di mana itu semua sangat memakan waktu.
Baca Juga: Tokopedia Incar Transaksi Rp222 Triliun ke Ekonomi Indonesia di 2019
&quot;Yang kemudian tanpa kita sadari dari awal kajian sudah berlalu dua tahun begitu saja,&quot; imbuh dia.Oleh sebab itu, Sri Mulyani meyakini digitalisasi bisa mendorong  perubahan ekonomi yang lebih baik ke depannya. Hal itu dapat dilakukan  dengan memanfaatkan teknologi secara tepat.
Terbaru, yang dilakukan oleh Kemenkeu dengan memanfaatkan digital  adalah penjualan Surat Berharga Negara (SBN) dengan pecahan yang lebih  kecil, guna menjangkau generasi milenial. Menurutnya,dengan pecahan SBN  sebesar Rp500 ribu, kini investor ritel mayoritas berasal dari milenial.
&quot;Mayoritas pembeli kini milenial, walaupun secara nilai kecil, masih  lebih besar generasi tua yang memang punya uang. Namun kami ingin  menjangkau mereka yang sekarang kebutuhan hidupnya saja tersedia hanya  dengan gadget,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
